
Tidak biasanya Elliot mendatangi keponakannya dengan membawa buah tangan berupa lava cake dengan lavender iced tea. Kedatangannya ke kediaman keponakannya itu dikarenakan ia ingin melepas rindu dengan keluarga kakaknya itu.
"Lama tidak jumpa, Europa. Bagaimana kabarmu, sehat?" pengejawantahan Neptunus ini menyapa putri kecil Jupiter—Europa, dengan ramah.
Ametis milik Europa kontan berbinar atas penampakan kudapan manis di depan mata.
❝Padahal Neptunus tidak perlu repot-repot . . Terima kasih, Neptunus! Oh, dan Eu tahu ini telat sekali, tapi terima kasih untuk hadiah Natalnya waktu itu,❞ bulan milik planet Jupiter ini nampak riang menyambut kedatangan saudara dari papanya ini.
Netra milik planet yang saat ini mengenakan pakaian yang /terbilang cukup aneh/ itu mengerjap. Sepersekian sekon berikutnya Elliot terkekeh kecil.
"Pas du tout (no problem)! Saya sama sekali tidak merasa repot kok, Eu," dikibaskan tangannya di depan wajahnya dengan santai. "Oui, sama-sama. Apakah Eu menyukainya? Saya tidak tahu kesukaan masing-masing, jadi saya pilih hadiahnya secara acak." ulasnya tanpa melunturkan senyuman di ranum.
❝Suka sekali─!❞
Justru monster kuning menggemaskan itu—pikachu, memang favoritnya; nomor dua setelah es krim.
❝Apa ada yang Neptunus inginkan untuk balasan?❞
Hingga detik ini Europa bahkan belum membelikan hadiah untuk keluarga angkasanya. Seperti orang tak tahu terima kasih, lakunya yang sedikit abai. Maka kini Europa berniat membelinya bersamaan!
"Ah, jika tidak keberatan, saya ingin maneki neko," jeda sejenak sebelum Elliot menambahkan. "Atau boneka Nyanko-sensei juga boleh. Intinya pernak-pernik berbentuk kucing."
Planet satu ini memiliki selera aneh dalam memilih hiasan. Kristal salju, kucing, atau bahkan Kappa pun ada.
❝Hehe~ Neptunus suka sekali dengan kucing ya?❞
Europa pun terkekeh mendengar ucapan pamannya itu. Mungkin bila disamakan, setara dengan kesukaannya akan Pikachu barangkali?
"Suka. Apalagi kalau kucingnya gembul seperti Nyanko-sensei~" sang planet berkelakar. "Empuk-empuk geli kalau dipeluk, kan?"
Netranya berbinar-binar. Padahal statusnya adalah ayah dari para Neptunian, namun sifatnya yang begini ini sering membuatnya lupa umur.
"Mungkin Eu bisa mencarinya di Shinjuku Chuo Park Flea Market? Saya pikir letaknya tidak jauh dari mansion tempat Eu tinggal, kan?" Elliot menyarankan sebuah nama tempat pada sang rembulan mungil. "Tenang saja, akan saya antarkan ke sana."
❝Pasar loak? Dengan senang hati!❞
Europa juga sudah lama tidak mendatangi tempat tersebut. Karena ia berpikir, apa bedanya dengan pasar biasa?
❝Kalau begitu, tut tut─! pemberhentian selanjutnya ke pasar loak taman Shinjuku─!❞
Dengan riang, sang rembulan mungil menautkan tangan dengan milik sang planet dan menginisiasi langkah.
"Oui~" tangannya memegang erat tangan mungil putri Jupiter ini dan melangkah menuju ke tempat yang Elliot sebutkan tadi.
"Tapi, karena yang ada di sana rata-rata produk bekas.... Harganya akan lebih murah dibandingkan yang ada di toko-toko," gumamnya selagi melangkah ke pasar loak.
