Planetes

Planetes
2.g. Runaway


__ADS_3

Seperti dugaannya sebelumnya, menyembuhkan Ganymede tidak bisa seminggu ataupun dua minggu. Butuh waktu berbulan-bulan untuk menyembuhkan panca indera sang putera Jupiter. Elliot berusaha keras agar setidaknya sang pangeran mampu melihat kembali dan mendengar.


Omong-omong, kondisi Ganymede teramat buruk. Rambut panjangnya tidak terurus dan pakaiannya pun tidak sedap dipandang.


"Yang Mulia bisa kenakan pakaian ini terlebih dahulu," Elliot memberikan pakaian bersih dari koper yang ia bawa. "Umm, Yang Mulia keberatan jika saya merapikan sedikit rambut Yang Mulia?"


Elliot bermaksud untuk memotong rambut sang rembulan hingga sekiranya bisa diatur sedemikian rupa agar tetap nampak rapi. Ganymede hanya menganggukkan kepalanya.


Ia rasa akan mengganti pakaiannya setelah mandi nantinya. Yang penting sekarang rapi-rapi dulu.


Dengan hati-hati, Elliot memotong rambut biru dongker milik Ganymede hingga sebatas ketiak. Disisirnya dengan rapi dan menggelungnya hingga ain kembar berwarna kuning keemasan itu nampak jelas.


(Paman, apakah Paman mau membantuku?) tanya Ganymede saat Elliot sedang membersihkan rambut yang menempel di kain dan membuangnya ke tempat sampah.


"Selagi saya mampu, akan saya lakukan. Bantuan apa yang Anda inginkan?"


Ganymede terdiam, nampak tengah berpikir. Elliot sendiri menanti kalimat yang akan terucap dengan sabar.


Ganymede bukanlah seorang yang cerdas, pun tidak bisa dibilang bodoh. Ia hanya butuh usaha lebih untuk bisa memecahkan suatu masalah dan juga memahami sesuatu. Hal yang ini luput dari pengetahuan Elliot. Namun andaikan ia tahu pun, ia tidak akan mempermasalahkannya.


Prioritas Elliot hanya menyelamatkan Ganymede. Tidak lebih. Selain itu ia tidak mau menambah panjang daftar karmanya.


Mula-mula, Elliot tidak menyadarinya. Namun semakin ke sini, luka yang ia derita sulit sembuh. Elliot berpikir dan mengingat-ingat sejak kapan ia mengalami hal begini. Namun, ia kesulitan mengingatnya.


Tidak cukup waktu bila ia harus menunggu Lectisternium lagi. Terlebih lagi, sudah 30 tahun terlewat dari perjanjian.


[Possy ngamuk lagi sama saya kalau begini...] helaan napas pun lolos ketika tengah berpikir.


Tidak disangka helaan napas Elliot menarik perhatian Ganymede. Pemuda berambut panjang itu mendekati Elliot dan memasang wajah penuh penyesalan.


(Maaf, Paman. Paman jadi repot karena ku...)

__ADS_1


"Bukan karena salahmu, Yang Mulia." aduh, keponakannya ini salah sangka. "Saya hanya sedang berpikir satu hal, tapi tidak terkait dengan Anda. Jadi, Yang Mulia tenang saja."


Meski dikatakan demikian oleh Elliot, tetap saja Ganymede tidak tenang. Apakah ia terlalu pasifis sampai-sampai membuat orang-orang di sekelilingnya kerepotan begini?


(Paman, bagaimana jika kita menyelamatkan semua tahanan di sini dan menyerang para penjaga?)


Ain kembar milik Elliot membola. Yang benar saja, ia disuruh menyerang manusia? Aduh.


"Yang Mulia, jangan minta saya menghabisi nyawa manusia!" Elliot merespons dengan panik.


(Paman, ada apa? Paman nampak panik?) Ganymede mengerutkan alis. (Tidak sampai mati, hanya lumpuhkan mereka saja.)


Elliot pun menggigit bibir bawahnya. Itu sih sama saja akhirnya. Dengan kekuatannya, mana bisa ia melumpuhkan mereka. Yang ada manusia-manusia ini mati kedinginan.


