Planetes

Planetes
3. w. Peace Before Storm


__ADS_3

Bohong jika Elliot tidak mengkhawatirkan Clarissa pasca mereka berpisah beberapa hari lalu. Ponselnya pun tak dapat ia hubungi.


Satu-satunya tempat yang dapat ia datangi adalah kantor tempat di mana Kazuto berada. Setengah berharap Clarissa benar-benar ada di sana.


Tapi—


"Apa? Clarissa tidak datang ke mari?"


『Memangnya kau pikir aku berbohong? Kalau kau mengira demikian, silakan periksa tempat ini.』Kazuto menjawab dengan dingin.


"Saya hanya bertanya, Kazuto-san. Jangan marah," Elliot mencoba untuk menenangkan pria berhelai kelam itu.


Elliot nampak frustrasi sekarang. Benaknya dipenuhi kekhawatiran akan Clarissa. Kazuto mengernyitkan alis.


『Apakah terjadi sesuatu beberapa hari lalu?』


"Dia bilang, dia akan menghilang sampai pengejaran Asosiasi terhadap dirinya berlalu. Tapi, saya cemas. Apalagi dia dalam kondisi tidak memiliki Mana," jawab Elliot dengan penuh kecemasan.


Mendengar itu, Kazuto langsung paham dengan situasinya. Ia menghela napas.


『Kemungkinan besar, ia sudah ditangkap Asosiasi saat ini. Entah apa yang akan mereka lakukan pada Clarissa.』Kazuto meremat tangannya kuat-kuat. 『Kutebak kalau Clarissa saat ini kembali dicuci otaknya oleh mereka.』


"Begitukah? Kalau begitu—"


『Aku tidak menyarankanmu untuk pergi ke sana dengan gegabah, Elliot! Kau hanya akan berakhir menjadi spesimen mereka!』bentakan Kazuto membuat Elliot bungkam. 『Kau harus mempersiapkan dirimu sebelum pergi ke sana. Terlalu berbahaya bila kau langsung datang tanpa persiapan!』


"Lalu, saya harus apa? Kekuatan saya masih tersegel," Elliot merutuki ketidakberdayaannya saat ini.


Memang benar, sebagian besar kekuatan Elliot tersegel karena dikutuk. Namun, Kazuto tidak bisa membantu Elliot.


『Aku akan mencari cara, kau sementara diamlah dulu. Jangan membuat pergerakan yang tidak perlu.』jeda sejenak sebelum Kazuto menambahkan. 『Kecuali kau memang ingin ditangkap oleh mereka.』


Elliot terdiam. Ia pun bingung hendak bagaimana lagi setelah ini. Ia terpaksa menuruti saran Kazuto meskipun ia benar-benar mengkhawatirkan kondisi Clarissa.

__ADS_1


"Kalau begitu, saya akan berjalan-jalan dulu di sekitar sini." Elliot pun pamit pada Kazuto dan keluar dari kediaman Kazuto.


Saat berjalan-jalan, tanpa henti ia menghela napas. Sedikit menyalahkan diri karena tidak menemani Clarissa di saat seperti itu.


"Tapi.... Clarissa pasti akan menolak bantuan saya. Saya harus bagaimana?" kemam pun lolos dari celah birai.


Tanpa diduga, seseorang mendekati Elliot dan bertanya dengan nada yang tidak bersahabat.


"Kau kah Elliot Alexis Bouvard Urbaine Le Verrier?"


Elliot pun menoleh dan menganggukkan kepalanya. "Iya, itu saya. Ada apa, ya?"


Aura pria berambut merah yang ada di hadapan Elliot ini nampak tidak normal. Sang bentala menebak, pasti akan terjadi sesuatu setelah ini.


"Kau berani mendekati adikku, apakah kau sudah mendapatkan izin dariku, hm?" wajah itu nampak tersenyum, namun Elliot tahu bahwa aura pembunuh terasa sekali dari pria itu.


"Belum," Elliot menjawab dengan polosnya. "Ah, kau kakaknya? Jika demikian—"


Elliot terdiam dan memiringkan kepalanya. "Kau ini sister complex, ya?" komentarnya.


