
Muraki Kazuto melipat tangannya di depan dada tatkala menatap tamunya malam ini. Sementara Elliot tersenyum canggung saat mendapati guru dari Clarissa ini menatapnya seolah ingin mengunyahnya.
『Aku memang tak akan mengusirmu secara tidak hormat seperti halnya kakak dari gadis itu....』Elliot mendengar pria berahang tegas ini membuka suara. 『Tapi kau sadar tidak, jam berapa sekarang, Elliot Alexis Bouvard Urbaine Le Verrier alias Neptunus?』
Sepertinya Kazuto marah karena ia mendatangi penyihir ini saat jam tutup toko. Lebih tepatnya 53 menit sebelum tengah malam. Elliot menyadari bahwa ia sudah melanggar etika bertamu, namun ia tak punya pilihan selain melakukan hal ini. Datang ke tempat Muraki Kazuto tanpa sepengetahuan Ryan alias Clarissa.
"Maafkan saya yang tidak sopan ini, Kazuto-san." Elliot pun meminta maaf pada guru dari Ryan ini dengan segala kerendahan hati. "Namun saya ingin bertanya sesuatu sekaligus meminta bantuan. Karena ini mendesak."
Kazuto memijat pelipisnya perlahan. Sepertinya kondisi muridnya jauh dari kata baik, ya? Ain kembar milik Kazuto tertuju lurus pada sang bentala. Apakah tidak masalah memberitahukan yang sebenarnya pada Elliot? Setahu Kazuto, Elliot bukanlah laki-laki brengsek seperti halnya kakak dari Clarissa.
Kazuto menghela napas pelan. Ia mengenakan kacamatanya dan berujar pada Elliot.
『Sebelum itu, maukah kau berjanji padaku satu hal?』
Elliot menganggukkan kepalanya. "Tentu, selama saya masih mampu melakukannya. Akan saya lakukan."
『Kalau begitu, apapun yang kau dengar dan lihat hari ini.... tolong rahasiakan dari Clarissa. Karena dampaknya akan sangat fatal bila ia sampai mengetahuinya.』raut wajah Kazuto terlihat sangat serius. 『Kau mengerti?』
Ternyata yang akan diberitahukan padanya adalah top secret? Elliot tidak seharusnya berjanji seperti itu tadi, namun ia harus tetap memegang janjinya meskipun itu artinya ia akan mengkhianati Ryan.
『Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan padaku? Aku akan menjawabnya dengan jujur.』Kazuto mengambil sebatang rokok dari kotaknya dan menyelipkannya ke bibir. Ia lantas menyulut rokoknya itu dan membuat suasana yang tadinya tegang menjadi sedikit rileks.
"Sebenarnya, dari mana Clarissa mendapatkan mata itu? Pada saat pertempuran kemarin, ia nampak begitu kesulitan dan bahkan ambruk setelah menggunakan kekuatannya. Saya khawatir, Clarissa tidak akan bisa bertahan jika terus begitu." Elliot memulai pembahasannya. "Ia menolak bantuan saya dan tetap bersikeras melakukannya sendiri. Jika ada yang bisa saya lakukan untuk membantunya, apapun itu akan saya lakukan."
Kazuto mendengarkan semua hal yang diutarakan oleh Elliot dengan seksama. Ia menghembuskan asap rokoknya dan menjawab pertanyaannya Elliot.
『Mata Clarissa itu, Mystic Eyes of Petrification, bukanlah mata yang ia miliki sejak lahir.』Kazuto mematikan rokoknya dan menatap serius Elliot. 『Mata itu ditanamkan padanya waktu ia kecil dan ia sendiri bukanlah seseorang yang bisa menggunakan sihir. Sehingga proses penanaman Mata Mistik pun bisa dikatakan adalah proses yang menyakitkan dan juga mengerikan.』
__ADS_1
Ada jeda yang tercipta di antara mereka. Elliot masih menunggu kelanjutan ucapan Kazuto dengan sabar.
『Yah, kau bisa bayangkan bagaimana rasa sakit yang seolah merobek kulitmu dan proses tersebut berkelanjutan. Tidak heran jika ia mengalami trauma parah sejak itu.』helaan napas meluncur dari celah ranum Kazuto. 『Hal yang gawat terjadi kemudian setelah Clarissa menerima mata itu dan diasuh oleh keluarga Mycenae. Awalnya keluarga itu menjadi keluarga ideal bagi Clarissa, sampai suatu ketika... terungkap fakta mengejutkan yang membuat Clarissa berubah drastis seperti sekarang. Keluarga itu mengkhianatinya dan membuatnya kehilangan kemanusiaan semenjak itu.』
Mendengar penjelasan Kazuto, Elliot pun merasa nyeri di dadanya. Ternyata seburuk itu masa lalu Ryan, membuatnya ingin melindungi gadis itu dan tidak akan membiarkannya terluka lagi.
