
Setelah semuanya selesai,Zaki lalu mengajak Tya nonton.Sepanjang jalan menuju bioskop Zaki tersenyum bahagia,apalagi tangan Tya tak pernah lepas memegang tangannya.
🌹🌹🌹
Sementara di bandara...
Andri terlihat kesal,sudah dari jam setengah 7 pagi dia menunggu pesawat yang ditumpangi Yoga tapi teryata pesawatnya mundur 3 jam.
Dilihatnya jam yang berada ditangannya...sudah menunjukkan pukul 10 lebih.
"Hadeehhh...nunggu kok ya lama banget,mo ditinggal pulang dah tanggung,mundur kok ya sampe 3 jam...dasar sial" gumam Andri.
Tak lama kemudian dari arah pintu kedatangan terlihat seorang lelaki tampan berbaju casual,jaket jeans dan berkacamata hitam keluar.Sesaat dia tampak celingukan mencari seseorang,sampai...
"Andriii..." teriaknya.Yang dipanggilpun segera menoleh.
"Alhamdulillah...akhirnya kamu datang juga Ga...Sampai lumutan aku nunggu kamu..." sungut Andri
"Hahaha...mana aku tau kalo disana jadwalnya dimundurin 3 jam.Lagian emang cuma kamu yang nunggu...aku disana juga nunggu 3 jam tau" ucap Yoga.
Mereka berjalan sambil ngobrol dengan sesekali diselingi ketawa menuju mobil dan selanjutnya mobil pun segera melaju meninggalkan Bandara Adisucipto.
"Kumaha kabarna Tya,Ndri...???" (Bagaimana kabarnya Tya,Ndri???)Yoga membuka percakapan.
"Hadeehhh...nepi jogja bukanna nanyakeun kaayaan mama,kalakah nanyakeun kabarna Tya ti heula..."(Hadeehhh...sampai jogja bukannya nanyain keadaan mama,malah nanyain kabarnya Tya duluan)
"Bae atuh...kumaha kabarna???"(Biarin dong...gimana kabarnya???)
Andri menarik napas,lalu dia menceritakan soal Tya yang dari kemarin-kemarin belum sempet dicritakannya pada Yoga.Dari mulai Tya yang kini kerja diswalayan miliknya,alasan dia kerja sampai tadi pagi saat dia bertemu Tya dipinggir jalan dengan keadaan kacau.Andri juga menceritakan cerita yang tadi dia dapat dari Tami,bahwa teryata Tya habis marahan dengan tunangannya dan kata Tami Tya sudah memutuskan hubungan dengan tunangannya dan sudah mengembalikan cincin tunangannya.
Yoga mendengarkan semua cerita Andri dengan seksama,sesekali dia menyunggingkan senyum manisnya ketika dia mendengar Tya telah memutuskan pertunangannya dengan laki-laki itu.
Setelah selesai mendengarkan cerita dari Andri,lalu...
"Ndri tar berhenti dulu di Amplas ya...aku pingin beli kopi...mataku kok terasa ngantuk" Andri mengangguk.
"Nggak perlu parkir masuk kan???"
"Nggak usah...tar mama keburu ngomel-ngomel lagi kalo kita kelamaan..." ucap Yoga
__ADS_1
Jalanan tumben nggak begitu padat,sekitar 20 menit Andri sudah memarkir mobilnya disisi jalan.
"Maneh milu turun teu???" (Kamu ikut turun enggak???) Yoga segera melepas sabuk pengamannya.
"Milu atuh...bosen ti tadi ngadagoan wae..." (Ikut dong...bosen dari tadi nunggu aja)
Andri pun segera ikut turun.
Setelah menyebrang jalan,mereka pun segera masuk ke dalam mall.Namun tiba-tiba langkah Yoga terhenti ketika melihat sosok yang sangat dirindukannya sedang bercanda sambil bergandengan mesra dengan pasangannya.Mata Yoga terlihat nanar menahan rasa cemburu.Yoga benar-benar dibuat jengkel dengan pemandangan itu.
"Kenapa aku harus melihat Tya bersama laki-laki itu lagi...katanya sudah putus tapi kok masih mesra" gumam Yoga geram.
