Petualangan Cinta Honey Dan Abhizar

Petualangan Cinta Honey Dan Abhizar
Hendra


__ADS_3

Kkrrrukk...kkrruuk...


Suara Perut yang tidak bisa di ajak kompromi bernyanyi beriringan seperti paduan suara. Mas Abhi yang lelap akan tidurnya dengan rambutnya yang basah setelah shalat subuh membuatku tak tega jika harus membangun kannya.


"Wah...lelap sekali tidurnya,hihihi...." gumamku.


Aku menatap lelaki yang sedang terlelap ke alam mimpi. Wajahnya putih bersih,matanya yang lentik lebat, dengan bibir yang tak begitu kecil tapi juga tak begitu besar. Lembut saat di kecup, rambutnya yang lurus dan hitam dengan bulu halus di sekitar leher belakangnya dan juga di sisi pipi deket kuping ( aku gak tahu apa namanya ).


"Aduh nih perut gak bisa di kompromi...!" pekikku hingga membuat mas Abhi terbangun.


"Hmmmm...." ia menggeliat manja lalu menaruh kepalanya di pahaku. Selimut yang tadi membukusnya kini terlepas hingga punggung atasnya terlihat, ada banyak bulu-bulu halus disana.


Wajahku seperti udang rebus, matang memerah melihatnya buru-buru ku palingkan wajahku ke arah wajah suamiku yang teduh itu lalu mengusap-usap rambut hitam lurus dengan sedikit berantakan, halus.


Krukk....krrrukk......!


"Adduh....nih perut....!"


"Kamu lapar yah," senyum simpuh tergambar dari wajahnya dengan matanya yang masih tertutup rapat. Ia mengusap perutku lembut membuatku sedikit menahan geli. Mas Abhi kini bangun lalu mengambil ponselnya melihat jam yang menunjukkan angka, sudah hampir siang.


"Jam 11... kenapa tidak berangkat duluan di bawah untuk sarapan?" tanyanya seraya mencium keningku.


"Bagaimana bisa aku meninggalkan mas hanya untuk mengisi perut sendiri. Lagipula aku juga bingung takut tersesat," mas Abhi lagi-lagi mencium kening dan mangusap-usap rambutku.


"Ya sudah, mas cuci muka dulu kita breakfast di bawah."


Tak lama kamipun sudah siap dan pergi untuk sarapan. Sesampainya di sana kami di jamu dengan dekorasi yang membentuk seperti parasmanan seperti setengah lingkaran bola. Menu yang di sajikkan pun tak mai -main berbagai macam daging halal dan non halal tersedia berjejer sesuai meja, sayuran, salad roti dan berbagai macam dessert mewah seperti puding, buah-buahan, cake, coklat yang mampu menggoyangkan lidah serasa di surganya makanan.


Aku yang bingung apa yang harus aku ambil pertama untuk di makan hanya bisa memandangi makanan dan berjalan-jalan menyusuri menu sampai mas Abhi menepuk pundakku.


"Mau makan apa?" tanya nya.


"Aku bingung.... semua menu yang di sajikan menggugah selera," ucapku seolah air liurku mau keluar.


"Termasuk daging....?"


"Bukan...."


"Di jakarta saja aku merasa itu sudah lumayan bagus dan baik. Tapi setelah melihat kesini....aku sampai bingung sendiri," mas Abhi membimbingku untuk mencoba makanan yang ia rekomendasikan lalu kami duduk di sudut tidak jauh dari parasmanan ala London ini, niatnya agar tidak malu saat harus bolak-balik untuk makan."


"Enak?"


"Huuh, enak!" setelah ku coba salah satu bubur manis dengan taburan keju cheedar di tambah toping buah kering di atasnya, entah apa nama buburnya.

__ADS_1


"Habis ini aku mau mengambil steak yang gede itu sama daging bebek peking itu keliatannya enak," gumamku.


Mas Abhi yang melihat reaksiku tersenyum manis sambil mengusap rambutku lalu mulai memakan hidangan ya.


"Mas, kan mas kuliah juga di negara London"


"Hmm..."


"Lalu bagaimana pergaulan di London...ya....misalnya cara berpacarannya, kan disini termasuk negara bebas juga kan ya?" Mas Abhi mengangguk sambil tetap fokus makan.


"Lalu...." kata mas Abhi...


"Apa mas Abhi hubungannya juga seperti disini saat punya pacar misalkan...*** bebas gitu,"


Ohok...ohok..ohok...ohok....


