
Yoga cemberut,dilemparnya pelan ponsel itu ke meja.
🌹🌹🌹
Sebentar kemudian ponselnya berdering,tapi Yoga enggan mengangkatnya. Lalu dipencetnya tombol terima dan tombol loudspeaker oleh mamanya.
"Hallo Aak...kok dimatiin sih,Aak marah sama Tya ya...Maap dech...jangan marah dong..." goda Tya dari sebrang sana.
"Oya Ak..tadi Tya coba telpon Fitri,katanya besok pas libur Fitri nggak ada acara kemana-mana...jadi besok Fitri mau diajak tukeran libur..."
Mendengar Fitri mau diajak tukeran libur,Yoga langsung meraih ponselnya..
"Maksudnya...???" tanyanya ingin memastikan dengan gaya sok cool.
"Maksudnya...besok Tya yang libur terus Fitri liburnya entar pas jatah Tya libur sayang..."
Tya tau kelemahan Yoga adalah ketika dia memanggilnya 'sayang'. Benar saja Yoga tampak senyum-senyum sendiri mendengar Tya menyebut kata 'sayang' padanya,sementara mama dan papanya hanya saling pandang melihat tingkah putra mereka.
"Ak...Aak...Aak masih disitu???"
"Hmmm..." jawab Yoga masih sok jual mahal.
"Jadi besok mo jemput Tya jam berapa???"
"Udah ngga marah lagi kan??? Kalo masih diem aja,Tya tutup nich..." ancam Tya
"Eh iya-iya...tapi ini serius kan???"
"Iya..." jawab Tya lembut.
"Kalo gitu Aak jemput Tya jam 8 yaa...Sekarang Tya istirahat yaa...Selamat malam tuan putri cantikku..."
"Selamat malam Aa sayang...Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
Yoga menaruh ponselnya.
"Tya besok tuker libur sama Fitri mah" ucap Yoga gembira.
"Dia baik kan pah..." lanjutnya
"Iya...papa tau...dia gadis yang pantas ditunggu dan diperjuangkan"
__ADS_1
"Sudah sana cepet sholat Isya terus tidur...besok jangan sampai kesiangan bangun untuk sholat Subuh..." titah mamanya.
"Siap mah"
Yoga mencium mamanya,menyaut ponselnya terus masuk kekamarnya.
🌹🌹🌹
Pagi ini terasa begitu indah bagi Yoga,liburan terakhir semester ini terasa menyenangkan baginya.
"Tok...tok...tok..."
Terdengar pintu kamarnya diketok saat Yoga baru saja selesai mandi.
"Siapa???"
"Urang..." (Aku...)
"Masuk nggak dikunci kok..."
Andri masuk ke kamar Yoga,karna teryata yang mengetuk pintu kamar tadi adalah Andri,dia baru saja sampai Jogja setelah 3 hari pulang ke Bandung.
"Jam berapa sampainya kok kayak nggak denger kamu datang"
"Baru aja nyampe,paling pas kamu dikamar mandi jadi nggak denger"
"Rek kamana euy...isuk-isuk geus rapih" tanya Andri (Mau kemana ni...pagi-pagu udah rapi)
"Aku kan dah biasa gini...kalo liburan terakhir,pasti keluar jalan"
"Oh iya ya...ini liburan terakhirmu,tunggu sebentar aku mandi dulu" ucap Andri
Baru mau melangkah keluar Yoga sudah menahannya.
"Sori bro...kali ini kita nggak akan jalan keluar..."
"Lah katamu tadi??? Lagian biasanya kan kita pergi berdua..." ucap Andri bingung tak mengerti,karna memang biasanya di akhir liburan Yoga,mereka pasti menghabiskan waktu bersama.
"Urang rek jalan jeung Tya...Urang pan geus jadian...hehehe..." (Aku mau jalan sama Tya...Aku kan udah jadian...hehehe...)
"Seriusan??? Kapan??? Kok nggak bilang ke aku"
"Hehehe...baru kamaren sore..." Yoga pun nyengir kuda
__ADS_1
"Sompret...kok nggak WA aku..."
"Maap saking senengnya dan saking bahagianya jadi lupa dech..."
"Sekarang aku mo keluar dulu...maap kamu kali ini nggak diajak,takutnya ngeganggu...hehehe..." ucap Yoga terkekeh mengejek sambil berlalu meninggalkan Andri sendirian di kamarnya.
"Awas kamu ya...tar ne kamu butuh aku,aku nggak bakalan mau nolongin kamu..." teriak Andri
"Aish ada apa sih Ndri kok teriak-teriak...kaya di pasar aja..???" tanya mama
"Yoga tu ma...mentang-mentang dah jadian sama Tya,Andri dilupain..."
"Hahaha...ya mbok biarin to Ndri,Yoga sedang menikmati kebahagiaannya setelah lama menanti..."
"Kamu emang nggak ikut bahagia Ndri...??? Kamu kan harusnya malah bersyukur,Yoga kan jadi nggak ngrepotin kamu lagi. Sekarang kamu juga bisa mikirin pasangan buat dirimu sendiri" ucap sang mama
Mama Ranti emang selalu The Best dimata anak-anaknya termasuk Andri,kata-katanya selalu menyejukkan hati.
"Iya mama...Andri pasti ikut bahagia lah,melihat Yoga galau terus juga ikut ngrasain sedih juga ma. Cuman songongnya itu loh yang ngeselin" ucap Andri cemberut merajuk sedangkan mama hanya menanggapi dengan senyuman dan usapan lembut dipunggung Andri.
"Kayak baru kenal Yoga aja..."
"Daaah...gera mandi sana...terus sarapan nemenin mama ya...papa dah berangkat pagi-pagi tadi ke Surabaya jadi nggak sempet sarapan,makanya mama juga belum sarapan"
"Siap mama cantik..." ucap Andri mencium pipi sang mama dan segera menuju ke kamarnya.
Andri memang bukan anak yang di lahirkannya,tapi bagi Mama Ranti Andri tak ada bedanya dengan Yoga dan anak kandungnya yang lain. Untuk itu,Andri merasa sangat beruntung menjadi bagian dari keluarga Bachtiar Dewangga.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
__ADS_1
Ditunggu like dan komennya ya...
Terimakasih...🙏🙏🙏...