
❝тυвυн ιиι ∂ι¢ιρтαкαи σℓєн 𝕭𝖚𝖓𝖉𝖆. 𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐭𝐮, 𝐝𝐚𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐤𝐮 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝒾𝓃𝒹𝒾𝓋𝒾𝒹𝓊 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐥?❞
Jika ditanya apakah pernah Elliot mendapatkan sebuah kebohongan, jawabannya pernah. Sejauh Neptunus—Elliot maksudnya, mampu mengingat di sekian miliar tahun hidupnya, tidak terhitung berapa banyak kebohongan yang ia terima.
Mari kilas balik ketika Elliot diberikan wujud manusia oleh sang bunda, Mentari.
Bundanya mengatakan bahwa dengan memiliki wujud tersebut, Elliot akan bisa menjelajahi ruang angkasa tanpa khawatir meninggalkan orbitnya.
Elliot yang waktu itu masih muda mempercayai kata-kata sang Bunda. Elliot terkadang membuat ulah, ia pernah meninggalkan orbitnya secara tak sengaja karena terlalu jauh menjelajahi galaksi lain.
Saudara-saudaranya marah, namun tidak dengan bundanya. Sang bunda tetap berlaku lembut padanya. Tidak ada terbersit pun kemarahan di wajahnya. Itu yang membuatnya percaya bahwa sang bunda adalah yang terbaik. Tapi—
⟨Neptunus! Ayo, lari! Apa lagi yang kau tunggu?!⟩
Suara kakak-kakaknya menyentaknya ketika Elliot terpana melihat Bundanya murka saat itu. Lidah api menjilat-jilat dan memancar ke segala penjuru. Menghancurkan beberapa benda langit yang ada di dekatnya.
__ADS_1
"T-tapi, kak...."
Sungguh Elliot ragu. Apakah selama ini Bundanya berbohong pada mereka? Bundanya tidak mencintai mereka?
⟨Mentari bukan lagi Bunda kita, lupakan!⟩
Tangan kakak-kakaknya menariknya menjauh dari amukan sang surya. Melindungi diri dengan cara menjauh dari orbit.
Kemudian setelahnya Elliot dan kakak-kakaknya terpisah saat turun ke bumi. Di era yang berbeda dan di tempat yang berbeda pula.
Neptunus mati-matian untuk beradaptasi dengan para penduduk bumi. Bahkan ia memakai nama aliasnya, Elliot. Hidup sekian ratus tahun lamanya dengan membohongi mereka bahwa ia sama dengan mereka.
Namun natur tidak bisa berbohong. Orang-orang sekitarnya menua, kemudian mati. Sementara Elliot tak akan pernah bisa menua kendati ia masih bisa mati. Itupun ia hanya bisa mati di tangan Mentari ataupun benda angkasa lainnya.
Bohong. Kebohongan. Dibohongi. Membohongi. Seolah hal tersebut sudah menjadi hal biasa dalam kehidupannya kini. Ia ingin percaya sekali lagi pada bundanya. Kendati sang Bunda tidak menginginkannya.
__ADS_1
Elliot ingin percaya pada para earthling, kendati mereka membohonginya dengan berbagai tipu muslihat. Bukannya sekali dua kali ia mengalaminya. Selama ratusan tahun, ia terus-menerus mengalami hal tersebut.
Sang bentala kadang lelah dengan semua kebohongan, lelah dibohongi, lelah membohongi. Tapi, apakah semuanya akan lebih baik? Tidak.
Meskipun jujur lebih baik, namun ia tidak akan dipercaya pula. Sudah naturnya earthling seperti itu.
Earthling tidak akan menerima makhluk lain di sekitar mereka. Itu yang ia tahu.
Meskipun pada kenyataannya mereka jua memusnahkan sesamanya yang memiliki perbedaan dengan diri mereka. Hingga kini bohong selalu menjadi bagian dari kesehariannya.
Mungkin, suatu saat nanti. Elliot akan jujur pada mereka. Jujur pada dirinya sendiri. Walaupun pahit yang akan ia terima, namun itu setidaknya akan terasa lebih baik.
Namun entah sampai kapan, ia akan berlaku seperti sekarang. Elliot sendiri sudah muak berbohong. Ia ingin jujur. Tidak lagi berbohong, membohongi, atau menjalani hidup penuh dengan kebohongan.
Kehidupannya yang nyaris abadi ini terasa dingin, hampa, dan membosankan. Seperti apa yang terjadi di kilas balik kehidupannya.
__ADS_1
—bersambung