
Sebuah guling pun kembali melayang kearahnya . Yoga masih mendiamkan tingkah istrinya,dia juga tak peduli kamar yang tadinya rapi menjadi berantakan. Dia membiarkan Tya mengeluarkan semua rasa yang ada dihatinya,sampai tiba-tiba Tya jatuh...Tya pingsan...
🌹🌹🌹
Yoga kembali panik,mendapati istrinya pingsan. Dia memanggil room boy untuk membereskan satu kamar disamping kamar utama,setelah beres Yoga mengangkat Tya menuju kesana.
Selanjutnya Yoga meminta mereka membereskan kamar utama yang bak kapal pecah itu.
Di Kamar lain
Yoga sudah membuka baju Tya yang basah terkena air laut dan keringat dingin. Dengan telaten Yoga menyeka tubuh Tya dengan air hangat,membersihkan tubuh istrinya yang masih pingsan lalu Yoga memakaikan baju kimono tidurnya. Kemudian Yoga memberikan minyak angin dihidungnya agar Tya kembali sadar.
Tak berapa lama,Tya pun sadar dari pingsannya...
Matanya yang terlihat sembam menyapu setiap sudut ruangan... Tya bingung dan panik ketika tak menemukan siapa-siapa disana dan dia pun merasa asing dengan ruangan itu. Dan ketika dia melirik baju yang dipakainya,dia semakin ketakutan.
"Aku dimana??? Dan baju ini...aku tadi tak memakai baju ini...Lalu kemana Aak pergi...kenapa aku ditinggal sendiri...apa aku telah dibuangnya???" bathinnya
"Aaaaakkkkk....hikz hikz hikz..." teriaknya sambil menangis
Yoga yang tengah berbicara dengan Pak Irham ditelepon pun terkejut,dia memutus teleponnya dan dengan sedikit berlari masuk menuju kamar samping.
"Kamu sudah sadar???" dipeluknya Tya yang nampak ketakutan.
"Aak dari mana...kenapa Tya ditinggal sendirian terus...hikz hikz hikz..."
"Aak nemuin perempuan genit itu lagi ya..." ucap Tya sambil mendorong badan Yoga.
Tapi Yoga justru mempererat pelukannya agar tak terlepas,diciumnya pucuk kepala Tya berulang-ulang...
"Jangan marah-marah lagi...nanti cepet tua lho..."
"Biarin..."
"Ih jangan...kalo aku punya istri nenek-nenek kan nggak lucu..." goda Yoga
Tya cemberut menggemaskan. Pelan-pelan Yoga kembali membaringkan istrinya sambil terus memeluknya.
"Aak darimana..."tanya Tya mulai melunak
"Aku dari menerima telepon Pak Irham,kenapa...nggak percaya???"
"Aak...siapa yang mengganti baju Tya???
"Akulah...siapa lagi..."
__ADS_1
"Trimakasih..." ucap Tya sambil tersenyum
"Aak kenapa kita pindah ke kamar ini???"
"Kamar kita sedang diberesin,karna tadi ada macan betina ngamuk..." ledek Yoga
Tya mencubit lengan Yoga karna dia merasa tersindir dengan omongan suaminya. Tya menyembunyikan kepalanya didada suaminya.
"Aak..."
"Hmm..."
"Jangan hmm..." rajuknya
"Iya...kenapa???"
"Siapa Sherly...???"
"Teman..."
"Teman kencan???"
Tya mendorong tubuh suaminya,tapi Yoga justru tersenyum lalu mengeratkan pelukannya.
"Satu Universitas???"
"Iya...satu fakultas dan satu kelas malah..."
"Jadi waktu disana Aak sama dia... " Tya tak melanjutkan kata-katanya
"Apa...??? Tinggal serumah sekamar gitu??? Astaghfirulloh Tya...seburuk itukah pandanganmu terhadap suamimu ini???"
"Maap...tapi kenapa Aak kemaren diam saja waktu dia megang-megang Aak...Aak kayaknya malah menikmati dech..." ucap Tya manja
"Allohu akbar Tya...katanya kamu disana...kamu kan bisa liat aku selalu menghindarinya,apa perlu aku meminta Pak Irham memperlihatkan rekaman CCTV nya???"
"Dari 8 tahun yang lalu,wanita yang pernah kutunggu dan yang selalu mengisi hatiku itu hanya kamu...ibu dari anak-anakku nanti"
Tya mengeratkan pelukannya pada tubuh Yoga. Yoga membelai lembut rambut istrinya.
"Eh,udah jam satu lebih..kita terlambat sholat dzuhur loh...Kita sholat terus makan ya..."ucap Yoga
Tya mengangguk patuh,hatinya sangat lega karna apa yang dilihat tidak seperti yang dikhawatirkan nya.
🌟🌟🌟
__ADS_1
Sementara di pantry terjadi obrolan antar karyawan yang sedang membahas keromantisan boss mereka.
"Eh tau nggak,teryata Tuan Yoga itu sangat sayang dan romantiiiiiissss banget sama istrinya" kata RG (Room Girl)
"Tau dari mana kamu..." ucap OG (Office Girl)
"Aku kemarin melihat Nyonya pingsan,bajunya basah kuyub. Aku menawarkan untuk mengurus Nyonya tapi Tuan hanya menyuruhku mengambilkan baskom berisi air hangat,washlap dan handuk. Aku liat sendiri bagaimana Tuan dengan telaten mengelap seluruh tubuh istrinya,menyisiri rambut Nyonya yang hitam dan mengganti pakaian Nyonya"
"Hadeeehhh,andai suamiku nanti seperti itu...betapa bahagianya aku"
"Heh ojo ngimpi...mana ada orang seperti Tuan Yoga mau sama kamu"
"Lho ngga perlu yang seganteng dan sekaya Tuan Yoga,tapi yang sama,cukup rasa sayangnya saja..."
"Hehehe...kirain..."
"Tapi kalau dilihat,Nyonya Tya memang pantas mendapat perlakuan seperti itu...Selain beliau cantik...beliau juga sosok istri yang sholehah,ramah dan penuh kasih sayang"
"Mereka memang pasangan yang luar biasa..."
"Siapa yang luar biasa..." ucap Tya mengejutkan mereka
"Eh Nyonya...nyonya perlu apa kok sampe datang sendiri ke pantry..." jawab mereka gugup
"Enggak...saya cuma mau liat-liat...lanjutin aja makan siangnya...jangan lupa sholat ya mbak..."
"Iya nyonya..."
"Mbak jangan panggil nyonya...panggil saja ibu...hehehe...saya agak risih mendengarnya" ucap Tya sambil tersenyum.
Tya melangkah meninggalkan mereka yang tengah terbengong-bengong dan terkagum-kagum padanya.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
__ADS_1