❝Neptunus ada kesibukan apa akhir-akhir ini?❞ Europa pun melontar tanya pada Elliot.
"Kesibukan saya? Tidak terlalu banyak, hanya mengumpulkan foto-foto yang telah saya ambil. Lalu menyertakannya dalam lomba fotografi yang ada di jagat maya." tuturnya menjelaskan kegiatannya belakangan ini pada Europa. "Sesekali menulis esai juga. Namun saya butuh referensi juga."
❝Ohh!❞
Pasar yang unik. Walau di satu sisi benak sedikit meragukan saat mendengar kata ‘bekas’. Tapi ia tak semestinya mengambil kesimpulan sebelum tiba di sana.
❝Eu tidak tahu Neptunus suka fotografi. Kelihatannya menyenangkan ya. Semoga Neptunus memenangkan kontesnya~!❞
"Ahahaha, dulu saya seorang dokter. Namun karena suatu hal, saya meninggalkan rumah sakit dan bekerja menjadi seorang fotografer," Elliot menjelaskan pada sang putri Jupiter tanpa diminta. "Oui, Merci beaucoup, Eu."
Elliot berterima kasih sekali karena rembulan mungil ini menyemangati dirinya. Ia akan berusaha untuk memenangkan kontesnya dengan kemampuan yang ada pastinya.
❝Howaa, ternyata Neptunus bisa macam-macam ya!❞ balas Europa, setitik kekaguman jatuh atas peroman.
"Oui, tentu saja," kekehan halus Elliot mengudara. "Siapa tahu keahlian itu dibutuhkan nantinya."
Beginilah Elliot, dia multitalenta. Namun tidak berarti pengejawantahan Neptunus ini sempurna di segala hal. Ia mudah trauma akan sesuatu, dan ingin menghindari apapun yang berkaitan dengan itu.
Gerakan tungkainya berhenti ketika tiba di tempat tujuan mereka. Shinjuku Chuo Park Flea Market.
"Nous voilà, Eu. (kita sudah sampai, Eu.) Mau langsung memilih barang? Atau mau lihat-lihat?" tanya Elliot pada Europa.
Kemilau bertaburan atas netra bak langit berbintang kala mereka memasuki area pasar loak. Ramai sekali! Barangnya bermacam-macam pula. Semua masih dalam kondisi prima, tak kelihatan seperti barang bekas. Europa nampak senang.
❝Ayuk kita lihat-lihat dulu~!❞ cicit Europa, menggandeng sang pengejawantahan planet menyusuri penjual demi penjual yang menjajakan dagangannya di atas tikar.
"Baiklah, ayo," planet kedelapan dari tata surya ini mengantarkan sang putri kecil melihat-lihat seantero pasar loak.
Kalau dipikir-pikir, ini lebih mirip Bazaar dari pada pasar yang menjual barang bekas.
❝──oh, Neptunus, Neptunus!❞
Si kecil Europa mengerem mendadak kala indera penglihatan menangkap sesuatu.
"Eh? Qu'est-ce qui ne va pas? (Ada apa?)" tanyanya saat Europa tiba-tiba berhenti.
❝Lihat, apa ini seperti yang Neptunus inginkan?❞ telunjuk Europa menunjuk ke arah maskot Nyanko-sensei di salah satu lapak penjual.
Lantas netra Elliot tertuju pada objek yang ditunjuk oleh Europa.
"Oui, benar itu!" matanya langsung berbinar karena senang.
❝Kalau begitu Eu akan membelikan Neptunus ini!❞
Seusainya si cilik Europa sibuk bertransaksi dengan si penjual. Sesuai penjelasan sang adam sebelumnya, harga dari benda yang ditawarkan lebih murah dari biasanya. Ia jadi berandai apakah ada sesuatu yang berbau Pikachu atau Anpanman. Menyenangkan bila ia bisa dapat mainan baru.
