Planetes

Planetes
3. Prologue (Memory of Medusa)


__ADS_3

Semenjak Medusa dikalahkan oleh Perseus, matanya menjadi barang berharga di kalangan para penyihir. Mata itu disebut sebagai permata yang memiliki kemampuan mengubah segala sesuatu yang ditatapnya menjadi batu.


Meski mata tersebut memberikan kekuatan bagi penggunanya, tidak semua orang mampu menggunakannya secara optimal. Kebanyakan mereka yang menjadi kelinci percobaan untuk ditanamkan mata Medusa akan menjadi batu, tak lama setelah mata tersebut ditanamkan.


Organisasi bawah tanah yang sebelumnya pernah menyekap Elliot, kini bergerak untuk mencari wadah yang tepat untuk mata Medusa. Tujuan mereka tentu hanya satu, menjadi satu-satunya penguasa alam semesta. Karena itulah mereka menghalalkan segala cara untuk menangkap sukma para planet yang sudah mewujud menjadi manusia.


Panti Asuhan Vylocracas adalah panti asuhan kecil di Inggris. Jumlah anak-anaknya tidak seberapa banyak, namun tinggal di sana membuat Clarissa merasa bahagia.


Bagi Clarissa yang tidak mengenal kedua orang tuanya sejak bayi, tinggal di panti asuhan ini membuatnya merasakan kehangatan keluarga yang sesungguhnya. Ia menghabiskan masa kecilnya dengan bahagia. Setidaknya hingga ia berusia 7 tahun.


Rupanya, panti asuhan itu hanya kedok dari organisasi gelap yang mencari kelinci percobaan untuk wadah bagi mata Medusa. Satu demi satu anak-anak panti dicabut kedua matanya dan ditanamkan mata Medusa.

__ADS_1


Kebanyakan dari mereka tidak dapat beradaptasi dengan mata tersebut. Sehingga tubuh mereka menjadi batu.


Clarissa yang menyaksikan itu meringkuk di sudut, tidak sanggup untuk menyaksikan pembantaian keji yang terjadi di depan matanya secara live. Hingga tiba dirinya diseret untuk dijadikan percobaan.


Prosesnya sungguh menyakitkan dan menimbulkan trauma mendalam bagi sang gadis kecil. Tubuhnya mengalami percobaan menyakitkan agar bisa menggunakan sihir, dan kedua matanya pun mengalami nasib serupa dengan teman-temannya yang lain.


Bisa dibayangkan betapa mengerikannya proses tersebut dan menyakitkan. Clarissa tidak mampu menangis, hanya bisa merintih dan menggeliat dalam kesakitan.


Orang-orang yang terlibat dalam penelitian itu, semuanya menjadi batu. Fasilitas pun hancur dan Clarissa yang waktu itu baru saja terbiasa dengan mata barunya, menatap kehancuran tempat itu dengan dingin. Sebelum akhirnya ia pingsan.


Setelahnya, Clarissa diasuh oleh keluarga Mycenae. Hampir semua anggota keluarga itu memperlakukannya sebagai barang, hingga akhirnya Arcturus—putra tunggal keluarga Mycenae, meloloskan Clarissa dan mempercayakan pengasuhan Clarissa kepada Muraki Kazuto, penyihir kuat di Jepang.

__ADS_1


Di bawah pengasuhan Kazuto, Clarissa dilatih sedemikian rupa untuk mengendalikan mata sihirnya. Juga dibekali berbagai hal untuk perlindungan.


Dari Kazuto, Clarissa diberitahu bahwa mata yang dimiliki oleh Clarissa bukanlah mata biasa. Karenanya Clarissa harus bisa bertahan hidup dengan mata tersebut, sebelum benda sihir itu mencabut nyawanya.


Clarissa menganggukkan kepalanya dan ia pun berusaha untuk tidak menggunakan sihirnya dalam kehidupan sehari-hari ataupun saat bertarung. Bahkan untuk menutupi identitasnya sebagai wanita, Clarissa menyamar menjadi seorang laki-laki bernama Ryan Mycenae.


Setelahnya, Ryan berkeliling dunia. Tujuannya hanya satu, mencari kakak angkatnya yang menghilang pasca insiden itu.


Ryan tidak mengetahui bahwa dalam penggembaraannya itu, ia akan bertemu dengan pengejawantahan Neptunus—Elliot. Yang akan mengubah kehidupannya 180 derajat.


Entah takdir apa yang akan menantinya, Ryan hanya bisa bertekad untuk melaluinya. Karena ia hanya ingin menemukan kakak angkatnya dan menjalani hidup normal setelahnya.

__ADS_1


—bersambung


__ADS_2