Planetes

Planetes
2.f. Wounded Prince


__ADS_3

Kaum Frodice memang kasar dan juga mulut mereka seperti tidak berpendidikan. Namun di balik kebarbaran mereka, kemampuan medisnya bisa dibilang cukup tinggi. Elliot belajar banyak dengan mereka semua.


Ternyata waktu yang berjalan di tempat kaum Frodice berada lebih lambat dibandingkan dengan dunia luar. Ternyata sudah lewat 30 tahun dari terakhir ia mendatangi tempat ini.


[Benar-benar seperti masuk ke dunia lain...] Elliot pun membatin.


Sang bentala pun melangkahkan tungkai kembarnya mengikuti arah angin. Entah akan menuju ke mana, ia tidak tahu. Hanya bisa berharap akan mendatangi tempat yang lebih baik.


Elliot kini tiba di tempat yang penuh dengan peperangan. Orang-orang terluka terlihat di sana-sini dan saat ditanyai oleh Elliot, mereka mengeluh karena kekurangan tenaga medis.


Elliot menawarkan bantuan dan tanpa banyak bicara, ia langsung mengobati orang-orang yang terluka. Dengan sabar dan penuh kehati-hatian, ia mengobati korban-korban yang belum sempat ditangani oleh tim medis.


"Penjara ruang putih?" alis Elliot mengerut ketika ia mendengar istilah itu dari salah satu prajurit yang terluka.


Sang prajurit mengangguk dan menjelaskan pada sang bentala bahwa itu adalah penjara mengerikan yang pernah ada. Entah siapa yang mengusulkan dibuatnya penjara itu, namun cukup menyiksa.


『Orang yang pernah masuk ke penjara itu akan mengalami masalah pada penglihatan dan pendengaran. Bahkan mentalnya akan terganggu.』


Elliot tertegun. Jika benar ada penjara semacam itu, pasti akan menakutkan para tahanannya.


「Pria berwajah kalem itu beberapa waktu lalu ditahan di sana, kan?」prajurit satunya bertanya pada prajurit yang tengah diobati oleh Elliot.


『Iya, karena diianggap mencurigakan. Mereka berkeinginan untuk mengorek keterangan dari pria itu.』


"Pria itu?" Elliot tertarik untuk mengetahuinya.


Seolah takut terdengar oleh siapapun, prajurit itu mencondongkan tubuhnya ke arah Elliot dan berbisik.『Pria ini konon bangsawan dari antah berantah. Ia seorang mekanik yang biasa membetulkan persenjataan dan juga peralatan kami. Namun para penjajah itu menangkapnya dan beberapa waktu lalu mengurungnya di penjara mengerikan itu setelah gagal menyiksa dan mengorek keterangan darinya.』


"Jadi begitu...." Elliot mengelus dagu dan mengangguk paham. "...anu, apakah Tuan tahu nama pria yang ditahan itu?"


Sang prajurit nampak mengingat-ingat. Sepertinya nama pria yang ditahan itu sulit dilafalkan sehingga butuh energi ekstra untuk mengingat.


『Ganymede. Kalau tidak salah, namanya Ganymede.』


Elliot berusaha untuk tidak terkejut meski sebenarnya nama itu cukup mencengangkan. Ganymede? Putra kakaknya, Jupiter, ada di sini?

__ADS_1


"Apakah Tuan tahu di mana Yang Mulia Ganymede ditahan?" tanpa sadar, Elliot memanggil keponakannya itu dengan sebutan hormat.


『Ada di penjara wilayah barat. Kurang lebih 30km dari sini.... Hei! Kau tidak bermaksud untuk mengunjungi penjara itu, kan?!』wajah sang prajurit tampak pucat dan shock.


"Tenang saja, saya hanya ingin mengobati orang-orang yang terluka saja. Tiada tujuan lain," jawab Elliot santai.


[Saya juga ingin menyelamatkan sang pangeran. Bila tidak, Kak Jupiter akan murka.] Elliot pun membatin.


『Tapi, Tuan tidak terlihat seperti pandai bela diri... Tidak bawa senjata juga.』


Rupanya itu yang mereka cemaskan darinya? Elliot mengibaskan tangannya santai. Pertanda mereka tidak perlu memikirkan hal tersebut.


"Tidak perlu khawatir, saya bisa menjaga diri," ia mencoba meyakinkan para prajurit itu.


Setidaknya ia menghindari pemakaian alat dokternya untuk menyerang. Elliot adalah dokter, bukan seorang pembunuh.


Usai mengobati para prajurit, Elliot pun berangkat ke tempat yang dimaksud oleh mereka. Tidak banyak hambatan yang ia temui. Toh bila Elliot tidak bisa melalui dengan berjalan, ia bisa terbang.


