
Tya melangkah meninggalkan mereka yang terbengong-bengong dan terkagum-kagum padanya.
🌹🌹🌹
Tya kembali menyusuri hotel milik suaminya itu,sepanjang jalan para pegawai yang sudah mengenal dia sebagai istri bossnya menyapa dengan sopan.
Tiba disebuah taman Tya berhenti, dia melihat dari kejauhan suaminya sedang berbicara dengan seorang wanita yang berpakaian sexy. Dia adalah Sherly.
Tya melangkah pelan mendekati suaminya yang sepertinya sedang menjelaskan sesuatu.
"Aak..."
"Hai sayang...sini...aku kenalin sama temenku"
Tya mendekati suaminya dan Yoga pun segera meraih pinggang Tya dan memeluk Tya dari samping.
"Sherly...ini istriku...cantik kan..." ucap Yoga sambil mencium pipi Tya.
"Cih...Yoga br*******k...begitu teganya dia pamer kemesraan didepanku" bathin Sherly
"Tya..." ucap Tya sambil mengulurkan tangannya
"Sherly..."
"Aku tidak bohong kan...aku memang sudah menikah. Aku harap kamu bisa mengerti" ucap Yoga pada Sherly
Sherly marah dan kecewa tapi dia tak bisa apa-apa,lalu dia pun segera pergi tanpa permisi,dan di hari itu juga dia cek out dari hotel Yoga.
🌹🌹🌹
Tak terasa seminggu sudah mereka tinggal di hotel milik Yoga.
"Aak..."
"Hmmm...ada apa???"
"Besok cuti Tya udah habis...jadi besok Tya udah mulai kerja,kita pulang dulu kerumah mama ya..." ucap Tya sambil meletakkan segelas orange jus untuk suaminya.
__ADS_1
Yoga diam tak menjawab,dia masih fokus pada laptop dihadapannya. Tya kesal karna merasa diacuhkan,dia hendak berdiri tapi tangan Yoga dengan cepat menahannya.
"Mau kemana...???"
"Tidur..." ucapnya dengan nada kesal
"Baru juga selesai sholat dzuhur...tadi katanya mau nemenin kok sekarang malah mau tidur..."
"Habis Tya di kacangin...nyebelin..."
"Hahaha...Lucunya kamu ini...Baru tau aku sekarang sifat aslimu...selain cerewet,cengeng,manja...ternyata kamu tukang ngambek juga ya..." goda Yoga
"Terus kenapa??? Nyesel...???"
"Enggak lah...malah suka..."
Yoga segera menarik dan menidurkan Tya disofa. Ditindihnya tubuh Tya dan segera dilumatnya bibir istrinya biar urusannya nggak panjang. Tya memukul-mukul lengan suaminya karna dia mulai kehabisan napas. Yoga melepas ciumannya lalu tertawa berbahak-bahak...Tya mengerucutkan bibirnya membuat Yoga semakin gemas,Yoga kemudian bangun dan mengangkat tubuh Tya lalu membawanya ke ranjang mereka.
Dan bisa ditebak apa yang terjadi,keduanya pun melalui siang itu dengan olah raga mesra.
Menjelang maghrib Tya terbangun,Yoga sudah tidak ada disisinya,diliriknya jam dinding menunjukkan pukul setengah lima,Tya segera bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu menjalankan sholat ashar.
"Hai sudah bangun..." Tya mengangguk
"Aak sudah sholat ashar...???"
"Sudah...kamu juga sudah???" Tya kembali mengangguk.
"Habis telepon siapa???"
"Mama...aku sudah bilang sama mama,kalau mulai besok kamu sudah tidak kerja di swalayan lagi. Andri yang akan menggantikanmu"
"Loh kok gitu,Aak kok nggak bilang dulu sama Tya..." Tya cemberut,kedua tangannya disedekapkan didadanya.
"Lagi pula kalau Andri pegang keuangan,siapa yang akan duduk dikursi pimpinan,sedangkan mama sudah bilang ingin istirahat dari urusan bisnis"
"Kan ada aku...karna swalayan itu memang tanggungjawabku. Kemarin dipegang mama kan karna aku masih kuliah diluar???"
__ADS_1
"Kalau Aak yang mimpin,kenapa justru Tya di suruh berhenti??? Padahal kalau Tya kerja jadi kan kita bisa sama-sama terus"
"Atau...Aak memang sengaja nggak mau ada Tya dikantor biar Aak bebas??? Ato Aak sudah mulai bosan sama-sama Tya terus???" ucap Tya mulai terpancing emosi.
"Terus bagaimana juga dengan kuliah Tya,apa juga perlu Tya berhenti??? Kurung aja Tya...kalo Aak malu punya istri kayak Tya..." lanjutnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca
Yoga meraih tangan Tya tapi ditepis oleh istrinya itu. Tya malah pergi meninggalkan Yoga tanpa menunggu penjelasan dari suaminya.
Yoga membuang napas kasar,dia sengaja tak mengejar istrinya. Dia ingin memberi waktu bagi Tya untuk meredam emosinya. Yoga membaringkan tubuhnya disofa tamu,dia merenung,mencoba berbicara dengan dirinya sendiri...dan mengoreksi dirinya sendiri...
YOGA POV on
"Ya Alloh...baru tadi aku berbaikan dengannya,sekarang aku harus bertengkar lagi...Seminggu pernikahan kami kenapa banyak dibubuhi pertengkaran"
"Apa mungkin ini resiko dulu aku berpacaran jarak jauh,rasanya kok seperti orang yang dijodohkan saja.Memang selama ini,walaupun 3 tahun berstatus pacar tapi aku tak pernah sama-sama dengannya untuk mengenal kepribadiannya lebih dalam"
"Namun Tya adalah wanita yang baik dan aku sangat mencintainya,hanya saja mungkin kami butuh penyesuaian. Sifatnya yang suka menyimpulkan sendiri suatu masalah,mungkin juga imbas dari masa lalunya yang pernah dikecewakan. Aku harus lebih bersabar..."
"Tapi dalam hal ini sepertinya memang aku yang salah,aku telah memutuskan sendiri tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengannya. Bahkan kemarin waktu dia tanya,aku tak menjawabnya. Jadi wajar kalau dia marah padaku,karna aku egois dan telah menyinggung perasaannya"
Aku bangun dan membuka pintu kamarku,ku lihat dia tengah tidur miring menghadap jendela. Aku lihat ada sisa air mata dipipi mulusnya,akh...untuk kesekian kalinya aku telah membuatnya menangis lagi.
POV off
Yoga berjalan mendekati istrinya,membaringkan dan memiringkan tubuhnya,memeluk Tya dari belakang.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
lanjut...