"Merci beaucoup, Europa," ia menganggukkan kepalanya dan memperhatikan saat putri Jupiter itu tengah melakukan transaksi.
❝Sudah~ ah, tapi, Eu akan berikan nanti. Eu akan mengirimkannya pada Neptunus bersama surat ― dan hadiah lainnya!☆❞ sebelah mata Jupiter II—nama lain Europa, berkedip jenaka.
"Saya tidak keberatan, tenang saja, Oui?" ranum Elliot melengkung membentuk seulas senyum.
__ADS_1
❝Neptunus tidak ingin membeli sesuatu?❞
Mendengar tanya sang putri, Elliot menebar pandangannya ke sekeliling. Apa yang ingin ia beli, ya?
"Ah, Tellement mignon! Regardez, Eu! (Waah, lucunya! Lihat itu, Eu!)" tanpa sadar Elliot berseru sembari menunjuk tungku aroma terapi berbentuk kucing dan cetakan tanah liat.
Tellement──apa?
❝Neptunus, jangan bicara bahasa alien,❞
Kekeh melambung dari celah bibir Europa. Namun putri kecil Jupiter ini dapat memahami antusiasme beliau. Semua orang pada hakekatnya akan semangat ketika berjumpa dengan hal yang mereka sukai, bukan?
"Ah, maaf. Sepertinya kebiasaan saya menggunakan bahasa Prancis tidak bisa dibendung," kekehan halus mengudara.
Karena ia lama tinggal di negara tersebut, ia jadi terbiasa memakai bahasa Prancis. Kebiasaan itu terbawa hingga sekarang.
"Tadi saya berkata 'waah, yang itu lucu! Lihatlah'." ia menjelaskan arti dari frasa yang ia gunakan tadi.
❝Hm! Gemas kucingnya bulat sekali!❞ Tapi kalau Europa yang beli mungkin takkan terpakai.
Lantas netranya Elliot tertuju pada benda yang ingin dibeli. Kucingnya memang mbul sekali.
"Menggemaskan, kan?" senyum riang gembiranya terpampang di peroman. "Sebentar, ya? Saya mau membeli itu dulu." Elliot segera menghampiri si penjual untuk membeli benda yang disebutkannya.
Tentu, Europa tidak keberatan menunggu planet berjenama mortal Elliot sejenak. Lagipula pemandangan pasar loak yang unik ini memanjakan mata.
"Eu mau membeli sesuatu juga?" tanya Elliot pada Europa sembari melihat deretan benda-benda yang terpajang di atas tikar. Pernak-pernik Anpanman dan Pikachu.
❝Eu rasa Eu tidak akan beli apa-apa lagi──❞ Kalimat terpotong, sekonyong-konyong diganti dengan satu kesiap. Penyebabnya tak lain ialah kuning-kuning dan merah-merah yang ia temukan di antara jajaran lapak dagang.
Pikachu!
Karena selama ini Europa cenderung mendapat boneka, ia belum pernah bertemu mainan yang seperti ini.
❝─Eu . . Eu mau beli ini . . !❞ Tanpa pikir dua kali segera mencicit pada sang penjual.
Elliot menarik-narik pipi cetakan kucingnya. Padahal sudah pasti tidak bisa tertarik.
"Oh, mainan pegas dan tempat permen, ya? Kau ingin membeli itu?" tanya sang planet sembari menatap barang yang dibeli oleh rembulan mungil itu.
❝Hehe~ ✿ untung Eu sudah punya uang dari hasil kerja paruh di Evérium.❞ anggukkan kecil diberikan oleh Europa seraya menjawab tanya Elliot.
"Syukurlah jika kau bisa mendapatkan barang yang kau inginkan~"
Elliot sendiri sudah membayar barang yang ia beli tadi. Ia lantas bertanya pada sang putri Jupiter.