Andri merasakan hawa panas disampingnya,sudah dapat dipastikan kalo Yoga sedang menahan amarahnya.Dia juga melihat Tya dan tunangannya itu sedang bercanda sambil bergandengan tangan dengan mesranya.
Tiba-tiba Yoga pun membalikkan badannya...
"Kita langsung ke rumah sakit aja..."
"Teu jadi meli kopi???" (Nggak jadi beli kopi???)
"Nggak..." jawab Yoga datar.Langkah kakinya diperlebar agar cepat sampai mobilnya.
Andri menghembuskan napas kasar...sudah bisa diduga,dia bakalan kena semprot sesampainya didalam mobil nanti.
"Ayo gancang...lila pisan" (Ayo cepat...lama banget) Nada suara Yoga sudah mulai meninggi.Andri pun segera mempercepat langkahnya.
Sesampainya dimobil...
"G*******k sia...maneh ngawadul ka urang???" (G*******k kau...kamu bohong ke aku???) teriak Yoga.Andri sampai merinding dibuatnya.Andri hanya bisa diam seribu bahasa.
"Katanya putus,tapi apa yang kita lihat tadi???"
"Mereka justru bergandengan tangan dengan mesranya...kamu tau rasaku??? Jantungku seperti akan meledak dibuatnya...akh..." Yoga memukul kaca jendela mobil dengan punggung tangannya.
"Sumpah demi Alloh...kamari Tami nyarita ka urang kitu...Hampura mun kaayaanna jiga kieu (Sumpah demi Alloh...kemarin Tami cerita ke aku gitu...Maap jika keadaannya jadi begini) Andri mencoba membela diri.Sebenarnya bukan membela diri juga tapi Andri sudah bercerita sesuai apa yang dia dengar dari Tami,siapa sangka kalo mereka sudah akur kembali.Yoga hanya diam,hatinya benar-benar kecewa.
Selama diperjalanan menuju rumah sakit mereka masih tetap saling diam.Yoga masih terlihat kesal dengan kejadian tadi.
"Teryata aku pulang hanya untuk kecewa" begitu pikirnya.Sementara Andri merasa bersalah karna apa yang dia sampaikan tadi bisa berbanding terbalik dengan kenyataannya.
__ADS_1
Sampai di rumah sakit,Yoga turun masih dengan diam...tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.Langkah lebarnya langsung menuju kamar tempat mamanya dirawat tanpa menunggu Andri.Andri menghela napas panjang,dia jadi merasa serba salah dan hanya bisa pasrah.
"Assalamu'alaikum..." Yoga membuka pintu kamar VVIP
"Wa'alaikumsalam..." jawab Mama Ranti dan Papa Bacthiar bersamaan.
Senyum terkembang dibibir kedua orangtua Yoga,tapi sesaat senyum mereka menghilang melihat putra kesayangan mereka tampak cemberut dan tak bersemangat.Yoga mencium tangan kedua orangtuanya bergantian,lalu dia duduk disofa dengan tangan dan kaki dibentangkan serta kepala yang disandarkan.Matanya menatap langit-langit kamar seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Loh kenapa ini...Yoga marah mama suruh pulang???Mama kan kangen nak..." Mama Ranti mencoba membujuk karna beliau melihat ada yang tidak beres dengan putranya.
Yang ditanya hanya diam,kini matanya terpejam dan tangannya memijit-mijit dahinya.
"Kamu sakit??? Andri mana???" tanya Papa Bachtiar.Yoga menggeleng pelan.
"Ga...sini dekat mama" Yoga pun mendekat, ditidurkannya kepalanya didekat mamanya.
Mamanya membelai rambut Yoga dengan lembut.Sikap inilah yang selalu bisa membuat Yoga tenang.
Sementara itu Andri yang mau masuk kamar segera didorong keluar dari kamar oleh papa.
"Temani papa makan dikantin Ndri...Ada yang mau papa tanyakan tentang sikap Yoga hari ini"
Andri mengangguk lalu keduanya melangkah menuju kantin rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
__ADS_1
Trimakasih buat yang sudah mampir di karya Author.Karna ini karya pertama,mohon saran dan kritiknya lewat kolom komentar.
Jangan lupa likenya juga yaaa...🙏🙏🙏