Tanpa memakan waktu cukup lama, ia pun akhirnya sampai di penjara yang bangunannya cukup besar dan nampak terisolir. Untuk sekian puluh sekon, Elliot memandangi bangunan tersebut seolah memberikan penilaian.


Mula-mula, ia mendekati para penjaga di penjara dan meminta izin untuk masuk. Seperti yang ia duga, para penjaga mencurigainya dan memeriksa barang-barang bawaannya.


Namun, tidak ada satupun benda mencurigakan ditemukan. Hanya ada alat-alat kedokteran dan obat-obatan. Para penjaga pun memperbolehkan Elliot masuk meski tetap mencurigai sang bentala.


Begitu sampai di dalam penjara, Elliot meminta izin untuk mengobati para tahanan. Mula-mula kepala sipir menolak dengan alasan jika mereka diobati, ada kemungkinan lari dari penjara.


Elliot mencoba bernegosiasi dan mengatakan bahwa itu tidak manusiawi jika membiarkan manusia meninggal di dalam penjara. Apalagi fasilitas penjara jauh dari kata layak.


Berdebat. Berdebat. Berdebat. Akhirnya sepakat. Elliot diizinkan untuk mengobati para tahanan.


『Satu lagi, ada tahanan yang buta dan tuli di ujung ruangan sana. Dia juga sering mengamuk tiba-tiba. Jika kau bisa mengobatinya, tolonglah. Kami butuh keterangan darinya.』sang kepala sipir meninggalkan pesan sebelum Elliot beranjak.


"Baik, akan saya usahakan, Pak. Permisi."


Setelahnya hanya ada keheningan yang terpecah oleh bunyi hak sepatu milik Elliot yang bercumbu dengan lantai keras nan dingin. Kalau dipikir-pikir, penjara abad ini sungguh aneh dan mengerikan. Tidak heran bila banyak yang almarhum karenanya.

__ADS_1


Elliot mencoba mencari presensi dari Ganymede. Tidak sulit sebenarnya, namun sepertinya bulan terbesar di tata surya itu tengah melemah. Itu artinya, Elliot harus bergegas sebelum Ganymede semakin memburuk.


Pintu penjara telah dibuka dan ain kembar Elliot dapat melihat sosok Ganymede yang terkulai di atas kasur dengan pakaian serba putih. Rambut panjang dan pakaian yang dikenakan oleh Ganymede acak-acakan. Sementara ain kembar sang rembulan yang berwarna kuning keemasan itu menatap kosong.


Elliot melambaikan tangannya di depan Ganymede, namun yang bersangkutan tidak bereaksi. Pun ketika Elliot memanggil nama sang rembulan.


"Ya Mentari..." Elliot menekap wajahnya dan menghela napas.


Kondisi keponakannya ini sungguh menyedihkan. Akan butuh waktu lama baginya untuk memulihkan Ganymede.


[Yang Mulia Ganymede, apakah kau dapat mendengar saya?] Elliot mencoba berkomunikasi dengan menggunakan telepati.


Di luar dugaan, Ganymede bereaksi dan bertanya dengan suara parau.


(Siapa itu? Kau mengenalku?)


[Yang Mulia, gunakan telepati saja. Jangan sampai mereka tahu kita sedang berkomunikasi.] Elliot mencoba untuk memberikan arahan. [Jika Anda lupa, coba berbicara melalui suara hati Anda.]


Ganymede memiringkan kepalanya. Ia terlihat linglung, namun mencoba sesuai kata-kata seseorang yang berbicara melalui telepati.


【Kau siapa? Kau tahu aku?】


[Saya Neptunus, adik dari ayahmu, Jupiter. Anda adalah putera Jupiter, Ganymede. Saya datang ke mari untuk menyembuhkan Anda dan membawa Anda lari dari sini.]


【Lari? Ke mana?】


[Ke mana saja selama Anda bisa aman dan bisa memulihkan diri.]


【Tuan Neptunus, aku ingin melihatmu dan bisa mendengar suaramu. Bisakah?】


[Tentu, saya akan mengobatimu. Perlahan-lahan hingga sembuh.]


Untuk makhluk celestial, kemampuan penyembuhan Elliot berfungsi maksimal. Tetapi tidak berguna untuknya sendiri. Menyedihkan memang.


Ganymede menganggukkan kepalanya dan memutuskan untuk percaya pada pria yang mengaku sebagai adik ayahnya itu. Ingatan sang rembulan masih belum pulih, dan sepertinya Elliot akan memakan waktu lebih lama untuk mengobati luka psikis dan fisik sang pangeran.

__ADS_1


—bersambung


__ADS_2