Planetes

Planetes
3. x. Masked Girl


__ADS_3

Arcturus nampak gembira karena serangannya tak akan bisa dielakkan oleh Elliot. Namun, siapa sangka jika Elliot sempat membuat pelindung berbentuk dinding es yang cukup tebal untuk menghalau serangan Arcturus.


"Heh, rupanya aku sudah meremehkanmu!" Arcturus pun mendecih.


Napas Elliot nampak terengah-engah. Arcturus memang lawan yang tak bisa disepelekan. Bisa dilihat dari betapa gigihnya pria berambut merah itu melawannya.


[Sebegitu protektifnya kah Arcturus terhadap Clarissa? Tapi dari apa yang saya dengar dari Kazuto-san, dia ingin membunuh Clarissa. Apa ini artinya ia berniat mengakhiri semua ini sendiri?] Elliot kembali membatin.


"Kenapa kau melarang saya mendekati Clarissa?" Elliot pun akhirnya bertanya.


"Karena ia adalah milikku."


"Sekalipun kau adalah kakaknya, bukankah itu artinya kau ikut campur dalam permasalahan pribadinya?" Elliot tidak berhenti bertanya pada Arcturus. Membuat pria itu mendengus sebal.


"Cih, tidak kau, tidak anakmu. Sama saja. Sama-sama bawel dan hobi menggurui aku." Arcturus mengacak rambutnya frustrasi. "Aku yang akan mengakhiri penderitaannya dan bukan kau. Kau tak akan mampu menolongnya."


Elliot dapat melihat adanya kebencian di dalam sorot mata Arcturus. Ya, kebencian yang ditujukan padanya.


"Kau ingin membunuhnya?" kembali Elliot bertanya. "Kenapa?"


"Kenapa kau bawel sekali?" Arcturus makin jengkel. "Karena aku memang sudah ditakdirkan demikian. Sejak aku menerima jiwa Perseus."


Ain kembar Elliot membola. Perseus adalah orang yang berhasil membunuh Medusa di masa lalu. Apakah tragedi itu akan terulang lagi?


"Kenapa harus membunuhnya? Apakah tidak ada cara lain?"


Elliot tidak berharap jiwa Clarissa harus melayang dalam perseteruan panjang ini. Terlebih karena adanya ritual bodoh penyatuan Medusa dengan jiwa gadis itu, Elliot semakin sulit menolong gadis itu.


"Apakah kau berharap memisahkan Chylara dari tubuh Clarissa? Itu mustahil, Elliot. Sama saja seperti kau mencoba memisahkan bayi kembar siam dengan satu jantung. Saat kau mencoba memisahkannya salah satunya akan mati, atau bisa jadi dua-duanya akan mati. Tidakkah kau berpikir hingga ke sana?"


Penjelasan Arcturus membuat Elliot tertegun. Ia pun berpikir, bagaimana caranya agar bisa menyelamatkan gadis yang ia sukai. Arcturus melihat kelengahan Elliot sebagai kesempatan untuk menyerang dan gerakannya terhenti ketika mendengar teriakan marah seorang pria di dekatnya.


『APA YANG KALIAN LAKUKAN DI WILAYAHKU?!』


Elliot tersadar dari lamunannya dan menoleh ke sumber suara. Nampaklah sosok Muraki Kazuto yang sepertinya tengah marah besar.


"Kazuto-san," Elliot menundukkan kepalanya.


Kazuto menoleh ke arah Arcturus dan menggegat giginya. Kemarahan nampak jelas di raut wajah dan sorot matanya.


『Rasanya aku sudah pernah bilang padamu bahwa tempat ini terlarang untuk kau kunjungi, benar? Apa kau dungu dan tuli?』sarkasmenya Kazuto pun keluar dan menghujam Arcturus. 『Bahkan kau sampai menyerang Elliot, apa yang sebenarnya kau pikirkan, hah?!』

__ADS_1


Mendengar itu, Elliot menyadari bahwa Arcturus memang di banned dari tempat ini. Elliot pun dapat melihat bahwa Kazuto benar-benar tidak menyukai kakaknya Clarissa ini. Sepertinya ini cukup mengingatkan dirinya agar tidak macam-macam dengan Kazuto.


