Petualangan Cinta Honey Dan Abhizar

Petualangan Cinta Honey Dan Abhizar
Kantor Suamiku


__ADS_3

"Hari ini aku mulai bekerja di kantor mas Abhi, suamiku," gumamku yang segera aku menyebut saat sadar.


Di depan kaca aku ber cermin, selayaknya pakaianku ke kantor, memakai setelan kemeja dan celana berwarna hitam dengan memakai sepatu ber hak 3cm warna hitam.


****


Flasback...


"Mas, apa aku harus di kerudung juga ya?" Tanyaku saat aku berada di salah satu toko branded yang ada si sebuah mall ternama.


"Bagusnya di pakai, kalau kamu belum siap gak apa-apa. Hanya saja kalau boleh jujur, tiap kali kamu keluar mas khawatir dan risih. Takutnya ada sesuatu hal yang membahayakan kamu di saat mas tidak ada di dekat kamu." Suara mas Abhi yang dalam sedikit di tekan karena malu. Aku yang melihat itu hanya tersenyum dalam hati melihat tingkah yang menurutku lucu.


***


Cekrek...


"Yuk, udah selesai?" tanya mas Abhi yang membuka pintu kamar dan bengong saat melihatku.


"Masya Allah," ucap mas Abhi. Dengan senyum sipu aku mendekati mas Abhi, "Aku sudah siap," ucapku.


Kami pun pergi menuju kantor mas Abhi. Ini adalah hari pertamaku masuk dan merasakan kantor pusat mas Abhi. Besar,.mewah, megah, bukan hanya bangunannya yang mewah, tapi para pekerja nya pun terlihat sangat rapi dan juga bersih, selain dari cantik dan tampan aura mereka terpancar keluar.


Mas Abhi menuntunku ke dalam. Entah hanya perasaanku atau bukan, saat aku mulai berjalan ke dalam ruang demi ruang, pintu demi pintu aku merasa mereka melihatiku dengan tatapan aneh atau entah bagaimana, tapi rasanya lebih horor ketibang di perhatikan mbak kun kun, rasanya serba salah dan jalanku seolah menjadi kaku, untung mas Abhi memapahki dengan baik.


"Mas,"


"Hmm?"


"Nanti pas perkenalan karyawan baru, jangan bilang aku istri mas, yah,"


"Kenapa?"

__ADS_1


"Pokoknya gak boleh,yah."


Mas Abhi tak menjawab, tak meng iyakan ataupun tidak, ia hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya.


Saat sampai di satu ruangan seluruh karyawan langsung berdiri menyambut mas Abhi yang tentunya bos mereka.


"Assalamu'alaikum, selamat pagi selamat bekerja. Perkenalkan perempuan yang sekarang berada di sampingku adalah karyawan baru, Namanya Honey, dia bekerja sebagai sekertarisku dan dia adalah istriku," Seketika itu juga para karyawan memasang wajah terkejut mereka. Entah mereka terkejut karena aku istrinya, atau karena jijik, tak ku pikirkan. Saat ini yang penting aku bisa bekerja dan menghasilkan uang banyak.


"Assalamu'alaikum, selamat pagi, mohon kerja samanya," Selesai memperkenalkan diri akupun di ajak masuk ke ruang sekertaris oleh mas Abhi.


Ruanganku dan mas Abhi sebenarnya dalam satu ruang hanya terhapang dinding kaca saja.


"Kenapa mas bilang aku ini istri mas tadi," celetukku yang sedikit kesal karena mas Abhi tidak mendengarkan ku.


"Tidak apa-apa, kan memang kamu istri mas." Aku tersenyum simpul karena malu campur senang juga, mas Abhi tidak segan-segan mengenalkanku kepada para pegawainya nya.


"Memang mas tidak malu mengenalkanku sebagai istri mas kepada semua karyawan yang ada di sini?" tanyaku.


"Loh, memangnya apa yang harus di malukan, memang nyatanya kamu istri mas, kan." jawab mas Abhi.


