RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 60 Bertemu Dengan Si Cinta Monyet


__ADS_3

Lewat tengah malam Tya terbangun karna ingin ke kamar mandi tapi dia merasakan sakit di daerah sensitifnya.


🌹🌹🌹


Tya melirik Yoga yang masih terlelap dengan tangannya yang memeluk tubuh Tya. Tya menyingkirkan tangan Yoga pelan-pelan tapi teryata membuat Yoga terbangun.


"Kenapa...??? Mau kemana???"


"Mau bangun...mau kekamar mandi,tapi..."


"Tapi kenapa...???"


"Sa...kiiittt..." ucap Tya tersipu malu


Yoga tersenyum lalu dia mengambil kimono tidurnya,kemudian dia menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk istrinya.


Setelah selesai,Yoga pun mengangkat Tya ke kamar mandi dan mendudukan istrinya ke bathtub. Tak sampai disitu,Yoga pun ikut membersihkan diri dan juga membantu istrinya mandi.


Selesai ritual mandi,mereka pun menjalankan sholat malam berdua.


"Masih sakit???" ucap Yoga sambil memberikan secangkir jahe hangat untuk istrinya.


"Sedikit..."


Yoga membelai rambut istrinya.


"Ayo kita tidur lagi..."


Tak lama keduanya pun kembali tidur dengan posisi berpelukan.


Adzan subuh sudah sejak tadi berkumandang,Yoga terbangun tangannya meraba-raba mencari sosok istrinya lalu matanya pun menyapu seisi ruangan tapi istrinya tetap tak didapatinya.


"Sayang...sayang..." panggil Yoga sedikit berteriak.


Karna tak segera mendapat jawaban,diapun mulai sedikit panik,dilihatnya jam dinding...menunjukkan pukul 05.30 wib.


Yoga menuju kamar mandi lalu mengerjakan sholat subuh.


Baru saja dia akan mencari istrinya lagi,tiba-tiba pintu kamarnya dibuka seseorang. Tya muncul membawa nampan berisi dua mangkuk bubur ayam.


"Assalamu'alaikum...selamat pagi imamku yang ganteng..."


"Wa'alaikumsalam...Dari mana...pagi-pagi kau sudah membuatku panik saja"


"Beli bubur ayam...Tadi malam Tya liat ada tulisan warung bubur ayam dan bangun tidur tadi tiba-tiba pengen,jadi Tya putuskan untuk membeli kesana sekalian jalan-jalan"


"Kamu kan tinggal minta tolong beliin Tyaaa...nggak perlu berangkat sendiri. Ato setidaknya bangunin aku untuk nganter kamu,jadi aku kan nggak panik mencarimu"

__ADS_1


Yoga memeluk Tya dari belakang sambil menciumi pucuk kepala Tya.


"Iyaaa...maap...Ayo sarapan dulu...Tya udah laper niiii..."


Yoga melepas pelukannya lalu duduk disamping Tya untuk sarapan.


"Emang udah nggak sakit...??? Kok udah main jalan-jalan aja..." tanya Yoga sambil senyum-senyum nakal


Tya menggelengkan kepalanya,tangannya masih sibuk menyuapkan bubur ayam ke mulutnya.


"Kalo gitu habis sarapan bubur,bisa dong dapet sarapan kedua...itung-itung sebagai hukuman karna kamu tadi sudah membuatku panik...hehehe..."


"Maksudnya...???" tanya Tya sambil membelalakan mata


Yoga menjawab dengan senyum nakalnya.


Dan benar saja...selesai mereka sarapan bubur ayam,Yoga meminta jatah sarapan keduanya kepada Tya.


Tya pun menuruti keinginan suaminya dengan ikhlas sebagai tanda cinta dan tanda baktinya pada suami.


Tya masih terlelap ketika ponsel Yoga berbunyi.


"Maap pak...laporan historis hotel sudah siap"


"Hmm...aku keluar sebentar..."


"Mana coba aku liat..."


Pak Irham yang nota bene manager di hotel itu menujukkan dan menjelaskan isi laporan yang dia bawa.


"Bagus...selalu ada peningkatan pemasukan setiap bulannya. Pertahankan itu,tingkatkan pelayanan service pada customer. InsyaAlloh bulan depan bonus pertengahan tahun bisa dibagikan"


"Trimakasih pak,anak-anak pasti senang mendengarnya"


"Pastikan semua kerja dengan baik,jujur dan ramah"


"Siap pak..."


"Oya pak...Maap ada tamu hotel atas nama Nona Sherly minta bertemu dengan bapak"


"Sherly...darimana dia tau aku ada disini dan ada apa dia ingin bertemu denganku???" bathin Yoga


Yoga mengerutkan dahinya lalu...


"Apakah dia tau hotel ini milikku??? Kapan katanya dia ingin bertemu denganku???"


"Maap pak,kalo masalah itu saya kurang tau,tapi beliau ingin bertemu bapak jam 10 nanti. Katanya dia menunggu di kafe hotel pak" jelas Pak Irham

__ADS_1


Yoga melirik jam ditangannya...pukul 09.45 wib. Dalam waktu 30 menit sampai 1 jam,mungkin Tya masih belum bangun,begitu perkiraannya.


"Hmm...oke...sampaikan padanya aku akan menemuinya"


"Siap pak...akan saya sampaikan"


Sepeninggal Pak Irham,Yoga kembali ke kamarnya. Dilihatnya Tya masih terlelap seperti bayi.


"Maap sayang...aku tinggal dulu..." gumamnya


Selesai berganti baju,Yoga segera keluar kamar untuk menemui Sherly.


Sherly adalah cinta monyet Yoga waktu SMP dan tanpa sengaja 3 tahun berselang,mereka dipertemukan lagi di kota London waktu dia kuliah disana. Sejak bertemu lagi,Sherly memang terus berusaha mendekatinya tapi tentu saja Yoga mengacuhkannya karna sudah ada Tya dihatinya.


Yoga berjalan menuju kafe hotel,dilihatnya Sherly yang telah berdandan maksimal melambaikan tangannya.


"Yogaaaa...apa kabar...???" ucapnya sambil berusaha bercipika-cipiki padanya,tapi dengan cepat Yoga menghindarinya.


"Iihh...sombong amat sih...lama kita nggak jumpa ya Ga..."


Yoga mengangguk dan tersenyum.


"Iihh...masih irit aja kalo ngomong..."


"Darimana kamu tau aku ada disini???" tanya Yoga datar...Sherly tersenyum...


"Kemarin aku tak sengaja melihatmu,waktu aku baru tiba disini. Lalu aku tanya resepsionis,untuk memastikan siapa yang kulihat...teryata benar itu kamu. Dan yang membuat aku terkejut kata resepsionis kamu adalah pemilik hotel ini...benarkah???”


"Kalau benar kenapa???"


Sherly tersenyum penuh arti...dia lalu mencoba merapatkan duduknya kepada Yoga. Sementara disebuah meja yang tak jauh dari meja mereka seorang wanita memperhatikan mereka dan menitikkan air mata.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2