"Saya hendak mengunjungi animal shelter yang tidak jauh dari sini. Kalau tidak salah letaknya di 4-8-12 Koremasa, Fuchu, Tokyo," ia menatap ke arah Europa. "Eu mau ikut? Di sana banyak kucing dan anjing yang dipelihara oleh relawan, lho."
Padahal mainannya di rumah juga sudah menggunung. Yah, hanya tambah dua takkan menyakitkan.
"Tentu, di sini Eu dapat banyak pengalaman, kan?" tangan terulur untuk mengusak-usak rambut pirang milik putri kecil Jupiter ini.
Matanya mengedip jenaka. Yah, di rumah /mungilnya/ juga menumpuk aneka barang-barang yang merupakan hobinya. Kalau Triton pulang, sudah dipastikan ia tak akan luput dari semburan hujan lokal.
❝Mm? Animal shelter?❞
Europa yang sedang asyik menggerakkan tangan Pikachu kembali memusatkan atensi pada sang planet. Ia tidak tahu Fuchu di sebelah mananya Tokyo, tetapi nama penampungan hewan langsung menarik hati. Sudah lama sejak terakhir kali kunjungannya ke kebun binatang atau akuarium, jadi ini ajakan yang tidak boleh dilewatkan!
"Ada di dekat sini, tapi harus masuk gang sempit," netra Elliot memicing saat memeriksa lokasi melalui gawainya.
Ayolah, apakah yang punya tempat itu kekurangan dana untuk menyewa tempat yang lebih layak?
❝Mau─!! Apa kita akan berangkat sekarang?❞
"Oui, ke arah sini." ia lantas memberikan isyarat pada Europa agar mengikutinya ke arah di mana bangunan apartemen dan bangunan lainnya berdekatan. "Kalau tidak salah, di sekitar sini."
❝Eh . . masuk gang . . ?❞
Bingung, namun tungkai dengan patuh mengekori Neptunus melewati bangunan demi bangunan. Suasananya lebih senyap pula. Nampaknya destinasi akan berbeda dari ekspetasi yang Europa miliki.
❝Eu pikir tempat penampungan hewannya akan besaaar seperti kebun binatang atau akuarium.❞
"Non, non," Elliot mengibaskan tangannya di depan wajahnya. "Tentu saja tidak, Eu. Di sini adalah tempat merawat hewan-hewan terlantar dan nantinya hewan-hewan tersebut akan diadopsi oleh orang yang mau merawat mereka."
❝Ohh,❞
Angguk-angguk sebagai tanda paham akan penjelasan yang diberi sang pria. Entah mengapa kuncup perasaan senang mekar dalam hati mengetahui ada manusia yang berbaik hati menolong para canis dan felis itu.
Elliot memasuki sebuah tempat di mana sekelilingnya penuh dengan kandang berisikan anjing dengan berbagai jenis dan ukuran. Oh, maafkan untuk frasa satu itu. Elliot sulit menyebutkan hewan yang masih kecil dengan sebutan apa.
"Kita sudah tiba, Eu." ucapnya sembari menghampiri kandang tersebut dan menjulurkan jemarinya ke arah anak anjing yang ada di dalam kandang. Bermaksud untuk mendekatkan mangkuk susu yang letaknya agak jauh dari si mungil agar lebih dekat dan bisa dikonsumsi.
❝Ramai!❞
Sumringah hadir kala netra Europa bertemu dengan deret kandang-kandang hewan peliharaan──yah, ada satu hal yang mengusiknya.
❝. . . Neptunus, apa kita bisa minta pada pemiliknya untuk membiarkan mereka keluar?❞
Sebab di mata Europa, dikurung demikian terlihat tidak nyaman.
"Oh, benar juga," kepala pun ditolehkan ke kanan dan ke kiri. Elliot mencari seseorang yang merupakan pemilik tempat itu.
❝Terima kasih, Neptunus,❞
Karena telah membantu memohon pada sang pemilik. Hari ini Europa banyak merepotkan sang planet.
