
Yoga menjatuhkan tubuhnya disamping Tya,senyum puas terukir dibibirnya.
🌹🌹🌹
"Akh...inikah rasanya jika kita beribadah dengan landasan saling cinta...bukan hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Rasanya lebih indah dari malam pertamaku dulu" gumam Yoga.
Tya masih memeluk Yoga dan membenamkan kepalanya di dada Yoga,seolah takut kehilangan. Perlahan Yoga menggeser kepala dan tangan Tya dari tubuhnya,tapi teryata itu membuat Tya terbangun.
"Aak mau kemana...???" ucap Tya dengan mata yang masih terpejam dan suara manjanya
"Mau bersih-bersih di kamar mandi..."
"Tya ikuuuttt..." Yoga tersenyum...
"Ayo..." Yoga menggeser tubuh istrinya pelan.
"Aak...gendong..."
"MasyaAlloh manjanya..."
Yoga segera bangkit lalu mengangkat tubuh Tya yang masih memejamkan matanya untuk dibawa ke kamar mandi.
"Sayang...melek dong matanya kalo mo mandi" bisik Yoga ditelinga istrinya,Tya hanya tersenyum sambil melingkarkan tangannya ke leher suaminya
Selesai keduanya membersihkan diri,mereka pun segera menjalankan sholat isya' berjamaah yang tadi sempat terlewatkan.
Tak berapa lama Yoga hendak keluar kamar menyingkirkan puding dan jus yang sudah mulai tak dingin lagi. Sementara itu Tya hanya berbaring malas disofa.
"Aak jusnya mo dibawa kemana???"
"Aku ganti yang baru ya...mungkin sudah nggak enak..."
"Nggak usah...biar Tya minum sini...kesian Aak ku sudah bikin capek-capek juga...hehehe..."
"Eeehhh,kalo sudah nggak enak mah diganti saja sama yang baru" ucap Yoga
"Masih enak kok..."
Dalam sekejap gelas jus pun sudah kosong,Yoga mengambil gelas kosong dari tangan istrinya sambil mengelap sisa jus dibibir Tya dengan tangannya.
"Makasih Aak..."
Yoga mengangguk sambil tersenyum. Baru juga Yoga hendak melangkah keluar kamar,Tya sudah memanggilnya lagi.
"Aak..."
" Apa lagi... " tanya Yoga dengan lembut
"Laper...mau makan..."
"Mau makan apa...tar aku masakin"
Tya menggeleng...
__ADS_1
"Kok...???"
"Mau sate di sebelah mini market depan komplek"
"Oke...aku beliin sekarang..."
"Ikuut...mau makan disana..." Tya cemberut merajuk
"Oke tunggu sebentar ya...aku taruh ini dulu didapur..."
"Nggak mau...Mau sekarang..." teriak Tya sambil berkaca-kaca siap menangis...
Yoga kaget dengan perubahan sikap Tya,tapi dia mencoba bersabar menghadapi perubahan istrinya,walaupun di sedikit bingung dibuatnya.
"Oke...oke...pakai kerudungnya,aku ambil jaket buatmu biar nggak masuk angin..."
Tya mengangguk patuh pada suaminya.
Hari ini bukan malam minggu tapi warung sate itu terlihat sangat ramai...
"Yakin mau makan disini???"
Tya mengangguk cepat. Yoga lalu kembali menjalankan mobilnya untuk mencari tempat parkir.
Begitu mobil terparkir,Tya langsung turun dan berjalan cepat meninggalkan suaminya. Yoga sampai terbengong-bengong melihat tingkah istrinya yang semakin aneh,tapi dia hanya diam saja.
"Cak 2 porsi pake lontong semua..." ucap Tya
"Iya...Cak kursinya penuh ya...aku duduk mana dong..."
"Eh Mbak Tya...itu meja dekat kolam baru aja kosong..." ucap Husnia istri cak Ariep
"Mbak Tya sama siapa??? Sendiri apa sama Mas Zaki???"
"Ssttt...jangan sebut nama itu lagi,saya sudah menikah dan bukan sama dia tapi..."
"Tapi sama saya mbak...Tya istri saya..." ucap Yoga sambil merangkul pinggang istrinya
"Oh maap kalo gitu...maap atas ucapan saya ya mas...silahkan duduk dulu...nanti saya anter"ucap Husnia salah tingkah,sementara Yoga mengangguk sambil tersenyum ramah.
"Aak kita duduk sebelah sana...dekat kolam ikan" tunjuk Tya sambil menggandeng Yoga.
Yoga hanya diam dan menurut saja sama istrinya.
"Ooo...ngotot pingin makan disini teh karna pengen mengenang masa lalu sama dia???" ucap Yoga sambil memainkan ponselnya
"Eh engga...warung sate ini langganan bapak sama ibu,karna kami pernah bersama jadi otomatis dia juga pernah datang kesini..." jelas Tya,ada rasa takut melihat perubahan muka Yoga.
"Aak...Aak nggak marah kan??? Sungguh Tya nggak pingin mengenang masa lalu,Tya juga nggak tau kenapa tiba-tiba pingin makan disini"
Mata Tya tampak mulai berkaca-kaca,Yoga yang masih sibuk dengan ponselnya tak menyadari hal itu. Tya merasa dicuekin lalu dia pun berdiri dan ketika akan beranjak pergi,tangan Yoga menarik Tya hingga jatuh dalam pangkuannya.
Menyadari berada ditempat umum,Tya pun cepat berdiri.
__ADS_1
"Tya mau pulang..." air mata Tya mulai tak bisa dibendung lagi
Yoga berdiri lalu memeluk istrinya.
"Katanya mau makan disini...aku minta maap dech kalo sudah merusak suasana,jangan nangis dong..ayo duduk lagi..."
Tya menggelengkan kepalanya.
"Pulang..." ucapnya dengan suara yang mulai serak
"Oke...oke...kita pulang..."
Mereka melangkah keluar
"Lho mbak...satenya nggak jadi??? Ini sudah siap lho..."
Sementara yang ditanya diam saja.
"Tolong dibungkus aja..Tya tiba-tiba sakit"
"Siap..."
Selama perjalanan Tya hanya diam saja,dia menandang lurus kedepan. Beberapa kali Yoga mengajak bicara tapi Tya diam saja.
Sampai rumah Tya langsung berlari masuk rumah dan menuju kamar mandi...
"Hoek...hoek...hoek..."
"Tya...kamu nggak papa???"
Karna tidak terdengar jawaban dari dalam kanar mandi,membuat Yoga panik.
"Tya...Tya...kamu kenapa???"
Tetap tak ada jawaban...sampai tiba-tiba terdengar suara 'brukkk' dengan cepat Yoga mendobrak pintu kamar mandi.
Dilihatnya Tya sudah tak sadarkan diri...Tya pingsan...
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
__ADS_1