
Poseidon menghindari serangan dadakan Chylara dengan susah payah. Memang benar tadi ia menyarankan perempuan itu untuk melampiaskan segala yang dipendam selama ratusan tahun padanya, namun ia tidak menyangka bila dampaknya sampai membuat separuh dari Slaughter House hancur akibat amukan Chylara.
"Posei, kalau terus seperti ini, tubuh Clarissa akan hancur!" Elliot memperingatkan Poseidon.
「Aku tahu! Tapi bagaimana menghindari serangan matanya itu, ha?!」Poseidon melompat salto menghindari hujaman senjata-senjata magis yang terbang ke arahnya.
「Ya ampun, dia benar-benar berniat membunuhku, ya?」Poseidon berkomentar saat melihat lantai yang dipijaknya meleleh terkena hujaman senjata magis yang meleset.
"Posei, pikirkan sesuatu, dong!" Elliot nampak panik.
「CEREWET, KAU PIKIR AKU TIDAK SEDANG BERPIKIR, HA?!」habis sabar, Poseidon pun membentak Elliot.
"Jangan membunuh Clarissa, ya?"
「IYA, IYA, AKU TAHU! DASAR BUCIN!」
Bucin teriak bucin. Padahal Poseidon tahu bahwasanya yang ada di hadapannya saat ini adalah wanita yang ia cintai. Tapi, entah mengapa saat ini mereka malah baku hantam.
Di sisi lain, Chylara yang sepenuhnya menaruh dendam kesumat pada Poseidon, dengan semena-mena mempergunakan tubuh Ryan dan melampiaskan semua kemarahannya pada Poseidon. Poseidon yang saat ini mewujud pun kebingungan mengatasi serangan Chylara yang bersifat dadakan dan tidak kenal ampun.
「Nep, kau punya semacam pusaka atau apalah itu untuk menekan pergerakan Medusa?」jeda sejenak sebelum Poseidon menambahkan. 「Selain 「Gorgon Breaker」」
Elliot berpikir keras. Apa yang bisa ia gunakan dari pusaka yang diberikan oleh kakaknya? Dan yang mana?
「NEP, CEPAT!」
"Saya tidak bisa berpikir kalau kau menyuruhku dengan terburu-buru begitu, Posei!" semakin panik, dan akhirnya Elliot pun menekan pergerakan Chylara dengan cara membekukan tubuhnya.
「Kau tidak bisa menahannya hanya dengan es tipis begitu, bodoh!」
__ADS_1
"Kalau terlalu tebal, nanti Clarissa bisa mati!" Elliot menukas perkataan Poseidon.
「Selagi dia membeku, cepat cari pusakanya, Nep!」
Elliot segera membongkar bawaannya dan menarik sebuah perisai seukuran bingkai foto dan juga batu sebesar bola kristal berwarna ungu mengkilap. Alis Poseidon mengerut, namun ia tak bisa bertanya saat ini karena es yang mengurung tubuh Ryan pecah dan nampaklah sosok Chylara yang beringas.
Oh, tidak. Lebih tepatnya berwujud wanita setengah ular dengan rambut ular. Kulitnya berwarna kecokelatan dan matanya nampak menyalang marah.
「Aduh, mampus. Dia malah berubah ke wujud monsternya.」
"Posei," Elliot melemparkan perisai itu pada dirinya yang lain. "Gunakan itu untuk menangkal serangannya."
Ain kembar Poseidon membola saat melihat pusaka yang digunakan oleh Elliot. Elliot menghela napas.
"Nanti saja protesnya, sekarang kita harus melumpuhkan Chylara dulu." Elliot memejamkan matanya.
Melihat Elliot nampaknya serius, Poseidon pun tak bisa bertanya apa-apa lagi. Seberkas sinar berwarna magenta menyorot ke arah Poseidon.
Tanpa berpikir lagi, Poseidon segera mengangkat perisainya. Cahaya itu terserap ke dalam perisai. Membuat Poseidon bingung.
「Lho?」Poseidon nampak keheranan.
Chylara dalam wujud monsternya semakin geram dan menyerang Poseidon membabi buta. Sayangnya semua serangan itu dimentahkan oleh Poseidon menggunakan perisainya.
「NEPTUNUS, MASIH LAMA, KAH?!」
"Sebentar lagi!" Elliot masih mengumpulkan Mana-nya di batu yang dipegangnya.
「CEPATLAH! MONSTER ITU BISA MENGUBUR KITA DI SINI!」
__ADS_1
"Aduh, dasar tidak sabar," Elliot melihat ada titik terang kecil pada batu yang digenggamnya. "Menyingkir dari situ, Posei!"
Mendengar teriakan Elliot, Poseidon segera menyingkir dari posisinya. Elliot segera melepaskan Mana yang ia kumpulkan pada batu yang digenggamnya.
"Mana Burst!!" segera saja Mana berwarna ungu pekat menghujani tubuh besar Chylara. "SOUL DRAIN!"
Serangan itu menguras Mana yang dimiliki Chylara dengan cepat dan akhirnya roboh di tanah. Sosok itu kembali ke wujud Ryan.
「Bagaimana?」Poseidon menghampiri Elliot dan mengerutkan alis. 「Pusaka apa itu sebenarnya?」
"Linken Sphere yang terhubung dengan Mata Mistik-nya Medusa." Elliot pun menjelaskan pada Poseidon. "Perisai yang kau gunakan itu mengandung Mana Drain. Jadi, kau bisa menyerap Mana lawanmu dengan itu "
「Ternyata Jupiter yang Agung sempat juga mengumpulkan pusaka semacam ini, ya? Hebat.」sarkastiknya Poseidon pun menyeruak.
"Jangan mengatai Kak Jupiter seperti itu!" Elliot pun menyergah ucapan Poseidon. "Sebaiknya, kita membawa Clarissa ke tempat gurunya untuk diobati."
Elliot lantas menggendong Ryan di punggung, membawa sang gadis dalam samaran pria itu menuju ke mobil yang terparkir di pelataran gedung yang telah hancur separuhnya itu. Elliot menghela napas.
"Serangan Medusa benar-benar mengerikan. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika tadi terkena telak." Elliot bergumam pelan.
「Kalau sampai kena, meskipun kau immortal.... tetap saja kau jadi dadar.」Poseidon mendengus pelan.
"Iya, sih." Elliot menurunkan tubuh Ryan yang masih tertidur itu di jok belakang mobil dan ia menutup pintunya. Sementara ia sendiri duduk di bangku pengemudi. "Tidak sangka juga kalau kekuatan dendamnya itu sangat besar."
Ucapan Elliot terhenti sejenak karena ia menstarter mobil dan mulai mengemudikannya menuju ke rumahnya Kazuto. Semoga saja pria itu tidak memenggalnya nanti.
"Semoga setelah ini tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." Elliot pun berujar dalam satu desah napas.
Poseidon hanya mendengarkan ucapan Elliot itu dengan seksama sembari mengamati Ryan yang tertidur di sebelahnya. Diperhatikan simbol aneh pada leher Ryan, dan Poseidon pun tahu bahwa bencana besar akan segera datang. Ini adalah permulaannya.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Elliot dan Poseidon, Ryan terbangun. Seulas senyum mengerikan pun tergurat di paras.