
Pemandangan pertama yang sosok itu lihat setelah seberkas cahaya menyilaukan lenyap dari pandangannya adalah.... Sosok berambut kebiruan panjang ikal tergeletak di tepian pantai. Sosok itu nampak seperti anak muda pada umumnya, namun ekspresinya menyiratkan penderitaan yang mendalam.
Pria yang baru saja muncul itu memiliki tinggi yang tidak jauh berbeda dengan sosok yang tengah terkapar. Hanya saja rambutnya panjang hingga mengepel permukaan pasir berwarna biru dongker, mata merah rubi, tato aneh pada selangka kiri, dengan ekspresi kurang ramah yang seolah bagaikan topeng permanen pada sosok tersebut.
Selama beberapa waktu, sosok yang nantinya akan dikenal sebagai Poseidon itu, menatap lurus ke arah Neptunus yang masih tergeletak di tepian pantai. Menanti hingga sosok itu terbangun.
Alih-alih Neptunus segera terbangun, Poseidon mendengar suara ramai mendekat. Aura hitam mengelilingi orang-orang itu, sehingga Poseidon memutuskan untuk bersembunyi di balik karang.
Detik berikutnya, Poseidon terkejut karena melihat orang-orang itu menyeret tubuh Neptunus hingga ke tiang gantungan yang ada di tebing menghadap ke laut. Apalagi orang-orang itu menyiksa Neptunus hingga tubuh belahan dirinya itu penuh luka yang tidak bisa dibilang kecil.
Pemandangan mengerikan lainnya yang ia lihat adalah leher Neptunus dikalungi tali yang tersambung dengan palang. Poseidon segera berlari ke arah tebing batu tempat Neptunus hendak dieksekusi.
「Tidak, tidak, tidaak!!」teriakan tanpa suara Poseidon dan ekspresinya sungguh memilukan. 「JANGAN BUNUH AKU!!」
Tepat ketika leher Neptunus terjerat dan sosok itu berusaha melepaskan tali di lehernya, petir menyambar tubuh Neptunus dan membakarnya hingga hangus. Para pengeksekusi Neptunus terkejut melihat kejadian itu, namun mereka meninggalkan Neptunus di sana karena khawatir terkena kutukan atau semacamnya.
Begitu suasana tempat eksekusi itu sepi, Poseidon menghampiri tubuh-nya yang masih tergantung dalam kondisi hangus. Sosok hampir transparan itu lantas memeluk tubuh-nya layaknya adik tengah memeluk kakaknya.
Poseidon mengucap kata maaf berulang-ulang ke tubuh yang kini lebih mirip onggokan arang itu. Tanpa mengetahui bahwa suaranya sampai ke Neptunus, meski belum mampu untuk membangunkannya.
Setelahnya Poseidon meringkuk di tepi pantai. Bingung. Setelah ini, apa yang harus ia lakukan?
Semua ingatan masa lalu Neptunus ada pada dirinya, namun ia tidak tahu. Apa yang harus ia lakukan dengan semua ingatan itu?
(Kelihatannya, kau sedang kebingungan, Poseidon. Butuh bantuan?) suara asing menyapa rungu pria berambut panjang ini, membuatnya sedikit terkejut. (Oh, tidak usah memasang sikap waspada begitu. Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu.)
「Siapa, kau? Mau apa mendatangiku?」
(Namaku Zeus. Kau bisa bilang kalau aku dewa penguasa Yunani.) pria berambut ikal itu memperkenalkan diri.
「Dewa?」alis Poseidon mengkerut. 「Ada perlu apa denganku?」
(Kau tidak sabaran, ya? Baiklah, akan kuberitahu,) Zeus menatap lurus ke arah Poseidon dan berkata. (Jadilah bagian dari Dewa Olympia.)
__ADS_1
「Apa?」Poseidon membelalakkan matanya. 「Apa kau tidak salah ucap? Bagaimana mungkin aku menjadi dewa?」
(Tidak ada yang tidak mungkin, Poseidon. Kau memiliki kekuatan untuk mendominasi, jadi kau sosok yang tepat untuk aku datangi.) Zeus kembali melontarkan rayuannya pada sosok yang masih duduk di tepian pantai.
「Apakah jika aku ikut denganmu, aku akan bisa menolong Neptunus?」Poseidon menyipitkan mata. Ia menginginkan pertukaran setara dengan sosok yang ada di hadapannya saat ini.
(Mengapa tidak?) Zeus nampak meremehkan Poseidon. (Dengan kedewaanku, apa saja bisa aku lakukan.)
Poseidon tidak punya banyak waktu untuk berpikir dan ia pun menyetujui tawaran Zeus. Zeus lantas menjentikkan jemarinya, mengubah pakaian buruk yang dikenakan oleh Poseidon menjadi layak dan rambut panjangnya itu telah dikuncir rapi.
(Sekarang, kau menjadi penguasa lautan, Poseidon. Semua makhluk laut akan tunduk padamu dan bersujud di bawah kekuasaanmu.)
Poseidon waktu itu berpikir, bahwa dengan adanya kekuasaan ia bisa melindungi tubuh tanpa jiwanya Neptunus. Dengan adanya kekuasaan, Neptunus bisa ia selamatkan dari berbagai karma buruk yang diterimanya karena menghilangkan nyawa orang tak berdosa.
