
Abhi perlahan berjalan menyusuri tangga di Cafe itu, tangannya menggenggam sebuah botol Aqua. Terdapat Rian disana yang memperhatikan Abhizar berjalan ke atas. Dia merasa pernah bertemu dengan pemuda ini tapi dimana, apakah di cafe ini?. Lamunan Rian tersentak oleh kadatangan manager Cafe tempat Honey bekerja dulu.
"Rian, kenapa diam saja antarkan es batu ini ke meja tempat duduk bapak itu," perintah pak Yanto yang menjadi manager cafe itu. Rian mengangguk kemudian segera mengambil es batu untuk menyegarkan tenggorokkannya yang haus.
Pak Yanto berjalan duluan setelah itu diikuti oleh Rian dari belakang.
Sementara Abhi sedang asyik mengingat kembali kejadian saat ia bertemu dengan seseorang yang penting bagi hidupnya saat ini yakni yang menjadi istrinya sekarang Honey. Kesan pertama ia melihat wanita sembrono yang menabrak pelanggannya tanpa melihat ke arah wajahnya adalah kesan yang menurut Abhi adalah bahwa Honey wanita baik-baik.
Sebenarnya sebelum insiden tabrakan itupun Abhi sudah pernah melihat Honey saat itu sedang berbincang dengan seorang lelaki yang memintanya untuk balikkan. Saat itu Abhi sedang mengontrol Cafe nya dan kebetulan sedang duduk di atas saat Honey mulai menghirup udara segar pda pagi hari.
Lamunan nya tersentak akan kedatangan pak Yanto dan Rian ke hadapannya.
"Selamat siang,pak. Sudah lama bapak tidak berkunjung ke sini. Bagaimana dengan keadaan bapak?" Senyum merekah dengan wajah yang ramah pak Yanto menyapa.
"Alhamdulillah, baik. Selamat siang juga. Ia saya baru saja sempat nengok kemari karena ada kerjaan sekalian mampir kesini." Abhi pun membalas senyum kepada pak Yanto dan juga Rian yang sedari tadi ada di belakang pak Yanto.
Rian yang tersadar buru-buru memberikan es batu yang sedari tadi berada di nampannya. "Ini pak, silahkan," ucap Rian. Abhi membalas dengan anggukkan seraya tersenyum, Rian pun demikian ia membalas senyum dengan rasa kikuk.
"Ya sudah terima kasih banyak," ucap Abhi singkat kemudian Rian pun kembali ke posisinya setelah memohon pamit.
Sedangkan pak Yanto yang menyambut kedatangan Abhi masih asyik duduk di sebelah Abhi.
"Sepertinya mendesak sekali, pak Abhi mau pesan meja untuk berapa orang biar saya siapkan." Ucap pak Yanto agar bisa memastikan berapa tamu yang akan datang.
" Tidak usah repot hanya bertiga saja dengan saya, dia sekarang sedang menemui temannya dulu sebentar lagi Mr.Jorge akan kemari."
"Oh baiklah."
Pak Yanto adalah seorang yang biasa sebelum bertemu dengan Abhi. Pak Yanto mengawali karirnya sebagai pedagang asongan di jalan raya, ia akan menawarkan dagangannya kepada setiap pengemudi yang terjebak oleh lampu merah. Pak Yanto berjualan seperti aqua, rokok, tisu, dan lainnya. Usia pak Yanto tak begitu muda tak juga begitu tua, sekitar 56 tahunan. Alasan Abhi memberikan kepercayaan kepada pak Yanto adalah karena sebelumnya pak Yanto Abhi tawarkan bekerja di pondok pesantrennya dan mengurus keuangan disana.
Selama 3 tahun lamanya ia mampu dengan baik dan amanah mengelola ke uangan untuk para santri lelaki disana. Karena alasan itulah Abhi mempercayakan juga cafe ini kepada pak Yanto dan alhamdulillah pak Yanto pun mampu me manageri cafe ini dengan baik.
__ADS_1
Saat di ketahui bahwa Honey menjadi salah satu karyawan di cafe ini, Abhi pun meminta agar pak Yanto merahasiakannya. Bahkan pak Yanto tidak mengetahui kalau istri Abhi adalah Honey mantan karyawannya sendiri.
"Panggil saya Abhi saja,pak."
