
Ryan masih terengah-engah, ia tidak menyangka akan mengeluarkan energi sebanyak ini. Yah, biasanya ia memang jarang ーsekaliー memakai Mystic Eyes miliknya, karena penggunaannya itu. Memakan energi yang tak bisa dibilang sedikit.
"Hahh ... hahh ... Istirahat dulu sebentar ..." tenggorokannya sampai tercekat begini, ia jadi membayangkan setelah ini akan bagaimana dalam membasmi makhluk-makhluk supernatural ini.
"Setelah ini apa?" tanyanya setelah nafasnya sudah kembali seperti semula. Ryan melihat daftar kertas lagi, ia mencoret yang bagian Charlotte's Web. "Aku masih bisa satu lagi ... sepertinya."
Ryan tidak mau membuang-buang waktu juga. 12 kutukan itu banyak, jika satu persatu bisa-bisa menghabiskan banyak waktu. Belum tentu ia akan di sini terus, tergantung perintah Asosiasi ia akan di tempatkan di mana lagi.
"Sekarang ... kita lakukan Devil's Mirror."
Ryan menunjuk ke arah list nomor 7. Yang menyebabkan Elliot tidak bisa menggunakan kekuatan supranatural miliknya.
"Kita masih bisa menggunakan tempat ini lagi ... tinggal mencari mencari cermin. Lalu ... " Ryan melihat ke arah jam tangan miliknya, "Sebentar lagi mau jam 10 malam. Kurasa waktu yang tepat."
Elliot mendengarkan ucapan gadis yang tengah menyamar sebagai lelaki di depannya. Lantas ia mengeluarkan sesuatu dari saku pakaiannya. Dua batang lilin berwarna biru dan merah. Langsung saja menyodorkannya pada Ryan.
"Sebelum memulai, bakar lilin warna biru. Itu akan memulihkan Mana milikmu." ucap sang bentala dengan wajah serius. "Jangan tanya saya apa ini, saya akan jelaskan saat kau sudah menjalankan ritual tersebut," ia menambahkan.
Devil's Mirror. Elliot tak boleh ikut serta dalam ritual ini. Jika melanggar, bukan cuma dirinya yang dalam bahaya. Ryan juga akan kena batunya.
"Kalau kau sudah melakukannya, gunakan cermin ini."
Entah sejak kapan Elliot menyediakan cermin berukuran bingkai foto yang cukup besar. Namun, itu bukanlah cermin biasa. Sebab di balik cermin itu terdapat lambang Neptunus.
"Padatan kekuatan saya yang tersisa. Kurang lebih akan mengurangi penggunaan mana berlebihan untuk memusnahkannya. Cermin ini akan mengurangi kekuatan setan yang muncul dalam cermin nanti."
Kalau ditanya mengapa ia bertindak sejauh ini untuk membantu Ryan, ia tak mau gadis ini mengalami hal buruk demi menolongnya. Selagi ia bisa melakukan, ia akan lakukan.
__ADS_1
"Berusahalah, Clarissa. Saya harap kau berhasil melakukannya," ucap Elliot sembari tersenyum miring.
Ryan menerima lilin tersebut, ia menggunakan sebagian sihirnya untuk menyalakan lilin. Ketika lilin menyala, ia membiarkannya berada di dekatnya.
Begitu lilin sudah diterima dan dinyalakan, Elliot menghela napas lega. Mungkin jika Ryan tahu lilin itu terbuat dari apa, ia akan menolak.
Sebelum mereka berangkat ke mari, Elliot memadatkan kekuatannya yang tersisa. Esensi jiwanya sendiri. Sang bentala berpikir, dari pada esensi jiwanya dimakan terus oleh roh-roh penasaran, mengapa tidak ia berikan pada earthlings satu ini?
Ia bukan manusia, jadi ia berpikir tak apa-apa memberikan esensi jiwanya pada manusia. Mereka lebih membutuhkannya.
Perlahan Ryan merasakan badannya kembali bugar. Namun tetap saja di samping itu, Ryan mengeluarkan 「Gorgon Breaker」dan menutupi matanya. Penggunaan matanya yang harus paling di awasi.
Sudah 30 menit ia berdiam diri. Rasanya cukup mengisi Mana kali ini, Ryan juga tak mau membuang waktu.
"Ayo, kita cari ruangan lain."
"Oui," ia segera mengikuti Ryan dari belakang untuk berpindah tempat.
Ryan berdiri dan bergegas mencari ruangan lain yang memenuhi syarat. Namun, karena ini gedung tua jadi mudah saja bagi mereka menemukan ruang gelap gulita.
"Elliot, satu jam setelah kau keluar dari ruangan ini. Pasang ini di pintu keluar, ya." Ryan memperlihatkan alat dengan bentuk pahatan aneh. "Ini masih termasuk alat Rune. Untuk mencegah mereka keluar-masuk dengan bebas. Guruku memberikannya tadi. Jadi, setelah setan itu terpanggil, kurung dia supaya tidak bisa kabur."
Ryan tersenyum ーralat, menyeringaiー meski matanya tertutup oleh penutup mata tersebut.
Baginya, ritual ini hanya permainan berburu dan saling memburu. Toh ini spesialisasinya, biasanya ia memburu magus atau pun manusia. Tapi, kali ini Ryan malah memburu setan. Tentu, ini tantangan tersendiri baginya.
"Tunggu apalagi? Ayo cepat keluar, aku akan segera memulai ritual." perintah Ryan dengan kaca yang sudah terpasang sedari tadi.
__ADS_1
Gedung tua ini berbeda dengan Slaughter House, tapi tetap saja membuat perasaannya tidak nyaman. Sang buana merandek tatkala suara Ryan menyentaknya ke alam sadar.
"Ah," ia melihat pahatan berbentuk aneh diberikan padanya. "Baiklah, hati-hatilah, Claris."
Tanpa banyak bicara lagi, ia menerima pahatan itu dan keluar dari ruangan yang akan digunakan oleh Ryan. Ia sudah mendengarkan penjelasannya tadi, jadi ia pahami benar fungsinya.
Begitu ia di luar ruangan, satu jam setelahnya segera ia memasang alat Rune yang diberikan oleh Ryan. Entah apa yang akan terjadi di sana, entahlah. Elliot hanya bisa menunggu.
Karena tidak ada genangan air, ia hanya bisa menggunakan cermin tangan yang diberikan oleh Despoina. Meramalkan apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ini.
「Neptunus, jangan bilang kau menyukai gadis itu?」
Suara Poseidon menggema di kepala sang bentala. Elliot tersentak dan ia pun segera membalas.
〔Mengapa kau berpikir demikian, Posei? Saya ti—〕
「Jangan berdusta! Aku yang paling tahu mengenai dirimu!」
Elliot pun terdiam. Ia tidak berani membantah perkataan Poseidon karena memang benar demikian.
「Neptunus, perasaanmu padanya.... hanya akan membuatmu menderita nantinya.」
〔Kenapa?〕
「Karena ini tidak akan berakhir dengan baik.... Kau mengertilah! Aku sudah mengingatkanmu!」
Setelahnya tidak ada lagi suara di benak Elliot. Tatapannya menerawang ke langit-langit.
__ADS_1
"Bunda, saya harus berbuat apa?" kemam pun lolos dari celah ranum, mengutarakan keluhannya.