RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 47 Ungkapan Rasa


__ADS_3

Tya menarik napas panjang,3 tahun lebih dia menata hidupnya dan mencoba menghilangkan bayang-bayang Zaki tapi kini dia harus terlibat dengan masalahnya lagi.


🌹🌹🌹


Lia memperhatikan Tya yang masih saja terdiam.


"Tya...kamu mau bantu aku kan,hanya kamu harapanku,karna hanya kamu yang bisa meluluhkan hati ibunda Zaki." pinta Lia


Tya masih saja diam,entah mengapa masih ada rasa sakit dalam hatinya mendengar permintaan Lia.


"Tya...jangan bilang kamu masih belum move on dari Zaki" ucap Lia yang mulai kesal karna Tya masih setia dengan diamnya.


Tya terkejut dengan ucapan Lia,seketika matanya melotot karna tidak suka dengan ucapan Lia.


"Jaga mulut kamu mbak..."


"Tiga tahun lebih kami bersama dan diakui oleh kedua keluarga kami,hubungannya pun tidak cuma sekedar berpacaran dan selangkah lagi kami akan melangsungkan pernikahan. Sampai mbak datang merusak impian kami...merusak impian keluarga besar kami,apa mbak sadar itu???"


Tya membuang napas kasar


"Tiga tahun ini saya menata hidup saya,mencoba menghilangkan rasa cinta,kecewa dan sakit hati karna sebuah penghianatan. Dan dengan tiba-tiba mbak datang kembali memporak-porandakan hati saya. Bukan karna saya belum move on tapi mbak membuka luka lama saya yang mulai mengering"


"Mbak tau,beruntung Alloh masih menyayangi saya,hingga Alloh mengirimkan pengganti yang jauh lebih baik dari pacar Mbak Lia.


Maap mbak,harusnya mbak koreksi diri kenapa sampai 3 tahun bunda belum bisa menerima Mbak Lia sebagai menantunya"


"Sepengetahuan saya bunda adalah seorang ibu yang baik...jadi tidak mungkin dalam kurun waktu yang tidak singkat ini belum bisa menerima Mbak Lia"


"Saya jadi ragu...apakah mbak sudah benar-benar berusaha atau baru kali ini saja" ucap Tya mengakhiri ungkapan hatinya selama ini.


Lia terdiam,dia mencoba mencerna omongan Tya dan merasakan apa yang selama ini Tya rasakan. Dia tertunduk dan terisak karna merasa bersalah.


"Maapkan aku Tya..." ucapnya pelan

__ADS_1


"Aku akui,selama ini memang aku kurang melakukan pendekatan terhadap keluarga Zaki. Kami memang tidak tinggal sekota,semenjak wisuda Zaki tinggal di Pekalongan mengurus pabrik batik milik keluarganya. Aku pernah diajak berkunjung kerumahnya sekali,namun sayangnya sambutan keluarganya tak satupun yang baik terhadapku. Tapi walaupun begitu kami tetap menjalin hubungan dan intens bertemu,kalau tidak Zaki yang ke Jogja,aku yang berkunjung kesana"


"Salahku memang...selama 3 tahun aku hanya mementingkan kesenangan kami saja,aku tidak pernah berjuang mendapatkan restu dari orang tua Zaki hingga aku kini..." kata-kata Lia menggantung,dia tampak ragu melanjutkan perkataannya.


Tya masih menanggapinya dengan diam,dia mencoba menerka tapi enggan bertanya membuat Lia pun salah tingkah dibuatnya.


"Hingga aku kini...telah mengandung anak Zaki..." lanjutnya


"Apa...??? Astaghfirullah hal adzim..."


Tya menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tya sebenarnya sudah menerka itu bakal terjadi karna melihat gaya berpacaran mereka yang terlalu bebas,tapi tak urung pengakuan Lia pun membuatnya sangat terkejut. Tya menarik napas pelan,dia mencoba mengendalikan perasaannya.


"Apa Mas Zaki dan keluarganya sudah tau???"


Lia mengangguk.


"Lalu...???"


"Ketika mengetahui aku berbadan dua,Zaki terkejut tapi dia bersedia bertanggung jawab. Kemudian pergilah kami ke keluarga Zaki,menghadap ayah dan ibunya"


"Tadinya Zaki melarang aku meminta bantuan padamu mengingat dia sudah teramat menyakiti hatimu. Tapi dia sendiri yang mengatakan bahwa kekerasan hati ibunya,hanya kamu yang bisa meluluhkannya. Untuk itu tolonglah aku Tya...tolonglah kami,demi anak yang ada dalam rahimku" ucap Lia yang kembali terisak


Tya memberikan tisu pada Lia,rasa sakit yang kembali dia rasakan mulai terkikis seiring dengan peryataan-pernyataan yang diungkapkan Lia. Tya menarik napas dalam-dalam,kemudian...


"Perlu Mbak Lia tau,semenjak 3 tahun ini saya sudah jarang berkomunikasi dengan bunda. Paling hanya setahun sekali waktu lebaran saja,tapi...saya akan mencoba membujuk bunda,semoga beliau masih mau mendengarkan kata-kata saya"


"Sungguh Tya...trimakasih...kamu memang wanita yang baik,pantas saja keluarga dan ibunda Zaki sangat menyayangimu" ucap Lia bahagia


"Minggu besok ayah dan ibunda Zaki ada di Jogja untuk menghadiri pernikahan Ari. Aku akan bilang pada Zaki kalau kamu bersedia menemui kedua orang tuanya" ucapnya antusias


"Maap Mbak Lia,biarpun ayah dan bunda ada di Jogja tapi saya tidak mau bertemu secara langsung"


"Kenapa???"

__ADS_1


"Ada hati seseorang dan keluarganya yang harus saya jaga"


"Kekasih barumu kah???


"Calon imam saya..." ucap Tya sambil memperlihatkan cincin pemberian Yoga yang melingkar dijari manisnya.


Lia seketika terdiam dan memperhatikan cincin yang melingkar dijari manis Tya.


"Hmmm..cepat sekali wanita ini mendapatkan pengganti Zaki,dan melihat cincin mewah yang dipakainya,sepertinya kekasih barunya dari keluarga yang lebih kaya dari Zaki" bathin Lia


Sementara itu senyum manis terlihat dari seseorang yang sejak tadi memperhatikan obrolan mereka berdua.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut...


Jangan lupa likenya...


Ditunggu komentarnya...


Dan terimakasih sudah mampir di karya saya...

__ADS_1


🙏🙏🙏...


__ADS_2