__ADS_1
"Excusez-moi, monsieur." Elliot segera menghampiri pria muda yang ada di dekat tempat itu. "Bolehkah saya meminta izin untuk bermain-main dengan beberapa anjing yang ada di sini?"
Sang planet berbicara sejenak dengan pemilik tempat tersebut menggenai izin dan semacamnya. Awalnya pria itu nampak keberatan, namun setelah Elliot meyakinkan akhirnya diizinkan.
Pria itu lantas melepaskan sekitar 4-5 anjing yang berukuran mungil anjing berjenis pappilon. Juga anjing-anjing berukuran besar.
"Omong-omong, Eu suka anjing atau kucing?" tanya Elliot pada Europa yang ada di dekatnya.
❝Eu tidak pernah benar-benar memikirkan itu,❞
Perihal anjing atau kucing, maksudnya.
❝Tapi mungkin Eu akan pilih anjing. Soalnya mereka lebih bisa dipeluk. Kalau Neptunus?❞
"Nah, Eu. Mau coba bermain dengan mereka?" tanya Elliot pada sang bulan mungil. "Kalau saya lebih suka kucing, namun anjing juga tidak buruk, kok."
Elliot lantas menghampiri anjing-anjing yang berukuran besar itu dan mengusal-ngusal di perut anjing itu.
"Eu mau main dengan anjing-anjing kecil itu?" tunjuknya pada Europa ke arah anjing pappilon yang ada di dekatnya.
❝Eu . . akan mendekati salah satunya!❞
"Sama-sama, Eu." ranumnya melengkung membentuk seulas senyuman hangat. "Ah, silakan."
Uh, Europa mungkin tidak benci mereka. Namun untuk sesaat ia linglung harus bagaimana lantaran belum pernah dikelilingi anjing sebanyak ini.
Jejari perlahan menyapu bulu mereka yang lembut dan hangat. Manis sekali; seperti boneka. Europa jadi lebih percaya diri setelah sang hewan mendusel pada telapak mungilnya dengan antusias.
Maka berikutnya Europa meraih bola mainan dan melemparnya cukup jauh agar dapat mereka kejar.
Selagi bercengkrama dengan para anjing, sesekali jerijinya menyisiri rambut-rambut halus anjing yang bermain bersamanya. Nyamannya. Elliot selalu suka bermain-main dengan bulu-bulu kehidupan seperti ini.
Sesekali Elliot memperhatikan putri kecil Jupiter itu bermain-main dengan anjing-anjing mungil yang ada di penampungan hewan ini.
❝Neptunus tidak terpikir untuk memiliki hewan peliharaan?❞ Europa pun bertanya pada Elliot yang tengah bermain-main dengan anjing berukuran besar.
"Ah?" Elliot merandek ketika mendengar tanya rembulan mungil itu. "Saya selalu memikirkannya, tapi..."
Mengingat anak-anak angkatnya yang beragam sifat dan perilaku, membuatnya bingung.
"...untuk sementara ini mungkin saya belum bisa memelihara hewan, karena saya harus mengurus anak-anak angkat saya di bumi ini, Eu." jawab Elliot lugas tanpa menutup-nutupi.
❝Iya?❞
Anak angkat, seperti manusia-manusia yang Europa anggap seperti kakak?
"Jika nanti ada kesempatan saya akan mengenalkan mereka pada Europa. Kalau saat ini, mereka sedang sibuk." tatapannya menerawang ke arah lain. Ke arah anak-anak bulu di dekat kakinya.
"Jika nantinya memang bisa, saya ingin memelihara kucing persia atau savannah. Rasanya menyenangkan bermain-main dengan anak-anak bulu," Elliot terkekeh geli saat jerijinya dijilati oleh anjing-anjing yang tengah bercengkrama bersamanya.