Mas Abhi langsung tersedak ketika mendengarku mengajukkan pertanyaan konyolnya.


"Loh, kenapa mas, minum minum cepetan...." ku sodorkan gelas berisi air putih kepada mas Abhi lalu iapun meminumnya.


"Gak apa-apa kan....mas....heee...."


"Nggak mas gak apa-apa, hanya kaget saja dengan pertanyaanmu yang tiba-tiba itu."


"Ka...kalau begitu makan saja lagi," kamipun akhirnya makan tanpa suara.


Setelah selesai jam sudah menunjukkan pukul 01 siang, mas Abhi mengajakku keluar untuk mengelilingi kota London. Aku di ajak mas Abhi ke Tower Bridge yang menjadi icon tempat wisata di London.


Kami berkeliling di sekitar area yang tidak begitu memakan banyak waktu karena waktu kami juga mepet. Kami harus bertemu lagi dengan klien baru nanti malam.


"Honey....?" Seorang pria menepuk pundakku dari belakang ketika mas Abhi sedang membeli sebuah jajanan yang aku mau, sedangkan aku sedang duduk di taman.


"Siapa, ya?" Aku megerutkan kedua alisku juga menyipitkan kedua matakku mengingat siapa pria yang menyapaku ini.


"Kamu gak ingat, ini aku Gunawan teman saat SMP kamu." Mataku langsung menjadi bulat seperti bola pimpong mulutku menganga ketika ku tahu bahwa ternyata pria ini pria yang aku kenal.


"Ooooh.... Hendra...! apa kabar ya Allah kok kamu bisa ada disini?" ucapku tanpa basa-basi.


"Iya, aku Hendra gunawan yang kamu kenal dulu. Bagaimana keadaan kamu?" tanya nya.


"Alhamduillah baik,"


"Kamu sedang apa disini, liburan?" tanya nya.

__ADS_1


"Nggak aku sedang ada bisnis disini...dengan suamiku."


"Oh sudah menikah,ya. Dapat bule kah? tanya nya.


"Nggak lah, Lokal tingting...."Kami pun tertawa lepas.


"Eh, kamu juga ngapain disini apa dapat bule?" tanyaku balik.


" Nggak lah, aku juga lagi ada mega proyek. Aku juga belum nikah kok,"


"Loh kenapa?" tanyaku.


"Belum ada yang cocok saja seperti kamu," aku terdiam ketika Hendra mengatakan itu.


Dulu aku mengenal baik Hendra Gunawan ini, ia anak yang cerdas dan aktif. Ia mendapat beasiswa ketika lulus di sekolah SMP. Banyak sekolahan yang merebutkannya untuk menjadikkannya mahasiswa pintar dan teladan. Kami sempat memulai hubungan saat itu tapi kemudian putus karena dengan alasan kami masih kecil. Tak di sangka kami di pertemukan kembali di sini.


Dia yang dulu kelihatan cupu dan culun selayaknya anak kutu buku. Kini berubah menjadi gagah tinggi putih dan fashionable.


"Halo..." ia mengibas- ibaskan tangannya agar aku segera tersadar dari lamunanku.


"Eh, maaf"


"Kamu sedang apa duduk disini?"


"Aku menunggu...." belum selesai ku jawab ia pamit karena terburu-buru.


"Eh, aku pergi dulu sudah lambat 10 menit nih. Nanti kita ketemu lagi yah," lalu ia pergi dengan terburu-buru.


"Hey....kenapa bengong gitu." Mas Abhi yang kemudian tiba dengan membawa cemilan dan juga es krim bertanya.


"Siapa dia?"


"Oh itu teman aku waktu smp,mas. Dia orang pintar dan baik, dulu ia culun banget sekarang bisa jadi gagah dan fashionable banget. Aku saja sampai kaget,"


"Gagah mana aku dengan nya?"


"Huh...?" pertanyaan mas Abhi membuatku ngelag sebentar.


"Te...tentu saja, mas." Jawabku.


Mas Abhi menyodorkan ice cream yang ia beli dengan cemilan lainnya. Kamipun duduk berdua di kursi taman itu sambil memandang burung-burung gereja yang sedang berkumpul seperti geng anak sekolah.


"Nanti kita ketemu klien lagi jam berapa, mas?"

__ADS_1


"emmmm, mungkin sekitar jam 8 malam karena dia juga sedang mengurus klien nya disini."


__ADS_2