"DIAM KAU!" bentak Arcturus jengkel. "Ekhem. Yang pasti aku tidak akan membiarkan mu mendekati adikku."


"Tapi, adikmu sendiri memutuskan untuk membantu saya memusnahkan kutukan-kutukan yang saya miliki. Bagaimana cara saya menjauhi adikmu?" Elliot merespons dengan tenang, tiada ekspresi tertekan ataupun kesal.


Sedikit membuat Arcturus menjadi jengkel. Bisa-bisanya tidak bereaksi meskipun ia mengintimidasi sedemikian rupa.


"Kau sadar tidak? Apa yang kau lakukan mendorongnya kepada kehancuran dirinya," kali ini Arcturus kembali menyerang mental Elliot, berharap Elliot mundur dari keinginan untuk tetap bersama Clarissa.


"Saya sadar," tetap tenang jawaban Elliot. "Karena itulah, saya rela mengorbankan apa saja demi kebahagiaan dirinya. Tapi, tentu saja saya akan menyelamatkan dia dari kehancuran itu."


"TCH!" Arcturus mendecih. Rupanya ia telah meremehkan jelmaan planet satu ini. Tak disangka bila semua intimidasinya dimentahkan begitu saja. "Biarkan aku mengujimu. Apakah kau benar-benar layak untuk bersama adikku atau tidak."


Satu jarinya teracung dan Elliot dapat melihat api terkumpul di ujung jari Arcturus. Elliot terbelalak.

__ADS_1


"Habislah kau. Fire Ball!!" Arcturus menyerang Elliot dengan bola api bertubi-tubi.


"ASTAGA!!" Elliot segera menghindari serangan itu dengan salto. "Tenang, hei!"


"Lawan aku kalau berani!" tanpa ampun ia menggunakan kekuatannya untuk menjatuhkan beberapa meteor.


[Ampun deh, kakaknya Clarissa ini mau memusnahkan saya, kah?]


Sambil membatin, Elliot menghindar mati-matian dari serangan Arcturus. Namun Arcturus melihatnya sebagai tindakan tak berarti dan mengintimidasi Elliot lagi.


"Kalau kau tak melawan, bagaimana kau bisa mengatasi magus-magus dari Asosiasi, hah? Jangan mimpi kamu!"


Memang benar bahwa Elliot saat ini tak akan mungkin bisa mengatasi magus dari Asosiasi. Tapi melawan Arcturus pun bukanlah pilihan bijak baginya. Jadi, ia hanya bisa bertahan walaupun kesulitan juga.


「Aku sudah pernah bilang kan, Nep? Perasaanmu terhadap manusia itu hanya menghambatmu. Beginilah jadinya.」suara Poseidon kembali menggema di benak Elliot.


〔Tapi, mana boleh saya menggunakan kekuatan saya? Yang ada nanti earthling ini musnah.〕


「Kalau kau terus menghindar seperti ini, tak akan ada habisnya, Nep. Bertindaklah.」


Di bawah tekanan seperti ini, tentu saja Elliot semakin bingung. Hingga akhirnya—


"Diamond Dust!" Elliot pun menggunakan kekuatannya untuk menghalau serangan Arcturus.


"Nah, begitu dong. Baru seru," Arcturus nampak puas dengan perlawanan Elliot. "Coba tahan serangan ini!" Arcturus pun maju dan menyerang Elliot dengan tendangan dan pukulan layaknya bertanding ilmu beladiri.


[Ya ampun, ini pertarungan antara penyihir atau Mortal Kombat, sih?] Elliot pun membatin lagi.


Meski sebenarnya Elliot tidak mengalami kesulitan untuk mengatasi pukulan dan tendangan dari Arcturus, namun ini terasa aneh. Aneh karena yang ia lawan adalah penyihir. Itu menurutnya.


"Sebaiknya kau bersiap, Elliot. Mungkin ini menjadi akhir bagimu." Arcturus menyeringai. "Dan namaku Arcturus Xenos Mycenae. Ingatlah itu di alam baka."


Dalam jarak sedekat itu, Arcturus melepaskan serangan meteor yang beruntun dan Elliot tak sempat lagi menghindar.

__ADS_1


__ADS_2