RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 67 Mencintaimu Seutuhnya


__ADS_3

Setelah melambaikan tangan dan mobil mamanya berlalu,Yoga pun kembali ke kantornya.


🌹🌹🌹


Menjelang sore,pekerjaan Yoga sudah selesai. Setelah membereskan meja kerjanya,Yoga beranjak ke ruangan Andri.


'Tok...tok...tok...'


Yoga mengetuk pintu tapi dia langsung masuk ke ruangan Andri.


"Udah waktunya pulang Ndri...Kamu nggak pulang...???" tanya Yoga


"Tar lagi dech...masih ada beberapa tagihan yang belum selesai nich..."


Yoga menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada di ruangan Andri.


"Tapi kalo kamu mo pulang dulu,pulanglah...soalnya bisa jadi aku lembur" lanjut Andri sambil menyerahkan kunci mobilnya


'Drrttt...drrrttt...drrrttt...'


Yoga melihat nama yang tertera di layar ponselnya 'Tuan Putri Cantikku'...cepat Yoga mengusap layar ponselnya..


"Ya sayang...Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumsalam...Aak masih dikantorkah...???"


"Iya...memang kenapa???"


"Tya jemput yaa...???"


"Emang udah pulang dari tempat ibu???"


"Udah...tapi mama Tya tinggal,katanya mama mau nginep sana...masih pingin ngobrol sama sahabatnya..."


"Oke kalo gitu...tak tunggu ya..."


"Siap boss...tunggu 15 menit lagi sampe...Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumsalam..."


Yoga berdiri lalu melangkah keluar ruangan Andri.


"Aku pulang dijemput Tya...mobil kamu aja yang bawa"


"Oke..." jawab Andri tanpa menoleh...


Yoga segera turun,dia tak mau istrinya sampai menunggunya...Tepat 15 menit,mobil yang dikendarai Tya masuk halaman swalayan.

__ADS_1


Tya keluar dari mobil lalu menghampiri suaminya. Tya segera mencium tangan suaminya dan Yoga pun mencium pucuk kepala Tya.


Beberapa pasang mata pengunjung memperhatikan adegan romantis yang membuat iri itu. Mereka pun segera masuk ke mobil,lalu...


"Kok nyetir sendiri...??? Pak Mamad mana???"


"Pak Mamad ijin pulang...katanya istrinya sakit...Terus tadi pulang naik ojek"


"Kenapa tadi nggak minta dijemput aja...aku kan bisa kesana..." omel Yoga


"Eh jangan ngremehin Tya ya Ak...Tya mah dah mahir kalo cuma nyetir. Tya juga punya SIM lho...ni liat,SIM A ada...SIM C juga ada...hehehe..." ucap Tya sambil menunjukkan SIM miliknya


"Kok aku nggak tau...Kamu juga nggak pernah bilang...???"


"Aak nggak nanya...hehehe..."


"Hmm...kejutan apa lagi tentangmu yang aku belum tau Tya...???"


"Ada...sesuatu yang belum Aak tau hingga kini...sesuatu yang selalu membuat Aak ragu pada Tya..."


Yoga mengkerutkan dahinya.


"Apa itu..???"


"Tya cinta Aak seutuhnya..." bisik Tya pelan ditelinga Yoga


"Serius Tya...kamu sudah bisa mencintaiku seutuhnya???"


Tya mengangguk cepat...


Yoga segera memeluk Tya dengan erat.


"Trimakasih Tya...trimakasih..."


"Maapin Tya terlambat mencintai Aak...Maapin juga atas keegoisan Tya karna selama ini Tya melayani Aak hanya karna kewajiban,bukan berlandasan cinta dan kasih sayang"


Yoga mulai mendengar isakan Tya dalam pelukannya. Yoga membelai lembut kepala Tya yang tertutup hijabnya.


"Aak tau Tya...semua yang kau lakukan tidaklah mudah. Menghapus kenangan yang sudah terlanjur melekat begitu lama tak semudah apa yang kau ucapkan lewat kata. Tidak ada kata terlambat bagiku sayang...karna cintaku yang tulus selalu setia menunggumu..."


Yoga mencium pucuk kepala Tya. Kata-kata yang diucapkan Yoga membuat Tya semakin terisak-isak.


"Cupp...diam dong...kita masih dipinggir jalan lho...Kita lanjutin pulang ke rumah yaa..." ucap Yoga dengan lembut,tangannya mengusap sisa air mata Tya yang mengalir dipipi mulusnya.


Tya tersenyum menatap suaminya.


"Kita pulang sekarang???"

__ADS_1


Tya pun menganggukkan kepalanya. Dan mobil pun mulai berjalan dengan kecepatan sedang.


Sesampai dirumah Tya segera membersihkan diri begitu pun dengan Yoga...karna adzan maghrib sudah berkumandang maka mereka pun segera menjalankan ibadah berjamaah.


Rumah terasa sepi...mama tidur dirumah ibu,papa masih di luar negri,sementara Andri sedang lembur di kantor. Tya membaringkan tubuhnya diranjangnya sambil bermain dengan ponsel pintarnya. Yoga masuk kamar sambil membawa puding mangga buatan Mbak Ndari dan jus mangga buatannya. Ditaruhnya puding dan jus mangga itu dinakas,dia tersenyum melihat istrinya yang berguling-guling di ranjang sambil asik dengan ponselnya,sampai dia tak menghiraukan kedatangannya.


"Sayang...kamu sedang apa???"


"Membalas Chat di grup..." ucap Tya cuek tanpa berpaling dari ponselnya


"Hmm...memang perlu sampai berguling-guling gitu..."


"Biarin atu Ak,lagi seru niii...Lagian Tya lagi males ngapa-ngapain..."


"Tapi tingkahmu itu membangunkan adik kecilku sayang..."


Tya lalu memalingkan wajahnya dari ponselnya...Dia melihat sesuatu yang menojol dibalik sarung yang dipakai suaminya. Yoga memang belum berganti baju dari selesai sholat tadi.


"Iihh...Aak mesum..." ucap Tya


Yoga tak mau menyia-nyiakan kesempatan,dia langsung menindih tubuh istrinya yang tak lagi tengkurap. Tya tidak menghindar karna dia tau apa yang dimau suaminya. Dia pun menaruh ponselnya di nakas.


"Baju tidurmu sampai tersingkap Tya...jangan salahkan aku yang tak bisa tahan melihat paha mulusmu..." ucap Yoga yang langsung menerkam tubuh istrinya


"Iihh...siapa takut..." tantang Tya


"Hmm...sudah berani nakal yaa..." bisik Yoga yang mulai menyerang bibir istrinya


Serangan Yoga mulai memanas dan kini Tya pun mulai mau mengimbangi hasrat suaminya. Desahan-desahan halus mengiringi penyatuan cinta mereka...cinta yang berbalas...bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan lagi.


Yoga menjatuhkan tubuhnya disamping Tya,senyum puas terlukis dibibirnya.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2