
Yoga gugup bercampur kaget waktu Tya menarik tangannya dari genggaman Yoga.
Lalu Yoga berdiri,menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan teman-temannya tadi.
🌹🌹🌹
Yoga mengambil ponselnya untuk menghubungi Andri.
Sesaat kemudian Andri bersama Tami,Yuli dan Indri pun muncul dari arah kantor petugas keamanan.
Lalu mereka segera meninggalkan tempat itu.
Di Dalam Mobil
"Tya...kamu yakin nggak mengenal laki-laki tadi??? Cobalah kamu ingat-ingat lagi" tanya Tami.
Tya menggeleng pelan,badannya masih terasa lemas semua.
"Sudahlah Tami,kalo Tya memang tidak kenal,jangan dipaksa untuk mengingat-ingat pria br*******k macem itu" kata Yoga sedikit emosi.
"Bukan begitu,masalahnya laki-laki itu mengaku mengenal Tya...bahkan dia mengaku sudah sejak lama menyukai Tya" jelas Andri.
"Apa...???"
"Ciiitttttt..."
Tiba-tiba Yoga menginjak rem mendadak membuat kaget semua penumpang di mobil itu. Yoga merasa tak suka mendengar ada laki-laki lain yang juga menyukai Tya. Andri segera menyenggol bahu Yoga,mengingatkan agar jangan sampai lepas kontrol karna rasa cemburunya.
"Eh...ada apa??? Kok ngerem mendadak" tanya Indri.
"Ada kucing tiba-tiba lewat" jawab Andri sekenanya.
"Oooo..." jawab Tami,Yuli dan Indri bersamaan.
Sementara Tya teryata tengah tertidur disamping Tami. Yoga melirik Tya yang sedang tertidur pulas. Senyum tersungging dibibirnya.
"Hmm...saat tidur pun dia terlihat cantik" gumamnya.
"O ya...aku nganter kalian kemana aja nich...Kasian tuh Tya sepertinya sudah sangat kecapean..." kata Yoga.
"Ke rumahku saja...mereka pada tidur di rumahku kok" sahut Tami.
__ADS_1
"Oke..."
Yoga kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.20 menit kemudian sampailah mereka ke rumah Tami.
"Ih Tya...dah sampe juga belum bangun" kata Yuli.
"Jangan dibangunin,biar aku angkat saja" kata Yoga.
Tami,Yuli dan Indri pun saling berpandangan.
"Tami bukalah pintu rumahmu dulu..." titah Yoga.
Tami segera berjalan membukakan pintu rumahnya yang tampak sepi. Tami memang sedang sendirian di rumahnya,kedua orang tua nya sedang ke Jakarta menengok Mas Tomi kakaknya yang sedang sakit.
Yoga dengan sigap mengangkat tubuh mungil Tya dan membawanya masuk ke kamar Tami. Dia meletakkan tubuh Tya dengan perlahan,melepas sepatu Tya dan menyelimuti tubuh Tya. Teman-teman Tya sampai bengong melihat perlakuan Yoga pada sahabatnya. Yoga menatap wajah Tya sebentar,lalu keluar kamar dan berpamitan untuk segera pulang.
Sepulang Yoga...
"Hadeeehhh...melihat perlakuan Yoga pada Tya...meleleh aku dibuatnya..." ucap Indri
"Romantis bingiiiiitttt..." ucapnya lagi
"Itulah makanya aku mantap mendekatkan Tya pada Yoga" ujar Tami
"Entah kenapa aku yakin Yoga mampu membahagiakan Tya"
"Ih dah jam berapa nich...tidur yuk..." ajak Tami.
Di Rumah Yoga
Sampai di rumah,Yoga langsung mengajak Andri ke ruang baca,dia ingin segera tau cerita secara detail tentang laki-laki di kafe yang hendak mencium Tya dan mengaku mengenal Tya tadi.
"Ceritakan dengan detail soal laki-laki di kafe tadi" titah Yoga sambil mendudukkan badannya di sofa ruang baca.
Andri membuang napas kasar...sebenarnya dia sudah sangat mengantuk. Tapi tidak mungkin dia menolak rasa keingintahuan Yoga. Bisa ngamuk nanti...
"Laki-laki itu teryata temen kampusnya Zaki,tunangan Tya. Namanya Erik"
Andri mengawali ceritanya dan Yoga pun sangat antusias mendengarkannya. Lanjutnya...
"Tya memang tidak mengenalnya,karna Zaki memang tidak pernah mengenalkan Tya pada teman-temannya. Tapi laki-laki itu sudah menyukai Tya sejak pertama kali melihat Tya menyayi disebuah pesta ulang tahun sahabat Zaki,kira-kira setahun yang lalu"
__ADS_1
"Dan diam-diam selama ini dia menjadi salah satu pengagum rahasia Tya. Dia tau rumah Tya dan dia juga tau tempat kerja Tya"
"Dan kebetulan,tadi sore dia pergi ke swalayan,maksudnya ingin menemui Tya tapi karna melihat Tya pergi,maka dia pun mengikutinya"
"Entah dia memang peminum atau minum buat menghilangkan rasa groginya tapi sebelum dia dan temannya masuk kafe,mereka berhenti mencari minuman yang membuat dia sedikit mabuk. Begitulah cerita yang ku dapat dari teman laki-laki tadi"
"Dan sepertinya dia juga pengagum berat Tya,sebab waktu dia belum sadar tadi,nama Tya yang selalu disebutnya" ucap Andri mengakhiri ceritanya.
"Braaakkk" Yoga menggebrak meja membuat Andri jadi terperanjat kaget.
"Br*******k...teryata sainganku banyak juga. Sementara sebentar lagi liburanku habis. Aku tak bisa menjaganya...huuuhhh" Yoga mengacak-ngacak rambutnya.
"Sudahlah...tenang saja,kan ada aku disini. Tami dan teman-temannya juga akan ikut menjaga Tya. Kamu selesaikan saja tugasmu,begitu selesai datanglah kerumah Tya dan segeralah melamarnya" hibur Andri.
"Geus peutinglah Ga...urang tunduh" (Sudah malam Ga...aku ngantuk) ucap Andri sambil melangkah keluar ruang baca,menuju kamarnya.
Sementara Yoga masih terdiam ditempatnya. Pikirannya kacau melihat banyaknya saingan yang menjadi pengagum rahasia Tya.
"Satu terungkap,lalu masih ada berapa banyak lagi laki-laki yang menjadi pengagum mu Tyaaaa..." gumam Yoga sambil merebahkan tubuhnya ke sofa ruang baca.
Matanya terpejam dan tak lama pun dia tertidur lelap diatas sofa ruang baca.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
Jangan lupa like dan komennya yaaaa...
Terimakasih 🙏🙏🙏...
__ADS_1