Tunggu, kalau tidak pakai kekuatan bagaimana? Harusnya bisa.


"Saya akan mencoba." Elliot pun menganggukkan kepalanya.


Setelahnya Ganymede membisikkan rencananya pada Elliot. Ia akan menggunakan semacam trik agar bisa menjebol penjara itu. Elliot terdiam.


Rencana ini cukup mencolok dan energi supranatural yang dibutuhkan cukup besar. Mengingat ini di tengah musim panas, tak banyak air yang tersedia. Elliot bisa saja melibas penjara ini dengan gelombang. Namun, itu sama saja mengulang tragedi ratusan—ralat, ribuan tahun lalu.


(Paman?)


"Tidak apa-apa, maaf saya melamun tadi," menggelengkan kepalanya perlahan. "Ayo, kita jalankan rencanamu tadi."


Penjara riuh oleh derap kaki para petugas dan tahanan yang saling kejar-kejaran. Ganymede benar-benar menggunakan kekuatannya untuk menjebol tembok penjara yang tebal itu.


『KEJAR MEREKA! JANGAN SAMPAI LOLOS! JIKA TERTANGKAP, HUKUM MATI MEREKA!!』


Teriakan kepala penjara bergema. Elliot menoleh ke sumber suara yang jaraknya cukup jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Elliot menghela napas, lalu sedikit mengacak rambutnya frustrasi. Begini lagi, apa ia harus benar-benar menggunakan kekuatannya?

__ADS_1


Selagi sel-sel abunya berpikir, satu peluru melesat dan merobek kulit pipi Elliot. Darah merah segar mengalir dari pipinya yang terluka.


"AH, BIEN! KALIAN BENAR-BENAR MEMBUAT SAYA JENGKEL!" habis sudah kesabaran sang bentala. Darahnya yang tidak kunjung berhenti akibat luka itu membuat emosinya memuncak.


"Frozen Shield." ia lalu membuat lapisan pelindung dari uap air yang kemudian mengkristal dan membentuk dinding es.


Fungsinya adalah untuk menahan senjata api yang diletupkan oleh para petugas penjara ke arah mereka. Tapi kalau dipikir-pikir, perbandingan kekuatan mereka tidak sepadan. Ini sama saja semut lawan gajah jadinya.


Manusia tidak akan mampu melawan makhluk celestial sepertinya dengan senjata tajam maupun senjata api, kan?


Desingan peluru dan teriakan marah orang-orang itu bercampur aduk jadi satu. Namun peluru yang ditembakkan tiada yang mengenai mereka sedikitpun karena adanya dinding es yang Elliot ciptakan.


Selagi Ganymede melarikan diri bersama para tahanan, Elliot memantau dari tempatnya sembari menciptakan puluhan hingga ratusan dinding es. Orang-orang yang tadi mengejarnya perlahan-lahan mulai kelelahan, dan pada akhirnya mereka terpaksa mundur dengan tangan hampa.


Di tempat persembunyian, Ganymede mengucapkan terima kasih pada pamannya karena sudah menyelamatkannya dan membantunya kabur dari penjara mengerikan itu. Elliot meliukkan ranumnya, membentuk senyuman hangat dan merespons.


"Kita adalah keluarga, sudah semestinya kita saling membantu, kan?"


(Paman benar,) Ganymede nampak terdiam sebelum melanjutkan konversasi. (Paman... dia sudah datang ke bumi ini.)


"Dia?" alis Elliot mengerut.


Ganymede menganggukkan kepalanya. Lalu rembulan dari Jupiter itu berkata. (Pembunuh utusan Yang Mulia Mentari, OTS 44.)


"Apa—"


Nama yang tidak asing bagi Elliot. OTS 44 adalah planet ekstra surya yang berjuluk sebagai planet pengembara. Yang membuat Elliot bergidik adalah.... planet itu akan menghancurkan apa saja yang ada di depannya tanpa pandang bulu.


Kalau OTS 44 datang ke mayapada ini... Apakah artinya sebentar lagi nasib para earthlings akan berakhir?


—bersambung

__ADS_1


__ADS_2