Mas Abhi tersemyum simpul." Memang nya kenapa kalau sikap mereka men specialkan istri bos nya tidak ada salahnya, malah bagus dong kalau begitu, berarti mereka tahu diri dan tau kalau ada yang menjahatimu karir nya terancam," gelak tawa mas Abhi mewarnai ruangan kerjanya. Aku yang tak tahu harus jawab apa hanya semakin memerah saja wajahku bak udang rebus, malu.


"O'ya mas, data dan kegiatan apa saja yang harus aku lakukan, boleh minta data-data bekas sekertaris mas sebelumnya?" tanyaku tak ingin lagi membahas soal tadi.


"Kamu buat jadwal baru saja, tak ada jadwal dan catatan kegiatan sebelumnya." Ucap mas Abhi seraya duduk sofa tempat menerima tamu.


"Loh, kok bisa. Kalau begitu sekertaris mas dulu kerjanya apa dong kalau gitu, makan gaji buta,"


"Dari dulu sampai sekarang, mas memang belum dan tidak pernah mau menggunakan sekertaris." jawab mas Abhi sambil menepuk-nepuk sofa sebelahnya agar aku duduk.


"Kenapa?" tanyaku yang masih penasaran.

__ADS_1


"Tidak mau saja, lagipula risih kalau ada sekertaris di sekitar. Dulu sebelumnya ada, orang tua mas Abhi yang mempekerjakannya. Tapi setelah mas yg mengurus kantor ini, tidak ada sekertaris lagi. Kecuali di cabang lain, ada yang mengurus itupun laki-laki." jelasnya.


"Berarti kalau begitu aku tidak di perlukan sebenarnya oleh kantor ini," kini ku pasang wajah kekecewaan.


"Tentu perlu, memang 2 bulan ini mas sedang mencari sekertaris untuk meng handle sebagian pekerjaan mas. Kebetulan sekali kamu ingin bekerja dan terus memaksa, jadi kenapa tidak istri mas sendiri yang bekerja dengan mas dalam satu ruang dan satu kantor," mendengar kata mas Abhi memudarkan wajahku yang tadi sempat kecewa.


"Kalau begitu aku mau ke ruanganku takut nanti ada yang menelpon dan ada perlu ke pak bos yang ada di hadapanku ini," sambil bersiap melangkah, mas Abhi menarik tanganku membuatku menoleh.


"Hmm, ada apa?" tanyaku. Mas Abhi terus menatapku tanpa menjawab, tiba-tiba saja jantungku mulai berdegup tak beraturan.


"Apa yang akan di lakukan mas Abhi, apakah mas Abhi akan mengecupku karena waktu itu tidak jadi?" gumamku dalam hati.


"Ataukah...., ah tapi kami sudah ada kesepakatan." gumamku lagi dalam hati.


"Selamat bekerja di hari pertama, semoga kerasan dan semangat," ucap mas Abhi membuatku sedikit down karena tak sesuai apa yang ada di fikiranku.


"Ba, baiklah kalau begitu, aku pergi dulu ke ruanganku." Akupun pergi ke ruanganku, hanya terhalang dinding kaca saja, aku bisa melihat kegiatan mas Abhi begitupun mas Abhi, bisa melihatku melakukan apa saja."


"Huuh," aku menghela nafas saat ku mulai duduk.


"Meja nya masih kosong, hanya tersedia tempat bopoin dan juga catatan kosong, bagaimana bisa aku bekerja sedangkan bolpoin saja tidak ada. Apa aku ajak mas Abhi belanja kebutuhan sekertaris yah, bahkan laptop pun untuk menyimpan data-data dan file juga tidak ada." fikirku.


Ku lihat Mas Abhi sudah mulai membuka-buka file-file yang menumput di meja kerjanya.


"Aku mulai bekerja," ku kirim pesan keapada Lia.


" Wah, bagaimana kerasan?" balas Lia.


"Belom, masih kaku. Aku disuruh duduk saja dulu jangan dulu bekerja sama mas Abhi. Tapi gk enak," kataku.


"Enak dong nanti makan gaji buta,hehehe..." ledek Lia.

__ADS_1


"Enak saja, emangnya aku tipe orang seperti itu. Pantang bagiku memakan gaji buta, kamu tahu aku dari dulu." ku sematkan emot icon marah pada Lia.


"Iya,iya gue tahu kok,hehehe..." balas Lia.


__ADS_2