"Aku hanya memberinya pelajaran." Arcturus membela diri. "Bahwa tidak seharusnya ia mendekati apa yang jadi milikku."


『Clarissa bukan barang, b*ngs*t!』Kazuto tidak bisa menahan diri untuk tidak menendang perut Arcturus hingga pria itu hampir memuntahkan isi perutnya. 『Berani sekali kau berkata begitu di saat kau sudah memiliki istri. Elliot mendekati Clarissa adalah suatu kewajaran dan kau melakukan ini untuk Clarissa adalah suatu keabnormalan! BEGO!』


Sepertinya memang benar jika tidak membuat Kazuto marah adalah pilihan terbaik. Elliot di sini hanya terpana melihat Arcturus yang dirundung habis-habisan oleh gurunya Clarissa ini.


"Memangnya kenapa? Clarissa tetap adikku," kembali Arcturus membela diri.


『Dia bukan adik kandungmu dan kau tidak berhak melakukan itu untuknya. Memangnya siapa kamu berhak melarang siapapun mendekati Clarissa?』Kazuto menekankan kalimatnya, membuat Arcturus kehabisan kata-kata. 『Sebaiknya kau segera pergi dari sini sebelum aku membunuhmu, Arcturus.』


Arcturus pun segera pergi dari tempat itu setelah sebelumnya melontarkan ancaman pada Elliot. "Ingat kalau urusanku denganmu belum selesai, Le Verrier."


Elliot tidak melepaskan tatapannya pada Arcturus hingga bayangan pria itu menghilang di tikungan. Kazuto menghampiri Elliot dan nampak cemas.


『Elliot, kau baik-baik saja? Ada yang terluka?』


"Saya tidak apa-apa, Kazuto-san. Tenang saja." Elliot melihat luka-lukanya yang tidak seberapa di tangan dan kaki. "Anu, kenapa Arcturus sebegitunya melarang siapapun mendekati Clarissa?"


『Akan kujelaskan di dalam. Sebaiknya aku mengobati luka-lukamu dulu.』Kazuto memberi isyarat pada sang bentala agar mengikutinya.


『Perseus sudah menyatu dengan dirinya, karena itulah ia jadi terobsesi terhadap apapun yang pernah hadir dalam hidupnya. Termasuk Clarissa. Kalau dikatakan Sister Complex, tapi ia berniat membunuh Clarissa dan bukan melindunginya. Mungkin ia sudah berubah menjadi maniak.』Kazuto menjelaskan pada Elliot sembari membalut luka-luka Elliot. 『Dari pada aku menyerahkan muridku pada baj*ng*n itu, aku lebih mempercayakannya padamu. Aku tahu kau akan melakukan yang terbaik untuk Clarissa.』


Elliot mendengarkan perkataan Kazuto dengan seksama. Rasa-rasanya obsesi Arcturus tidak normal. Namun, ia sendiri kepayahan dalam mengatasi semua serangan Arcturus.


[Andai 2 atau 3 kekuatan saya kembali, saya pasti bisa mengimbanginya,] Elliot pun membatin.


『Nah, sudah selesai. Kusarankan kau jangan bertindak gegabah, Elliot. Kekuatanmu belum pulih sepenuhnya, kan?』Kazuto menatap dalam sang pengejawantahan Neptunus.


"Err, memang belum semuanya, sih..." Elliot memainkan jemarinya. "Andaikan 2 atau tiga kekuatan saya kembali, mungkin saya bisa mengimbangi Arcturus...."


Kazuto menghela napas kasar. 『Bisa mengimbanginya, bukan berarti itu cukup untuk menerabas masuk ke Asosiasi, bodoh!』Kazuto menggeplak kepala Elliot. 『Menolong Clarissa keluar, artinya kau harus bisa menghancurkan Asosiasi itu. Tapi, kupikir kemampuanmu masih kurang untuk menghancurkan sistem keamanan Asosiasi berusia 2000 tahun itu.』


Kazuto menjeda sembari membereskan peralatan P3K-nya. 『Bahkan Asosiasi itu digadang-gadang memiliki keamanan yang tak akan hancur walau dunia kiamat.』


Mendengar itu, Elliot makin tidak tenang. Ia pikir, Arcturus sudah selevel dengan penyihir dari Asosiasi. Ternyata dugaannya salah besar.


