
Pak Reza berdiri dan mulai mendekati Tya yang berjalan mundur menjauhinya. Pak Reza terus mendekatinya membuat Tya tiba-tba merasa ketakutan.
🌹🌹🌹
"Kenapa nggak bisa Tya...Apa karna saya seorang duda??? Atau karna kamu sedang berencana menggaet Pak Yoga???"
Pak Reza makin mendekat dan mencecar Tya dengan pertanyaan yang membuat dia semakin takut dan bingung.
"Bukan begitu pak...Jangan kait-kaitkan masalah ini dengan orang lain"
"Saya dan Yoga berteman baik,karna kami adalah teman SMA. Lagian...kenapa bapak memanggil Yoga dengan sebutan 'Pak'..."
"Halah...jangan pura-pura tidak tau Tya... Kau menolakku karna kau ingin menggaet putra pemilik swalayan ini kan???"
"Saya tidak tau maksud bapak..."
Pak Reza berjalan semakin mendekat dan Tya pun berjalan mundur menjauhinya,sampai akhirnya badan Tya membentur tembok,membuat Tya tak bisa mundur lagi.
Pak Reza tersenyum menyeringai membuat Tya mulai menangis ketakutan. Baru saja kedua tangan Pak Reza hendak memegang bahu Tya,sebuah tangan menarik kuat krah baju Pak Reza,membuat Pak Reza jatuh terpelanting kebelakang. Untung terdapat sofa dibelakangnya yang membuat Pak Reza terduduk diatasnya.
"Jangan pernah pegang Tya..." teriak Yoga
Yoga lalu berdiri didepan Tya,membuat Pak Reza tak bisa melihat Tya lagi. Badan Tya bergetar hebat karna menangis ketakutan,tiba-tiba badan Tya limbung,untung Yoga dengan sigap menangkapnya karna Tya kini pingsan.
"Kau dipecat...!!!" seru Yoga dengan amarah memuncak
"Dan urusanmu denganku belum selesai Reza!!!" teriaknya lagi
Pak Reza hanya terdiam tak berani berkata apa-apa.
Yoga mengangkat tubuh Tya membawa keluar ruangan itu dan membawanya keruang kerja mamanya dibantu satpam jaga yang membukakan pintu. Diletakkannya tubuh Tya di sofa yang ada di ruangan itu. Mama Ranti terkejut melihat Yoga yang membawa Tya dalam keadaan pingsan.
"Sayang...ada apa ini???"
"Ma,tolong jangan tanya-tanya dulu...bantu Yoga dulu ma,biar Tya cepat sadar...Yoga telpon dokter Hendra dulu..." ucap Yoga dengan muka yang tampak cemas.
10 menit...15 menit...sampai 20 menit ketika dokter datang,Tya belum juga sadar. Yoga tampak semakin gelisah.
"Dok...kenapa dia belum sadar-sadar??? Dia nggak papa kan dok..."
__ADS_1
"Sayang sabar dong...biar dokter Hendra memeriksa Tya dulu"
Mama Ranti mencoba menenangkan putranya. Setelah beberapa saat,akhirnya Tya pun sadar. Yoga segera menghampiri Tya dan memeluknya erat sambil mencium pucuk kepala Tya,membuat Tya kebingungan dengan sikap Yoga. Sementara mamanya dan dokter Hendra hanya tersenyum melihat tingkah Yoga.
"Alhamdulillah kamu akhirnya sadar juga...jangan bikin aku takut lagi Tya"
"Yoga maap...tolong lepaskan...aku susah napas..uhuk...uhuk...uhuk..."
"Oh...maap...maap...kau sudah baik-baik saja kan??? Apa ada yang sakit???"
"Dok,dia tidak apa-apa kan dok...???" celoteh Yoga yang tampak begitu khawatir.
"Yoga...aku baik-baik saja kok" ucap Tya dengan lembut.
"Tapi kamu pingsan lama sekali Tya...aku jadi khawatir..."
"Iya mas Yoga...mbak Tya nya tidak apa-apa,dia pingsan agak lama karna syock menghadapi suatu kejadian yang menakutkan menurut alam bawah sadarnya" terang dokter Hendra
"Dokter yakin???"
Dokter Hendra mengangguk meyakinkan Yoga. Karna sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi,akhirnya dokter Hendra pun pamit pulang.
"Kau mau kemana???"
"Yoga,aku sudah baik-baik saja...aku akan kembali bekerja" ucap Tya
"Tidak boleh!!!"
"Iya sayang...istirahatlah dulu disini" kata Mama Ranti.
"Yoga,mama tadi tak melihat Pak Reza di ruangannya...kemana dia???"
"Aku sudah memecatnya jadi untuk apa dia ada disini' jawab Yoga enteng
"Apa...??? Kau memecat Pak Reza Ga???" tanya Tya
"Iya...memang kenapa??? Kau masih ingin berhubungan dengannya..." suara Yoga meninggi karna kesal.
"Bukan begitu...tapi jangan hanya karna aku kau memecat karyawanmu begitu saja. Dia punya tanggungan ibunya yang tengah sakit parah dan anaknya yang masih sekolah...kan kasian..." ucap Tya sangat hati-hati
__ADS_1
"Kau...Dia bahkan hampir mencelakaimu,kenapa kau malah membelanya..."
”Kau menyukainya??? Kalau kau suka,kenapa kau menolaknya. Huuh...menyebalkan,bahkan kau tak menghargai sedikit pun pengorbananku dan rasa khawatirku melihat kau pingsan begitu lama. Itu semua karna di Reza b*******k itu...kamu malah membelanya"
Yoga membanting badannya ke sofa,terlihat dia sangat kesal sekali. Dia kecewa karna Tya seolah membela Pak Reza. Mama Ranti hanya memperhatikan pertengkaran anaknya dengan wanita yang dicintainya itu.
"Maap...aku hanya ingin mengingatkanmu,bukankah untuk memecat karyawan itu setiap perusahaan pasti ada prosedurnya. Aku cuma tidak ingin kau dicap sebagai pimpinan yang arogan. Semuanya kan bisa dibicarakan baik-baik..." ucap Tya sambil menunduk,air matanya menetes tanpa bisa ditahannya.
Melihat situasi yang panas,akhirnya mama pun angkat bicara.
"Sayang,Tya benar...semua bisa dibicarakan baik-baik...Sudahlah,nanti mama yang urus Pak Reza. Sebaiknya kau antar Tya pulang saja...Tya sayang kau istirahat saja dirumah,hari ini kau tak perlu melanjutkan bekerja"
"Tapi bu..."
Tya tak melanjutkan ucapannya karna melihat Mama Ranti menggeleng sambil menaruh jari telunjuknya dibibir dan melirik ke arah yoga yang tengah memejamkan matanya.
"Ga...antar Tya pulang,mama mau keluar sebentar...Tya,mama tinggal ya..." ucap Mama Ranti sambil mengusap kepala Tya.
Yoga masih setia dengan diamnya,tubuhnya pun tak bergerak sedikit pun dadi posisinya.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
Jangan lupa like dan komennya ya....
Trimakasih...🙏🙏🙏...
__ADS_1