Sayangnya, harapan Poseidon tidak terkabulkan. Cobaan demi cobaan menyertainya ketika ia berada di jajaran dewa penting Yunani.
Poseidon terpesona dengan kecantikan Medusa. Berulangkali ia mengawasi dari kejauhan tatkala pendeta wanita itu tengah bertugas di kuil Athena.
Sayangnya ketika Poseidon hendak mengajak Medusa berbicara mengenai perasaannya, mereka ada di kuil Athena. Merasa marah karena Poseidon terpikat pada wanita manusia, Athena pun mengutuknya menjadi makhluk yang tak bisa ditatap oleh siapapun.
{Bukannya sudah jelas? Kalian mengotori kuilku,} tandas Athena tanpa merasa bersalah.
「Jangan bercanda! Memangnya aku melakukan apa? Itu kamu sebut mengotori, hah?!」emosi Poseidon makin tidak terkendali.
Bahkan saking marahnya, air di sekitarnya meluap. Bersiap meluluhlatakkan kuil Athena. Athena mendadak ketakutan. Poseidon bukanlah sosok yang suka main-main. Jika Poseidon marah, sebuah tempat akan hancur terkena amukannya.
(Poseidon, tenanglah. Jangan melampiaskan kemarahanmu itu,) Zeus mencoba menengahi. (Athena, tolong jangan memperkeruh keadaan.)
Mendengar ucapan Zeus, Athena pun bungkam dan ia segera berlalu. Mencegah dirinya untuk mengatakan hal yang tidak-tidak. Zeus lantas menatap ke arah Poseidon dan bertanya.
(Apakah kau murka akibat perbuatan Athena pada Medusa?)
Poseidon memalingkan wajah. Beberapa kali ia mencoba mengatur napasnya agar kemarahannya yang sempat memuncak bisa mereda.
__ADS_1
「Aku mencintainya. Kenapa aku tidak boleh memilikinya?」nada bicara Poseidon masih bergetar. Nampaknya agak sulit menahan emosinya.
(Poseidon,) Zeus menghela napas. (Kejarlah ia bila kau mampu. Jangan menyiksa dirimu seperti ini, oke?)
「Mau mengejar bagaimana? Medusa sudah mati.」kini terdengar suara geligi milik Poseidon menggegat.
(Bagaimana bisa?)
「ATHENA YANG MENYURUH PERSEUS UNTUK MEMBUNUHNYA! PADAHAL AKU SEDANG BERUSAHA UNTUK MENCARI SESUATU UNTUK MEMUNAHKAN KUTUKAN ITU! SEKARANG AKU HARUS APA?!」emosi Poseidon pun meledak seketika. Membuatnya meneriaki dewa utama itu tanpa ragu sedikitpun.
Zeus terkejut karena Poseidon bahkan berani memarahinya seperti itu. Poseidon nampak tidak peduli, ia hanya melampiaskan kemarahannya saat ini.
Tanpa berlama-lama lagi, Poseidon lantas kembali ke laut. Mengurung diri di palung terdalam. Menyesali dirinya yang tidak menolong Medusa tepat waktu.
Saat Poseidon tengah terpuruk itulah, sosok penyihir laut yang bernama Circe mendekat. Dengan gaya bicaranya yang lembut memikat, ia mencoba menenangkan Poseidon yang hatinya tengah kalut. Poseidon sendiri tidak terlalu memedulikan Circe.
Bayang-bayang Medusa masih memenuhi benak sang dewa laut. Berulang kali Circe mencoba untuk membujuk sang dewa agar berpaling padanya. Sayangnya, Poseidon tidak tertarik pada sang penyihir.
Akhirnya sang penyihir pun murka dan mengucapkan kalimat kutukan.
{BERANINYA KAU MENOLAKKU, POSEIDON! LIHAT SAJA NANTI! KAU TAK AKAN PERNAH DIBERKAHI KEBERUNTUNGAN SEUMUR HIDUPMU!}
Semua itu berlangsung begitu cepat dan belum sempat Poseidon membalas kata-katanya, Circe pun menghilang. Poseidon pun kembali kalut.
Ia berpikir, jika kutukan ini tidak berpengaruh padanya.... Apakah itu artinya akan berpengaruh pada Neptunus? Setelahnya, Poseidon berusaha untuk mengontak Neptunus melalui telepati.
Sayangnya usahanya selalu gagal. Seolah menutup hatinya, Neptunus tetap tertidur dan tidak terbangun hingga era pun tanpa sadar berlalu begitu saja. Poseidon baru merasakan kesadaran Neptunus kembali setelah memasuki abad ke 15 masehi.
Begitu Poseidon bisa mengontak jiwa Neptunus, ia terus-menerus memanggil tubuh utamanya tersebut melalui telepati. Hingga akhirnya sosok itu menghampirinya dan mencari keberadaannya.
「Akhirnya kita bertemu, Neptunus. Aku sudah lama menantikanmu....」
Dan setelahnya terjadi hal-hal tidak terduga. Bahkan hingga menyeret keluarga Neptunus ke dalam berbagai hal yang tidak mengenakkan.
__ADS_1
—bersambung