RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 79 Luna Itu Teryata Lusy


__ADS_3

Pandangan Yoga beralih ke istrinya,matanya yang merah masih terlihat menakutkan


🌹🌹🌹


Tya yang tau kelemahan Yoga pun segera berakting untuk meredakan amarah suaminya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu??? Apa salahku kalau perutku kram,apa salahku kalau Yuli nggak bisa datang dan apa salahku juga kalau dia yang memeriksa aku???" ucap Tya dengan mata yang berkaca-kaca


"Kalau memang semua salahku,mulai hari ini aku tidak akan mau diperiksa siapapun. Bi Sumi,besok lagi kalau liat aku kesakitan pas tuan nggak ada,tidak usah minta bantuan siapa-siapa. Diamkan saja...sepertinya tuanmu lebih senang melihat istrinya mati kesakitan daripada ditolong oleh dokter yang tidak sesuai dengan keinginannya"


"Astaghfirulloh...omongan apa itu...istighfar Tya..."


"Kembalilah bekerja bi..." lanjutnya


"Iya tuan...maap atas kesalahan saya tuan..."


"Hmmm..." jawab Yoga singkat


Bi Sumi keluar sambil senyum-senyum sendiri. Dia merasa geli melihat drama yang disuguhkan nyonya nya untuk meluruhkan amarah tuan nya.


"Ku bilang jangan pernah bicara soal mati...istighfar..."


"Siapa yang mulai...Aak lebih mengedepankan rasa cemburu daripada rasa sakit yang kurasakan tadi pagi...hikz hikz hikz...Bukannya kasian malaah marah-marah..."


"Iya sayang iya...aku nggak akan marah-marah lagi...Jangan menangis...'cup'...aku memang bodoh,selalu tak rela jika kau dikagumi oleh orang lain"


Yoga memeluk Tya yang kembali terisak,diciuminya pucuk kepala Tya berkali-kali. Dan akhirnya mereka pun kecapean lalu istirahat tidur siang.


🌷🌷🌷


Selesai sholat maghrib Yoga dan Tya baru keluar kamar,mereka menonton televisi di ruang keluarga. Yoga menyandarkan tubuhnya di sofa dan Tya pun berbaring dengan berbantalan paha Yoga.


Lagi asiknya mereka bercengkerama,Luna datang menghampiri mereka...


"Wah...kalian ini mesra sekali ya...bikin iri aja..."


Tya terkejut,lalu dia berusaha duduk dibantu suaminya. Tya menatap tajam ke suaminya,seolah minta kejelasan. Yoga tanggap dan langsung tersenyum.


"Oya sayang,maapin aku...aku lupa memperkenalkan dia padamu..."

__ADS_1


"Ini Luna,putrinya Om Robi adiknya mama dan Tante Henni...mereka selama ini tinggal di Osaka Jepang.Karna Om Robi dan Tante Henni sekarang ada di Bandung,Luna mau nyusul,tapi mo beberapa hari berlibur di Jogja dulu" jelas Yoga


Tapi entah kenapa,Tya merasa nggak begitu suka dengan kehadiran Luna dirumahnya. Padahal Tya orangnya mudah akrab dengan siapa saja,apalagi ini dengan orang yang masih berbau saudara.


"Tya..." ucap Tya sambil mengulurkan tangan dan senyum dipaksakan.


"Luna kak..." sambutnya...


Tangan Luna memang berjabatan dengan Tya tapi dengan jelas Tya melihat,mata Luna menatap suaminya dengan lekat. Tya pun merapatkan duduknya pada Yoga dan bergelayut manja dilengan suaminya.


Yoga tau,pasti Tya merasakan sesuatu jika bertingkah seperti itu. Yoga melepas gelayutan Tya dilengannya lalu dipeluknya Tya dari samping dan diciumnya pucuk kepala istrinya dengan mesra.


"Wah kalian ini mesra-mesraan terus,jadi iri aku liatnya" ucap Luna dengan wajah yang dipaksakan ramah.


"Hmmm sialan...mesra-mesraan di depanku...awas aja,jika sudah waktunya akan ku rebut Yoga darimu Tya..." bathin Luna


"Sayang capek..." ucap Tya merajuk


"Emang mau tidur sekarang...kan belum makan???"


Tya mengangguk...


"Iya...tapi nanti waktunya makan...makan ya???


"Tapi aku sekarang sudah nggak kuat gendong kamu lagi...dibantu jalan aja ya..."


Tya kembali mengangguk...


"Luna maap ya...Tya sudah kecapean jadi aku tinggal dulu ya,nanti waktunya makan malam kami kembali lagi"


"Okeee..." jawab Luna sambil membuang napas kasar


"Manja amat sih" gumamnya


"Apa mbak???" tanya Sari yang melintas di ruang keluarga


"Itu majikan perempuanmu...lebay...manja nggak jelas..." ucap Luna


"Nyonya memang manja tapi tuan sangat mencintai nyonya,makanya tuan pun sangat memanjakan nyonya"

__ADS_1


"Hmm..."


"Tapi dibalik sifat manjanya,nyonya mempunyai pribadi yang sangat baik,tidak sombong,sederhana dan tidak pernah membeda-bedakan status sosial,itulah mengapa nyonya disayangi banyak orang termasuk kami-kami yang bekerja disini"


Luna terdiam dan Sari pun segera berlalu menuju dapur.


Flashback on


"Lusy,mungkin minggu depan kakak sepupuku akan datang untuk mengambil dokumen ini.Karna aku harus mengantar papi dan mamiku pulang ke Indonesia,maka aku minta tolong kamu tinggal disini sementara,agar jika dia datang ada orang dirumah ini"


"Nama kakakku Yoga,kami sudah lama sekali tidak ketemu,saking lamanya mungkin kami tidak akan saling mengenal jika bertemu dijalan.Sebenarnya kangen tapi mau gimana lagi,apalagi kata mamiku dia sudah menikah dengan gadis pujaannya yang ditunggunya sejak SMA.Romantis banget ya kakakku,aku jadi penasaran wajah istri kakakku itu.Mungkin nanti kalau aku sudah sampai Indonesia,aku akan sempetin main kerumahnya di Jogja"


"Jadi gitu Lus...pokoknya aku titip rumah,tar kalo dokumen ini sudah sampai ke tangan kakakku dan kamu ingin pergi ya silahkan saja nggak papa...Satu pesanku,jangan goda kakakku ya... apalagi sampai jatuh cinta sama dia...Dia sudah ada yang punya" ucap Luna mengakhiri obrolannya


"Okey...aku mengerti maksudmu,kamu bisa mengandalkanku...tenang aja..."


"Jadi sekarang kamu bisa pulang ke Indonesia dengan tenang" jawab Lusy


"Thank you ya Lus...kamu memang sahabat terbaikku" ucap Luna


"Sipp...sama-sama..."


Flashback off


Luna alias Lusy pun menghela napas panjang.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2