Planetes

Planetes
3. v. Fallen


__ADS_3

⠀⠀⠀⠀⠀⠀ 𝐼 𝑘𝑛𝑜𝑤,


⠀⠀𝑑𝑒𝑒𝑝 𝑑𝑜𝑤𝑛 𝑖𝑛 𝑚𝑦 𝒉𝑒𝑎𝑟𝑡


⠀⠀⠀⠀𝐼 𝑦𝑒𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑓𝑜𝑟 𝒇𝒓𝒆𝒆𝒅𝒐𝒎.


⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀


Clarissaーatau bila dalam samaran laki-lakinya namanya Ryanー berusaha untuk tetap menyembunyikan dirinya. Dari siapa lagi jika bukan Organisasi yang tidak bisa ia usik. Melawan Organisasi yang sudah berusia 2000 tahun sama saja dengan bunuh diri.


Asosiasi Sihir Hitam.


Nama Organisasi tersebut. Clarissa tahu jika sekali ia masuk, ia takkan bisa keluar dari jeratan mereka. Jika bukan kelebihan yang dimilikinya, mereka tidak menoleh ke arah dirinya. Tapi jika ia tidak menunjukkan kelebihannya, maka Clarissa tidak akan mendapatkan apa yang ia inginkan.


Haruskah seperti ini?


Apa seharusnya ia menyerah saja? Karena sekarang ia kehabisan Mana secara mendadak tanpa keluarnya Chylara (Tentu saja itu menurutnya, pada kenyataannya Chylara keluar tanpa sepengetahuan dirinya).


Ini hanya teorinya.


Chylara sudah menguasai dirinya.


Clarissa takut. Ia takut jika hal itu terjadi, ia ingin menemui gurunya. Karena hanya gurunya yang bisa ia percayai saat ini, tentunya selain Elliot. Asosiasi Sihir Hitam tidak akan berani mengusik seseorang yang bisa melepas Sealing Designation dengan kekuatannya sendiri.


Namun karena kejadian tak terduga di dekat tempat tinggal Elliot, ia 'terpaksa' menggunakan kekuatannya.


Asosiasi pasti sudah mendapat kabar jika ia menggunakan sihirnya di tengah keributan itu. Ia akan menghadapi mereka, setelah ia kembali mendapatkan Mana-nya.


Tampaknya keinginan Clarissa tidak terkabulkan. Tiba-tiba tubuhnya terlilit oleh kertas panjang, tidak, itu bukan kertas. Melainkan ular putih yang melilit seluruh tubuhnya, dan memelintir tangannya, mengikat kakinya, serta mulutnya tertutup. Dan ular itu berubah menjadi semacam tali. Clarissa tentu saja mengetahui dengan pasti pemilik sihir ini. Salah satu anggota Lore Department sama seperti dirinya.


Sakai Hijiri.


Ketakutan Clarissa bertambah tatkala ia menyadari apa yang akan ia hadapi saat ini.

__ADS_1


[Ara? Tampaknya kita sudah mendapatkan si pelanggar aturan.]


Suara seorang wanita yang terkesan lembut namun berbahaya menyeruak kedalam ruangan tersebut.


[Kukira aku tidak akan mendapatkan kejutan, namun tangkapan kali ini benar-benar kejutan besar.]


Clarissa menatap perempuan itu tidak percaya. Secepat ini kah rahasianya ketahuan? Seharusnya ia sembunyi di tempat gurunya berada. Tapi di mana?



Seketika pandangannya gelap. Ah, ia dibius? Tidak. Clarisa merasakan jejak sihir, ia dipaksa tidak sadarkan diri.


[Bawa ia dengan hati-hatiー Meliora akan senang melihat 'boneka'-nya lagi]


Hanya itu yang Clarissa dengar ketika kesadarannya semakin menipis.


Kegelapan masih menyertainya. Clarissa enggan bangun jika ia bisa memilih, namun tentu saja sejak awal ia tidak akan bisa 'memilih'.


Asosiasi tidak memberikannya pilihan. Di sini adalah tempat di mana ialah yang harus mengemis. Bernapas saja ia harus memohon di sini.


Ikatan pada kertas sihir yang melilit lehernya. Membuatnya membuka mata dengan seketika.


Dan di hadapannya bukan hanya Meliora sang Queen of Sorcerer Association. Melainkan 12 Lord yang memimpin setiap Departemen.


Pucat pasi, tidak menyangka masalahnya lebih runyam dari yang Clarissa kira. Pupus sudah semua yang diharapkan Clarissa, ia hanya bisa pasrah mendengarkan lontaran mereka.


'Kenapa kau bisa melupakan tugasmu?'


'Kenapa kau harus menggunakan kekuatan sihirmu?'


'Harusnya kau membunuh mereka semua.'


Dan semua berbagai pertanyaan dan keluhan mereka. Clarissa sendiri sadar akan kelalaiannya. Apa seharusnya ia serahkan saja kepada Chylara waktu itu, jadi ia bisa menghindar dari ini semua?

__ADS_1


Tidak ada yang menanyainya jika ia mengamuk. Tapi ... Apa ia akan tega membunuh semuanya?


Heh.


Clarissa kira ia tidak punya 'kemanusiaan' dalam dirinya. Tapi bisa-bisanya ia mengasihani mereka.


[Kurasa kau sudah tahu hukuman apa yang akan menimpamu?]


Suara seorang wanita membuat suasana ruangan itu menjadi hening. Clarissa sedikit tersentak, namun ia memilih diam saja. Toh, mulutnya juga terikat.


[Mulai sekarang, status Sealing Designation-mu akan dirubah! Dari Pertapa menjadi Wiser! Kau sekarang adalah 'alat' yang akan membahayakan dunia Magus. Dan kami akan mengawasi pergerakanmu secara penuh. Jika melihat pergerakan mencurigakan, kami akan langsung memenjarakanmu di Observatorium Camlann.]


Deklarasi dari Meliora sudah sah, tidak ada yang berani menyelanya. Clarissa mendengarkan dengan seksama deklarasi tersebut, tanda Sealing di lehernya menjadi sakit. Mereka sudah merubah dirinya. Tadi katanya ia alat kan?


Memang, seharusnya alat sepertinya hanya mengikuti perintah dari pemakainya. Tidak seharusnya ia berpikir menyelamatkan mereka. Benar.



Clarissa harus fokus ke tujuan awalnya. Mencari kakaknya, sebagai gantinya ia bersedia menjadi boneka mereka.


Clarissa menyeringai, meski saat ini ia berada di kondisi terlemahnya tanpa Mana, entah kenapa Clarissa bisa merasakan kehadiran sosoknya, Chylara.


Aneh, ini baru pertama kali baginya. Biasanya ia tidak merasakan perasaan ini, apa kali ini Chylara memahami dirinya?


'Benar, aku memahami dirimu, sejak dulu. Terima aku, dan kitaーah tidakー aku akan membalas semua yang mengganggumu.'


'Para manusia itu tidak pantas meminta pertolonganmu. Tidak ada yang pantas...'


'.... Maka dari itu pupuklah rasa dendammu. Semakin kamu merasakan dendam, aku akan bisa bergerak dengan bebas. Lihat tanganmu sudah kugerakkan. Tapi kamu masih sadar, 'kan?'


(Elliot....) bisik Clarissa tanpa suara. (Maaf....)


Clarissa mengangkat kepalanya, kini ia menyeringai. Menatap ke arah Meliora.

__ADS_1


"Saya ... Clarissa Arthur Mycenae. Menerima perintah anda selanjutnya, Yang Mulia."



__ADS_2