
Tya kembali menghambur ke pelukan suaminya,tak peduli ada beberapa pasang mata memperhatikannya disana.
🌹🌹🌹
Setelah berjamaah sholat maghrib dan Isya,mereka pun menikmati makan malam bersama.
Malam semakin larut dan para tamu pun sudah pulang. Yoga dan Tya pun masuk ke kamar baru mereka.
"Minumlah susu mu...habis itu tidurlah,kau masih harus banyak beristirahat..."
Yoga memberikan segelas susu ibu hamil yang baru dibuatnya. Setelah minum susu,Tya pun mulai mengistirahatkan tubuhnya. Dia tidur dalam pelukan suaminya.
💞💞💞
Waktu berjalan dengan cepatnya,kini usia kandungan Tya sudah mendekati 3 bulan.
Pagi itu..
Adzan subuh masjid baru saja berkumandang,ketika Tya bangun dan menyadari Yoga tak lagi ada disisinya. Perlahan Tya turun dari tempat tidurnya untuk mencari suaminya,karena tak ditemuinya dikamar maka dia pun mencari diluar kamar dan ketika Tya keluar dari kamarnya terlihat pintu ruang kerja terbuka. Tya mendekat dan membuka pintu ruang kerja Yoga,tampak suaminya sedang berbicara dengan seseorang di telepon.
Dan ketika Yoga mengetahui kedatangan Tya,dia segera mengakhirinya.
"Oke...nanti aku kesana,kita bicarakan nanti lagi ya..."
"Yup...Wa'alaikumsalam..."
"Siapa yang telepon sepagi ini Ak...???"
"Pak Irham...Di hotel ada yang butuh penangananku langsung"
"Aak mau kesana???"
"Iya dong..."
"Tya boleh ikut???"
"Kamu dirumah saja ya...aku nggak lama kok. Kalo kamu ikut,nanti aku nggak bisa nemenin kamu..."
"Tapi Tya pingin liat laut...Tya bosen dirumah terus"
"Besok minggu aja ya...Aku nggak mungkin biarin kamu jalan-jalan sendirian Tya"
Tya cemberut,matanya mulai berkaca-kaca.
"Kita sholat subuh dulu ya...keburu siang"
__ADS_1
Tya hanya diam tapi menuruti titah suaminya. Selesai sholat Tya masih setia dengan diamnya,Tya pun kembali membaringkan tubuhnya ke ranjang dan memejamkan matanya memunggungi suaminya. Yoga tau Tya sedang merajuk,makanya selesai mandi Yoga justru membaringkan kembali badannya dan memeluk Tya dari belakang.
"Sayang masih ngantuk ya...kok bobok lagi..."
"Sayang kita sarapan dulu yuk...kata Bi Sumi tadi sarapannya udah siap lho..."
"Kamu juga harus minum susu kan...inget lho ada anak kita disini" ucap Yoga sambil mengelus perut Tya yang masih datar
"Ayo sarapan yuk..kesian si dedek kalo mamanya nggak mau maem" rayu Yoga
Tya masih diam berpura-pura tidur membuat Yoga salah tingkah.
"Ayolah sayang kita sarapan"
Yoga mulai menciumi telinga dan tengkuk Tya. Tya melepas pelukan Yoga dan mendorong tubuh Yoga.
"Brisik amat sih...sana buru berangkat kerja..."
"Sayang ayo dong kita sarapan,terus minum susu...katanya mau ikut ke hotel kan"
Tya membalikkan badannya...
"Serius...nggak bohong kan..."
Yoga mengangguk,tangannya menyapu sisa air mata dipipi Tya. Dan... 'Cup'...Tya mencium bibir suaminya,dia pun segera bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak butuh waktu lama Tya pun sudah tampak rapi...make up tipis sudah menghias wajahnya.
"Siapa yang mau memakaikan dasiku???"
"Iiihhh...masak dari tadi belum dipakai juga..." ucap Tya sambil mengerucutkan bibirnya.
Yoga menarik pinggang Tya dan segera ******* bibir Tya,Tya mendorong pelan.
"Iiihhh...nanti baju Aak kusut...ayo buru sarapan..." rajuk Tya,Yoga tersenyum nakal pada Tya.
Akhirnya keduanya pun segera sarapan.
"Mbak Sari...udah siap???"
"Udah tuan..."
"Mbak Sari ikut???"
"Tentu saja,emangnya aku bisa tenang ngebiarin kamu pergi sendiri. Biar sekalian Mbak Sari liburan...Ayo buru minum susumu..."
"Makasih Aakku sayang..."
__ADS_1
"Idich dasar perayu"
Mobil Yoga sudah terparkir di halaman hotelnya. Yoga segera menuju ruang metting,sementara Tya yang ditemani Mbak Sari tak mau menunggu waktu lama untuk segera bermain dengan air laut.
Tya benar-benar seperti anak kecil,dia duduk diatas pasir yang tergenang air laut,mengeruk-ngeruk pasir dan menyipratkan air ke arah Mbak Sari. Mereka saling menyipratkan air kemudian tertawa bersama. Tiba-tiba...
"Tyaaa..."
Tya menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. Seorang wanita hamil tengah menghampirinya.
"Maap...siapa ya..." tanya Tya dengan sopan,tapi wanita itu justru seperti marah padanya.
"Oh sama aku aja kamu lupa,sudah ku pastikan,janjimu padaku pun kau pasti juga sudah lupa..."
Tya mengerutkan dahinya...
"Aku Lia,Tya...orang yang pernah kau janjiin akan kau tolong tapi sampai detik ini belum pernah kau menepatinya...Dasar pembohong...!!!" ujar perempuan itu sambil mendorong badan Tya
"Ooo...Mbak Lia,maap saya lupa..."
"Maap...Lupa...??? Kau jahat Tya...kau sengaja kan...kau tak mau membantuku karna kau masih dendam padaku kan...Mana janjimu...dasar br*******k...kau bahkan malah bersenang-senang sendiri tanpa memikirkan betapa hancurnya aku"
"Maap mbak,setahu saya...saya nggak pernah janji,saya hanya akan berusaha. Dan itu sudah saya lakukan,tapi bunda memang kekeuh tak mau menerima Mbak Lia menjadi menantunya.Saya bisa apa???"
"Halah...itu kan alasanmu saja...dasar p*******r sok suci" ucap Lia dengan amarah memuncak.
"Astaghfirullah...istighfar mbak...mbak sedang hamil,bicaralah yang pantas"
"Bukan urusanmu...Liat Tya...gara-gara kamu,anak ini tak punya bapak. Zaki orang yang harus bertanggungjawab kini pergi entah kemana...semua gara-gara kamu...huuh..."
Lia kembali mendorong Tya dan kali ini,dia tak mampu menguasai diri hingga dia terjerembab di pasir.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Lanjut...