"Apakah...." Elliot mengepalkan erat tangannya. Menahan perasaannya yang meluap tidak karuan. "...tidak ada satupun dari keluarga itu yang memperdulikannya atau mencurahkan kasih sayang padanya?"
『Aku tidak suka membicarakan pria ini karena dia sama brengseknya dengan orang tua angkat Clarissa. Namun sebenarnya jika dibandingkan dengan orang tua angkatnya Clarissa, pria ini tetap melakukan hal baik pada gadis itu.』Kazuto menyambar gelas di dekatnya dan meminum isinya sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. 『Arcturus Xenos Mycenae adalah sosok kakak ideal bagi Clarissa. Dialah yang menyelamatkan Clarissa dari kejahatan yang dilakukan oleh keluarganya sendiri dan dia pula yang membawa Clarissa padaku.「Gorgon Breaker」pun ia yang membawakannya padaku untuk diberikan pada Clarissa....』
Tiba-tiba saja Kazuto menggebrak meja karena kesal. Membuat Elliot berjengit saking kagetnya.『Tetapi dia juga yang berkeinginan untuk menghabisi Clarissa bila gadis itu menyatu dengan Gorgon! Brengsek sekali dia!』
Mendengar hal itu, Elliot mengerti alasannya mengapa Kazuto sampai semarah itu dan membenci kakak dari gadis yang ia sukai. Ternyata alih-alih ingin menyelamatkan Ryan, Arcturus berniat untuk membunuhnya. Padahal tadinya Elliot berharap, pria itu mampu melepaskan kutukan Ryan dan membuat gadis itu hidup normal. Ternyata dugaannya salah.
"Kazuto-san," Elliot menelan ludah. "Tidak adakah jalan untuk menyelamatkan Clarissa?"
『Kalaupun ada, aku sama sekali tidak menyarankannya, Elliot!』Kazuto nampak tegas. 『Melakukan ini sama artinya kau menjadikannya boneka sejati. Aku tak akan pernah memaafkan siapapun yang berani melakukannya!』
Habis sudah. Sepertinya Elliot akan kesulitan untuk menolong gadis itu.
『Sampai cara yang benar-benar aman ditemukan, yang perlu kau lakukan hanya memberikan Mana padanya.』
"Caranya?" alis Elliot mengernyit.
『Biarkan saja ia menggigitmu, dan Mana-mu akan tersalur padanya.』
"......"
__ADS_1
[Gurunya Clarissa stress, kah?]
『Kenapa menatapku begitu? Sama seperti dracula meminum darah mangsanya, kan?』Kazuto nampak jengkel melihat kerutan alis Elliot.
"Ah, begitu, ya?" tawa canggung pun berderai.
[Astaga disamakan dengan dracula!]
『Elliot, aku berharap banyak padamu. Tolong lindungi Clarissa.』Kazuto memegangi kedua pundak Elliot dan tatapannya menyiratkan penuh pengharapan pada planet ke delapan dari tata surya ini. 『Berjanjilah! Hanya kau harapanku saat ini!』
"Tanpa berjanji pun," Elliot membuka suara. "Saya akan melindungi Clarissa walaupun nyawa saya menjadi taruhannya."
『Heh! Kau dungu, ya? Nyawamu itu jangan dipertaruhkan!』Kazuto menghela napas pelan. 『Hanya kau yang kupercaya untuk melindunginya, Elliot. Jangan menyia-nyiakan kepercayaanku.』
"Saya akan berusaha," ada jeda sesaat. "Tapi, seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan bagaimana?"
『Aku tidak akan menyalahkanmu. Toh itu di luar kuasamu, kan? Aku percaya kau bukan orang brengsek macam Arcturus.』
Jawaban Kazuto membuat Elliot merasa tenang. Namun, itu juga memperkuat tekadnya untuk melindungi Ryan.
『Sudah hampir pagi, Elliot. Aku juga harus tidur.』ucap Kazuto saat melirik jam dinding.
"Ah, maafkan saya yang mengganggu waktu tidurmu, Kazuto-san!" ia meminta maaf berulang kali pada Kazuto. "Saya permisi dulu, selamat beristirahat."
Elliot segera keluar dan meninggalkan Kazuto yang masih mengucek matanya karena ngantuk. Tatapan Kazuto tertuju pada pintu yang baru saja dilalui oleh Elliot.
『Setelah ini... apalagi yang akan terjadi?』
__ADS_1