
Yoga terkejut melihat perubahan sikap Tya karna selama ini sekalipun Tya tidak pernah membentaknya
🌹🌹🌹
Yoga tau Tya sedang syock,makanya dia tidak tersinggung atau marah dengan bentakan Tya. Dia pun mulai menjalankan mobilnya dengan pelan,sekali-sekali diliriknya Tya yang masih dengan pandangan kosongnya.
Yoga sangat sedih melihat kekasihnya seperti itu.
Yoga memarkir mobilnya dihalaman rumah Tya dan tanpa aba-aba,Tya pun langsung turun dari mobil dan berlari masuk dalam kamar mandi.
Tya menyalakan shower dan duduk dibawahnya dengan masih berpakaian lengkap.
Bu Laras baru saja pulang dari minimarket bersama Karin kaget melihat Yoga termenung dikursi teras.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam bu..."
"Lho kok duduk diluar...Tya mana???"
"Tya ada didalam bu tapi dari tadi belum keluar-keluar..."
Bu Laras memberikan belanjaannya kepada Karin agar dibawa masuk.
"Kalian bertengkar???"
"Tidak bu..."
Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh teriakan Karin yang sambil menangis.
"Astaghfirullah...ibuuuu...Mas Yoga...tolong Mbak Tyaaa...hikzhikzhikz..."
"Ada apa...???" tanya ibu dan Yoga bersamaan.
Mereka menghambur kedalam rumah dan merekapun melihat pemandangan yang menyedihkan didalam kamar mandi.
"Astaghfirullah Tya..." ucap Yoga yang segera mematikan shower dan mengangkat Tya yang tengah pingsan didalam kamar mandi.
"Karin tolong ambil handuk..." titah Yoga,Karin lalu mengambil handuk untuk menyelimuti kakaknya.
"Biar ibu ganti baju Tya dulu nak Yoga.."
"Saya telpon dokter dulu bu..."
Bu Laras mengangguk lalu segera mengganti baju anaknya. Sebelum mengganti baju,beliau membalurkan minyak kayu putih diseluruh tubuhnya. Setelah selesai memakaikan baju,Bu Laras keluar memanggil Karin untuk menunggui kakaknya.
Bu Laras berjalan mendekati Yoga yang duduk termenung diruang tengah,depan kamar Tya.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang telah terjadi nak Yoga...???"
Yoga menunduk seperti sedang mengumpulkan kekuatan dan menahan amarahnya. Kemudian dia menarik napas panjang dan mulai menceritakan semuanya.
Dari mulai menghadiri undangan makan malam sampai insiden kebrutalan Zaki yang hampir menodai Tya.
"MasyaAlloh...kerasukan setan apa Zaki itu"
"Kalo melihat Tya jadi kaya gini,ingin rasanya saya membunuh si Zaki itu bu..." ucap Yoga frustasi.
"Jangan gegabah nak,Tya pasti tidak ingin melihatmu begini"
Tak lama kemudian dokter pribadi keluarga Yoga datang diikuti Mama Ranti dan Andri. Yoga masuk ke kamar Tya diikuti oleh Andri.
"Ras,mantuku kenapa???"
"Dia hampir dinodai oleh mantan tunangannya,makanya dia syock berat"
"Astaghfirulloh..."
Sementara di hotel
Zaki diangkat ke kamar dibantu oleh security hotel. Setelah dibaringkan ditempat tidur,Nia segera mengompres pelipis Zaki yang memar karna pukulan Yoga. Zaki sadar dan mulai merasakan sakit akibat pukulan Yoga tadi.
"Aaauu...pelan-pelan dong mbak...Dasar br*******k pacar Tya itu..." ucap Zaki
"Kamu yang br******k...Tega-teganya kamu melakukan hal itu pada Tya..."
"Aaauuu...sakit mbak..."
"Lebih sakit hati bunda melihat kelakuanmu...Menyakitkan dan memalukan"
Nia menghentikan kompresannya dan melangkah pergi meninggalkan Zaki sendiri.
Rumah Tya
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
Bu Laras terkejut melihat orang tua Zaki,ingin dia meluapkan amarahnya tapi tangan Mama Ranti mencegahnya dan memaksa beliau mempersilahkan orang tua Zaki masuk kerumahnya.
"Mari silahkan masuk..." ucap Bu Laras seperti terpaksa.
"Trimakasih...kami ingin melihat kondisi Tya bu..."
Tiba-tiba terdengar teriakan Tya dari dalam kamarnya..
__ADS_1
"Aak tolongin Tya...Tya takut...hikz hikz hikz..."
"Aak jangan tinggalin Tya...hikz hikz hikz..."
"Iya..aku disini...aku tidak akan tinggalin kamu..."
Tya memeluk kedua kakinya tapi tangannya sambil memegang erat tangan Yoga,sementara Yoga memeluk Tya dari belakang. Tya terus menangis sampai kedua matanya sembam.
Dengan dibantu oleh Andri yang memegangi Tya,dokter pun akhirnya menyuntikan obat penenang agar Tya tidak teriak-teriak ketakutan. Melihat kondisi Tya,Bu Laras pun ikut menangis dalam pelukan Mama Ranti,begitupun ibunda Zaki yang menangis dalam pelukan suaminya.
"Aak jangan pergi...hikz hikz hikz..."
"Iya...tapi kamu sekarang tidur dulu ya...Aak jaga kamu disini..." ucap Yoga sambil mencium pucuk kepala Tya.
Dan perlahan-lahan Tya pun tertidur tapi tangannya masih belum melepaskan tangan Yoga.
"Bagaimana anak saya dok..." tanya Bu Laras sambil masih terisak
"Secara medis Mbak Tya tidak apa-apa bu...tidak ada penyakit apapun alias sehat...Mbak Tya hanya syock karna kejadian yang tidak pernah diduganya sama sekali. Dan sepertinya penyebab kejadian ini adalah orang yang dekat dengannya,jadi bisa dibilang syocknya double"
"Anda bisa dengar sendiri kan,apa yang telah diakibatkan oleh anak anda pada anak saya...???" ucap Bu Laras sinis
"Maapkan kami bu...maapkan anak kami...Saya sebagai ibunya merasa gagal mendidik anak kami..." pinta ibunda Zaki dengan isakan tangis
"Kami sangat menyayangi Tya...walaupun Tya gagal menjadi menantu kami tapi rasa sayang kami tulus pada Tya bu..." ucap ayah Zaki
Malam semakin larut,semua tamu pun memutuskan untuk pulang. Andri pulang mengantar Mama Ranti lalu kembali datang menemani Yoga menjaga Tya.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
Terimakasih masih setia menanti kelanjutan cerita Author...
Jangan lupa like dan komennya ya...
__ADS_1