
Ketika kau menengadah ke atas, lihatlah langit malam yang luas. Gemintang, bulan, bahkan planet bertaburan di sana. Indah. Semuanya nampak begitu berkilauan di langit kelam. Tentu itu yang kalian saksikan dari tempat kalian berpijak, bukan?
Mari berandai-andai bila kalian memiliki kemampuan untuk menembus atmosfer bumi dan melihat semua itu dari tempat kalian berpijak. Apa yang terdapat di sana?
Lihatlah ruang angkasa tanpa batas, di mana sejauh mata memandang hanya ada warna kelam. Tanpa bisa diketahui sampai mana ujung dari ruang tersebut. Para ilmuwan mengatakan bahwa mungkin ada ujung dari ruang angkasa. Meski itu masih sebatas teori.
Dulu sekali, sebelum tata surya tercipta. Konon ada benda langit yang merupakan 'inti' dari semua benda langit yang ada di masa kini. Benda langit tersebut kemudian meledak dan itulah apa yang kita sebut sebagai Big Bang.
Hasil dari ledakan tersebut, salah satunya adalah apa yang kita sebut sebagai sistem galaksi. Tentunya tidak hanya satu, apalagi dua. Jumlahnya konon melebihi dari apa yang kita tahu saat ini berdasarkan informasi dari para ilmuwan.
__ADS_1
Di dalam galaksi tersebut, terdapatlah sistem tata surya yang merupakan awal dari cerita ini bermula. Di awali dengan berubahnya sosok hangat sang Mentari—yang merupakan pemberi kehidupan bagi anak-anaknya (planet, bulan, asteroid, dan lain-lain), menjadi sosok yang tiran, hingga petualangan planet ke delapan dari tata surya di mayapada.
Para benda langit ini memiliki tugas, melindungi makhluk bumi dari antek-antek Mentari. Pun dari kejahatan benda langit lain yang silih berganti datang ke bumi dengan tujuan buruk.
Mereka semua memiliki wujud manusia—yang awalnya adalah pemberian dari Mentari, untuk memudahkan pada saat menjalankan kewajiban mereka. Dengan kemampuan berbeda dengan manusia pada umumnya. Jua mewakili kekuatan alami tubuh utamanya masing-masing.
Bagaimana dengan tubuh asli mereka sebagai planet ataupun benda langit lainnya? Mereka tetap ada di ruang angkasa sana. Tetap pada posisinya masing-masing tanpa saling bersinggungan satu sama lain.
Mereka dalam wujud manusia diberkati hidup panjang dan nyaris abadi. Ya, nyaris abadi. Karena keabadian mereka hanya berlaku bila mendapat serangan dari makhluk bumi.
__ADS_1
Ralat, makhluk kasar tepatnya. Karena makhluk astral ataupun makhluk lain yang menurut kalian hanya ada dalam dongeng, mampu mempengaruhi kehidupan mereka.
Luka yang disebabkan oleh makhluk bumi tiada berpengaruh pada mereka—makhluk celestial. Namun akan berdampak besar bila yang melakukan adalah makhluk celestial jua.
Luka berat yang mereka terima dari makhluk celestial dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Sedangkan bila mereka mati dan kehilangan wujud manusianya, mereka tak akan bisa memiliki wujud tersebut kembali.
Kisah ini akan berfokus pada pengejawantahan dari Neptunus. Bagaimana ia datang ke bumi, petualangannya, dan juga suka duka saat menghabiskan waktu bersama makhluk bumi yang disebut sebagai earthlings.
Ia seorang yang kompleks, rumit bila dijabarkan satu per satu tentangnya. Namun kalian akan paham bila memahami bagaimana kehidupannya selama di bumi.
__ADS_1
Di sinilah semuanya akan dimulai. Mimpi buruk seseorang, tragedi, ketakutan, bahkan hal-hal yang tak masuk akal akan terjadi dalam kisah ini.
— bersambung