Petualangan Cinta Honey Dan Abhizar

Petualangan Cinta Honey Dan Abhizar
Jatuh


__ADS_3

[ Jadi kita me time hari ini, atau besok aja? ]


Sebuah pesan WA dari Lia sedikit membuatku terbangun dari lamunanku kala itu di balkon kamarku.


[ Sepertinya gak bisa sekarang-sekarang, maaf yah ] Dengan emot icon memohon tak lupa ku tempelkan di akhir kalimat.


Tak lama Lia pun membalas pesanku.


[ Loh, kenapa. Aku kangen tahu di tambah mau tagih hak aku, ] balas Lia.


[ Oleh-oleh apa? ] aku memang tidak mempersiapkan oleh-oleh yang berarti untuk Lia sahabatku karena keadaan saat itu kami sedang buru-buru, hanya buah tangan saja dan juga cindera mata icon negara London yang aku dan mas Abhi bawa.


[ Apa kek, kasih aku makanan kek pelit amat sama teman ] tak Lupa emoticon menangis ia sematkan.


[ Tenang, udah aku siapin. Tapi nanti yah aku bener-bener gak bisa sekarang-sekarang ] lagi-lagi emoticon memohon ku sematkan di dalamnya.


[ Ok... ] Lia mengakhirinya, ada perasaan kecewa di hati Lia aku bisa merasakannya karena kami belum lagi ketemu.


"Kenapa melamun disini?" tanya mas Abhi yang tiba-tiba mengagetkanku.


"Eh, mas. Sudah pulang yah?"


"Hmm...,"


"Aisyah kemana, Han?" sebenarnya pertanyaan yang biasa dan wajar ketika ada satu tamu tiba-tiba tidak ada di area rumah. Tapi entah kenapa akunya yang sengsi atau gimana rasanya seperti di pancing oleh sesuatu dan tetiba mengingat tentang cincin yang hilang itu.


"Kalau mas peduli dengan Aisyah kenapa gak cari saja dia. Lagipula dia itu bukan anak kecil yang harus di jaga..!" Kini kedua bibirku terkatup dan monyong dengan alis di tekuk karena bete.


Mas Abhi yang melihat itu sempat kaget dan diam, tapi segera ia ubah dengan senyum manis.


"Waduh apa aku salah ngomong yah?"mungkin itu yang ada di fikiran mas Abhi ketika melihat reaksiku yang berlebihan.


Tok...tok...tok...


"Buka saja," celetuk mas Abhi sembari mendekati pintu kamar kami.


"Mas...," Aisyah datang dan melengos masuk.


"Ada apa, kamu dari mana tadi?" tanya mas Abhi. Aku yang melihat mereka seketika langsung berjalan mendekati mas Abhi, terlihat Aisyah mendelikkan pandangannya kepadaku.


"Tadi aku di kamar, tidur sebentar karena sedikit lelah."

__ADS_1


"Kamu sakit?" kecemasan muncul dari wajah mas Abhi saat mendengar Aisyah mengatakan itu.


"Hanya lelah saja, aku kemarin untuk meminta sedikit minyak angin gosok sepertinya aku sedikit masuk angin."


"Oh ada sebentar " Akupun pergi melangkah menuju laci di sebelah tempat tidurku dan mengambilnya.


"Ini, aku ingat saat kemarin abis pulang dari London mas Abhi membelikan ini untukku karena aku lemas waktu itu." Ku berikan minyak angin pemberian dari suamiku itu kepada Aisyah.


Nampak wajah sumringah dari Aisyah saat mendapatkan minyak angin itu.


"Kalau begitu aku kembali ke kamarku,"


"Han, bisa tolong antarkan Aisyah. Mas mau mengambil sesuatu dulu." Akupun mengangguk lalu mengajak Aisyah menuruni tangga perlahan ku pegangi pundaknya dari sisi dan ku papah tangannya.


"Nampaknya benar, Aisyah sakit."


"Kamu tidak apa-apa Syah?" tanyaku pasti. Aisyah saat itu tidak menjawab hanya senyum kecil tergambar terlihat dari sudut mataku.


"Aneh," bathinku. Tak lama terdengar pintu kamarku di atas terbuka sepertinya mas Abhi yang menyusul.


Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tiba-tiba saja Aisyah melepaskan peganganku dan dia jatuh terhempas dari tangga ke bawah. Aku yang melihat itu seketika kaget dan berteriak.


"Syah, kamu tidak apa-apa?" tak lama mas Abhi Menepis tanganku yang mencoba membangunkan Aisyah.


"Kamu tidak apa-apa Syah, bisa bangun?" mas Abhi lalu membantu Aisyah berdiri kemudian memapahnya ke dalam kamar.


"Aku gak apa-apa,mas. Tadi sepertinya Honey tangannya licin hingga tangannya terlepas saat membopohku turun. Terlihat rok dasternya Aisyah tersibak dan terlihat lutut yang memar, mungkin karena jatuh tadi.


"Maaf yah Syah, aku tidak sengaja tadi perasaan tanganku gak licin." Sambil ku berikan air minum yang ku ambil dari galon.


"Oh, ya udah mas. Kalau begitu aku mau istirahat saja, luka ini biar aku obatin."


"Benar gak apa-apa?" Aisyah pun mengangguk. Kemudian mas Abhi dan aku keluar dari kamar.


"Mas, aku benar-benar tidak sengaja. Perasaan tadi tanganku kuat membopong Aisyah," tanganku tidak berhenti bergetar dan mas Abhi mempersilahkanku duduk dan mengambilkanku air minum.


"Ya sudah, lain kali hati-hati kamu kan bawa orang." Aku seolah tak terima dengan ucapan mas Abhi sambil mengerenyitkan dahiku aku menjawab mas Abhi.


"Aku benar-benar sudah benar membopoh Aisyah barusan, hanya saja Aisyah yang mencoba melepaskan tanganku. Aku kira ada apa gak tahunya Aisyah..." belum lagi aku beres berkata mas Abhi juga mengerutkan dahinya menatapku seolah bercanda.


"Mas, apa aku setega itu?" saat itu aku berfikir bahwa mas Abhi tidak percaya akan penjelasanku. Mungkin karena dia berfikir karena aku tidak menyukainya kemudian aku melakukan hal yang tidak terpuji.

__ADS_1


"Ya sudah, maaf. Bukan maksud mas tidak percaya, lain kali hati-hati yah?" Aku tidak ingin perdebatan ini terus berlanjut karena itu aku hanya mengangguk kecil.


Ting....


Sebuah pintu apartemen terbuka, terlihat Andi datang sambil menenteng 2 file untuk di berikkan ke mas Abhi sepertinya.


"Wah, ngapain nih. Masih sore juga, mas ini file yang di kirim oleh Mr.Jorge sudah aku print." Andi meletakkan file itu di atas meja di depan kami.


"Ada Aisyah," ucap mas Abhi.


"Hah, mbak Aisyah?" mas Abhi mengangguk kemudian Andi melihat ke arahku


"Sejak kapan?"


"Tadi pagi," jawab lagi mas Abhi. Andi terdiam lalu melihat tanganku yang sedang di pegangi mas Abhi.


"Aisyah jatoh dari tangga," jelas mas Abhi lagi.


"Hah, jatoh kok bisa jatoh?" Andi terbelalak kedua matanya seolah tidak percaya apa yang baru saja ia dengar.


"Mas," terdengar panggilan dari dalam kamar bawah, Aisyah memanggil.


"Mas mau kemana?" tanya Andi.


"Sebentar aku lihat dulu mungkin Aisyah butuh bantuanku." Seketika Andi menghentikan mas Abhi yang berniat melangkah.


"Biar aku saja yang pergi, mas udah punya istri." Ucap Andi sambil melengos pergi kemudian membukakan pintu kamar tanpa di tutup kembali.


"Eh, Andi. Kapan datang kesini?" terdengar suara Aisyah yang menyapa akan kedatangan Andi. Tapi tak terdengar suara Andi yang menyahut pertanyaan dari Aisyah.


"Mas, aku mau ke bawah dulu beli saos cabai karena sudah habis. Aku mau bikin nasi goreng untuk makan malam," ucap Honey.


"Kita makan di luar saja malam ini, lagi pula besok kan kita mulai kerja lagi." Tawar mas Abhi.


"Ide bagus tuh. Kebetulan aku juga lapar nih," sambil memegang perutnya Andi menjawab.


"Kamu bagaimana Aisyah?" tanya mas Abhi.


"Boleh," jawab Aisyah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2