"Mana bisa saya memanggil pak Abhi dengan sebutan nama saja itu namanya tidak sopan." Abhi tersenyum kemudian menuangkan air aqua yang sedari tadi ia bawa.
"Kalau ada waktu nanti saya kenalkan pak Yanto dengan istri saya," kata Abhi di balas dengan senyum dan anggukkan dari pak Yanto.
Drr...drr...drr...
[K...A...N...G...E...N...kangen, mas dimana?]
Sebuah pesan WA dari istrinya, Honey telah Abhi baca. Abhi menyeringai senang ketika membaca sebuah oesan dari orang terkasihnya itu.
"Sebentar ya pak," kata Abhi kepada pak Yanto.
"Oh silahkan di teruskan saja. Kalau begitu saya permisi,pak." pak Yanto pun memohon undur diri dari obrolan.
Bergegas Abhi bangun dan memencet tombol hijau untuk meng Calling istrinya.
"Assalamu'alaikum..." senyum manis terkembang di wajah Abhi. Sebentar sepi kemudian Honey menjawab salam dari suaminya itu.
"Wa'alaikum salam," singkat.
"Ada apa, Han?" goda Abhi.
"Gak ada apa-apa, hanya saja calon debay tiba-tiba saja kangen calon ayahnya ini," ucap Honey menyembunyikan gengsinya hingga membuat Abhi suaminya menutup mulutnya karena tertawa.
"Beneran,ih..." kukuh Honey.
"Iya, iya... kenapa calon debay?" goda Abhi.
__ADS_1
"Calon ayah sekarang ada dimana posisinya, apakah sudah dengan Mr. Jorge?" tanya Honey yang katanya itu dari calon debay nya.
"Calon ayah ada di suatu tempat terindah. Tempat yang menjadi sejarah di dalam kehidupan calon ayahmu ini,nak."
"Hah, dimana itu. maksudnya calon ayah ada di museum?" tanya Honey polos.
"Hahahaha..., ya bisa di bilang begitu." Abhi terkekeh mendengar tebakan dari istrinya itu.
"Kenapa tertawa?" rajuk Honey.
"Aku kangen..." ucap Abhi tiba-tiba membuat Honey terdiam. Abhi tidak mengetahui perasaan tambatan hatinya saat ini di apartemen. Jantungnya serasa berdebar hebat, ia merasakan sensasi jatuh cinta lagi, mendengar ucapan dari suaminya Abhi, Honey seperti ingin salto dan jingkrak-jingkrak di atas kasur.
"Aku juga kangen," balas Honey.
Omong kosong bagi sebagian orang tapi tidak untuk dua sejoli yang sedang di mabuk asmara ini. Jantung Abhi serasa tertahan dadanya sesak. Nafasnya tetiba terengah, seolah ingin cepat pulang dan memeluk istrinya itu, tapi seorang laki-laki seperti Abhi sudah terlatih untuk dapat menahan rasanya kepada lawan jenisnya.
"Sedang apa disana, sudah makan?" tanya Abhi.
"Tadi pagi sudah, cuman aku mau ngemil dan jalan-jalan ke mall mengajak ibu mumpung ibu disini, boleh yah please." bujuk Honey, ternyata benar dugaan Abhi bahwa istrinya itu memang ada maunya. Terlepas dari itu Hieny istrinya mengatakan kangen atau tidak dengan sungguh-sungguh tetap saja Abhi merasa terpancing hatinya untuk menyambut kekasih hatinya itu.
"Tunggu mas pulang, nanti mas antar."
"Disini kan ada pak Tarno,mas."
"Mas gak lama disini, paling juga kalau gak besok lusa sudah pulang. Nanti mas nginep dirumah ibu dan bapak saja,"
"Ya harus, masa di hotel mau sama siapa di hotel...!" tukas Honey.
"Iya... ya sudah Mr. Jorge sudah sampai, nanti mas telepon lagi ya. Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikum salam..." Abhipun menutup telponnya setelah menunggu istrinya mematikan ponselnya. Kemudian menyambut kedatangan Mr. Jorge.
__ADS_1
*Sedangkan di apartemen
"Aahhhh.....kalau bukan karena mas Abhi dan juga calon debay aku sudah pergi ke mall...huhuhu..." kesal Honey saat menutup telponnya ia kembali memangku kedua lututnya di sofa. Ibu Honey hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak cikalnya itu.