
Zaki melirik Lia sekilas dan Lia pun memberikan senyum termanisnya pada Zaki.
🌹🌹🌹
"Akh,andai Tya punya pemikiran seperti Lia,pasti aku akan sangat bahagia" bathin Zaki.
Hari sudah menjelang siang tapi ombak yang besar dan angin yang bertiup kencang membuat hawa pantai terasa dingin. Apalagi ditambah cuaca yang sedikit mendung.
Lia menyedekapkan tangannya. Entah karna dia kedinginan atau sengaja memancing perhatian Zaki. Tapi kenyataannya Zaki pun melepas jaketnya dan memakaikannya pada Lia. Lia tersenyum puas dengan perlakuan Zaki padanya.
Sementara di area parkir,sebuah mobil Pajero sport masuk dan berputar-putar mencari tempat parkir yang nyaman.
Setelah mendapat tempat parkir yang teduh,mobil itu tampak berhenti disana. Tampak dari mobil itu keluarlah dua orang laki-laki tampan dan empat orang wanita cantik. Mereka adalah Andri,Yoga,Tya,Tami,Yuli dan Indri.
"Alhamdulillah...akhirnya sampai juga..." celetuk Indri.
"Iya...dan sepertinya pengunjung pantai tak sebanyak pas hari libur ya..." Yuli pun menimpali celetukan Indri.
"Kita jalan ke sebelah mana dulu nich...???" tanya Andri.
"Kemana aja...yang penting kita sampai ke pantai dulu,kan kesini mo liat ombak..." ucap Tami.
Mereka pun meninggalkan area parkir berjalan menyusuri jalan berpasir. Tiba-tiba mata Tya melihat sebuah mobil yang terparkir diujung area parkir.
Tidak salah lagi,itu adalah mobil Zaki. Tya hapal betul setiap sudut mobil itu,bahkan nomor polisinya pun hapal di luar kepala...G 35xx EB. Tya berhenti tepat dibelakang mobil itu untuk lebih memastikan pandangan matanya.
"Kok mobil ini bisa disini...apa ada yang pinjam atau...???" tanya Tya dalam hati
Diam-diam Yoga memperhatikan gerak-gerik Tya sedari tadi.
"Kenapa...??? Kau kenal pemilik mobil ini???" tanya Yoga
__ADS_1
Tya menggeleng pelan...Tami menatap Tya,Tami tau bahwa Tya sedang berbohong. Tami pun hapal betul kalau mobil itu adalah mobil Zaki. Tami kemudian mendekati Tya,dipegangnya tangan Tya untuk menguatkan hatinya yang tiba-tiba terlihat sedih. Sementara itu Andri dijadikan fotografer dadakan oleh Yuli dan Indri.
Tiba ditepi pantai foto model amatiran pun semakin menggila dan anehnya Andri masih setia meladeni mereka.
"Tyaaaa....Tamiiii...Yogaaa...ayo foto bersama" teriak Indri...
"Ayo kita kesana..." ucap Tami sambil menarik tangan Tya.
Sebenarnya Tya tidak begitu suka difoto,apalagi dengan suasana hati yang sedang tak karuan. Tapi demi membahagiakan teman-temannya,dia pun segera menghampiri Yuli,Indri dan Andri...
"Jepreet...jepreet...jepreet..." mereka mengambil foto selfi beberapa kali. Tiba-tiba mata Tya menangkap sosok yang dirindukannya,sosok yang sudah sebulan lebih tak menemuinya. Tapi Tya juga melihat orang itu tidak sendirian,dia sedang bersama seorang wanita yang tengah memakai jaket sang pria. Tya hapal betul karna jaket itu hadiah ulang tahun darinya.
Ya...Zaki sedang asik bercanda dibawah pohon cemara tak jauh dari tempatnya berdiri. Dan entah sengaja atau tidak sengaja,Tya melihat Zaki memeluk dan mencium pucuk kepala Lia disela candaan mereka,sehingga membuat wanita itu tertawa bahagia.
"Mas Zaki...Mbak Lia..." gumam Tya pelan tapi terdengar oleh Tami.
Bibir Tya bergetar menahan tangis,sementara mata Tami mengitari sekitar pantai untuk mencari sosok yang namanya diucapkan Tya.
Begitu dia melihat sosok yang dimaksud,Tami kembali menggenggam tangan Tya. Dia bermaksud melangkahkan kakinya menuju kearah Zaki dan Lia,tapi Tya menarik tangan Tami. Tami menoleh dan Tya menggelengkan kepalanya seolah mengatakan jangan kesana.
"Tyaaaaa...." Tami menangis dan berteriak sekencang-kencangnya melihat Tya jatuh pingsan dipinggir laut.
Teman-temannya yang sedang melihat-lihat hasil foto tadi pun menoleh kearah Tami.
Melihat Tami berlari menuju pinggir pantai sambil meneriakan nama Tya,Yoga segera menyusul Tami...begitu juga dengan teman-temannya yang lain.
Begitu sampai,Yoga segera mengangkat Tya yang tengah pingsan dengan baju yang basah kuyup terkena air laut.
Tim SAR datang bermaksud ingin membawa Tya dengan tandu tapi Yoga melarang,dia hanya minta ditunjukkan markas tim SAR untuk memberi bantuan pada Tya agar cepat sadar. Sampai di markas SAR Tya dibaringkan disebuah ranjang,kemudian tim SAR segera memeriksa keadaan Tya,karna dirasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan maka mereka hanya memberikan minyak kayu putih dan menyuruh mengganti baju Tya yang basah.
"Andri...cepat beli baju ganti untuk mengganti baju Tya...Indri tolong temenin...jangan pake lama..." titah Yoga yang sangat cemas melihat keadaan Tya.
__ADS_1
Sementara Tami dan Yuli menangis sambil memanggil-manggil nama Tya.
"Demi Alloh bangun Tya...bangun...hik hik hik..." Tami terus menerus memberikan minyak kayu putih ditangan,kaki dan bawah hidungnya.
Yuli yang ada disampingnya menggosok-gosok tangan Tya karna badannya terasa sangat dingin.
Tak berapa lama,Tya terbatuk-batuk dan mata Tya pun mulai terbuka.
"Alhamdulillah..." ucap Tami dan Yuli bersamaan. Mereka tersenyum bahagia.
"Aku dimana...kepalaku sakit...pusing...bajuku...bajuku kok basah..."
"Sudah jangan banyak bicara dulu,ini minum teh hangat dulu. Nanti kalo Andri dan Indri datang kamu bisa segera ganti bajunya..." ucap Yoga lembut.
Tya mengangguk...dia mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi...
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya yaaa...
Terimakasih..🙏🙏🙏