"Anu, Kazuto-san. Kalau begitu kita harus bagaimana?"


『Sementara waktu, kau tinggallah di sini. Jangan keluyuran semaumu. Ingat! Kau pun buronan Asosiasi.』Kazuto memperingatkan Elliot akan status dirinya.

__ADS_1


Tentu saja Elliot sadar bahwasanya ia pernah kabur dari tempat itu dulu. Itupun sangat sulit karena ia mengandalkan kutukannya. Andaikan ia ditangkap sekali lagi, belum tentu ia bisa kabur seperti dahulu.


Suara langkah yang mendekat membuat Kazuto dan Elliot bersiaga. Pasalnya, sedari tadi mereka tidak merasakan presensi siapapun usai Arcturus pergi.


Begitu sosok itu mulai terlihat, Kazuto dan Elliot menurunkan kuda-kudanya. Rupanya Clarissa yang datang. Meski Elliot dan Kazuto nampak heran karena gadis itu datang tanpa menggunakan samaran pria.


"Guru? Elliot? Ada apa? Kok kalian nampak tegang?" Clarissa bertanya dengan ekspresi keheranan tergambar di roman wajahnya.


Elliot tersadar dari keterpanaannya dan bertanya. "Kok tumben kamu tidak menyamar menjadi pria lagi?"


Clarissa nampak merengut dan menyikut perut sang bentala. "Memangnya kenapa kalau aku ingin pakai sosok asliku begini? Ada yang larang?"


Elliot meringis dan menjawab pelan. "Err, tidak, sih. Cuma agak pangling saja."


『Clarissa, kau baik-baik saja? Apakah orang-orang Asosiasi menyakitimu?』Kazuto langsung bertanya pada intinya.


"Mereka sempat ingin menghukumku, sih." jawab sang gadis penyihir dengan tenang. "Tapi, mereka menelisik hasil kerjaku dan hukumanku ditiadakan!"


Kazuto merasakan ada yang aneh dengan Clarissa, namun ia menyimpan kecurigaannya. Tidak ingin menghancurkan suasana.


『Baguslah.』Kazuto berpura-pura tak tahu apa-apa. 『Kau istirahat saja dulu, aku akan siapkan makanan untuk kalian.』usai berujar demikian, Kazuto beranjak menuju ke arah dapur.


Clarissa tersenyum ke arah Elliot dan menatap lembut pria dengan 14 anak itu. Elliot nampak heran karena tak biasa-biasanya Clarissa seperti itu.


"Adakah sesuatu yang membuatmu seceria itu, Clarissa?" tanya Elliot bingung.


"Aku senang bisa bertemu denganmu lagi, Elliot." Clarissa menjeda perkataannya. "Kali ini aku akan melanjutkan untuk menolongmu melepaskan kutukan-kutukan itu."


Elliot melonggarkan kewaspadaan dan kuasanya terukur untuk mengusap lembut pucuk kepala sang gadis. Senang rasanya melihat gadis yang ia cintai baik-baik saja.


"Syukurlah, Clarissa. Saya pun turut senang." lantas Elliot memberikan kunci motor pada sang gadis. "Ini, saya kembalikan."


Clarissa mengulum senyum dan menerima kuncinya. "Padahal kau tak perlu mengembalikannya secepat ini juga, El."


Selagi Elliot dan Clarissa bercakap-cakap, Kazuto memperhatikan dari jauh. Ada yang aneh dari muridnya itu. Tentu saja. Bahkan Elliot tak menyadari bahwa tato segel di leher Clarissa telah berubah coraknya.


Sebagai orang yang merawat Clarissa semenjak gadis itu diserahkan padanya, Kazuto tentu saja paham apa yang aneh. Clarissa seolah memakai topeng yang lain dan bersikap tak semestinya.


{Hati-hatilah, El. Kalau kau mengendurkan kewaspadaanmu, bisa jadi kaulah yang akan menjadi mangsa Medusa dan Asosiasi. Entah jebakan apa lagi yang mereka siapkan.} Kazuto membatin.


Ia akhirnya memutuskan untuk mengawasi setiap pergerakan Clarissa. Karena Kazuto memiliki firasat, Elliot akan berurusan lagi dengan Asosiasi setelah ini.

__ADS_1


__ADS_2