❝Eu jadi penasaran. Mm, semoga suatu hari Eu bisa ketemu mereka! Dan kalau Neptunus sudah kesampaian pelihara satu, beritahu Eu❞
Ingin mampir bermain, ceritanya. Europa berbaring di sebelah salah satu anjing besar, lalu peluk! Impresinya masih sama; bagai boneka, bagai kasur. Ia jadi tergoda memejamkan mata.
"Semoga saja bisa, ya? Soalnya mereka unik-unik," memilih menyebut mereka unik dari pada aneh.
Dirinya sendiri sudah aneh, sih. Jadi, Elliot tidak perlu mengatakan orang lain aneh.
"Eu sendiri bagaimana? Ingin memiliki peliharaan juga?" tanya Elliot pada Europa.
❝. . sekarang Eu sudah punya peliharaan. Ada satu monster jeli dan sebelas ikan emas,❞
Dari pemberian kawan dan hasil bermain kingyo-sukui pada festival Tanabata lalu.
❝Kalau peliharaan seperti kucing atau anjing, Eu ingin juga. Tapi Eu takut tidak bisa merawat mereka dengan baik ehehe . . .❞
Rona berpendar jengah. Bahkan monster jelinya ada dalam naungan Ganymede, sementara para pisces diurus oleh para pelayan mansion.
❝Neptunus tahu, Eu takut Eu akan membuat mereka sakit atau kenapa-kenapa. Jadi untuk saat ini, monster jeli dan ikan emas cukup!❞
"Sebelas ikan mas dan monster jeli." Elliot mengulangi kalimat Europa . "Menurut saya itu sudah cukup bagus, kok. Nanti kapan-kapan saya akan membawa peliharaan saya ke tempat Eu jika sudah ada. Oh iya."
Elliot merogoh saku pakaiannya. Pakaian tradisional entah dari negara mana yang saat ini ia kenakan. Sebenarnya Elliot sudah tahu bahwa penampilannya kelewat mencolok karena banyak orang memperhatikannya. Termasuk orang-orang di penampungan hewan ini.
Elliot mengeluarkan selembar kertas berisikan nomor ponsel dan e-mail nya. Lantas diberikannya pada putri kecil Jupiter itu.
"Kalau ada apa-apa, hubungi saya di nomor ini atau di alamat e-mail ini, ya? Saya akan segera datang." mengedipkan sebelah matanya.
❝Terima kasih, Neptunus!❞ Europa mencicit ketika kuasa menerima kertas yang mencantumkan kontak. Lagi, ini sudah kali ke berapa ia mengucapkan terima kasih?
❝Kalau ada apa-apa, Eu pasti akan menghubungi Neptunus. Atau kalau Eu mau mengganggu seseorang, Eu juga akan menghubungi Neptunus,❞ candanya bersama tawa manis.
Elliot menggurat senyum ke arah Europa, lalu melirik ke arah pemilik tempat itu yang mengatakan tempatnya akan tutup.
"Sepertinya kita harus segera pulang?"
Pasang mata milik Europa segera menghadap jendela di mana rona jingga perlahan menodai bentang cakrawala yang semula biru.
❝. . Ah, sebentar lagi gelap ya. Mm, ayuk kita pulang!❞
Telapak menyapa tiap-tiap kepala anak bulu sebelum bangkit dan berpamitan pada sang pemilik.
❝Terima kasih sudah mengizinkan kami bermain, Paman! dan terima kasih sudah menemani Eu bermain dan mengajak Eu keliling hari ini, Neptunus,❞
Sebenarnya bagi Europa ini masih terlalu pagi untuk pulang. Tapi, yah, baiknya ia tidak membantah. Anak baik harus menurut.
Lagipula jika Europa pulang terlambat, para pelayan mansion mungkin menaruh cemas sebab Europa tidak mengatakan apapun sewaktu pergi. Ditambah . . . sekarang perutnya lapar! Apa yang dimasak para koki hari ini?
— bersambung
__ADS_1