
Yoga menggenggam erat kedua tangan Tya,ditatapnya wajah Tya intens,membuat Tya salah tingkah dibuatnya.
🌹🌹🌹
"Tya...lusa aku sudah akan berangkat ke London lagi untuk menyelesaikan kuliahku disana. Aku tidak ingin kesempatanku untuk kedua kalinya"
"Maap jika aku tak seromantis cowok-cowok lain..."
"Tyandra Safira Anissa...aku mencintaimu sejak awal kita berjumpa,sejak kita sama-sama masuk di SMA"
"Kujaga hatiku sampai saat ini hanya untukmu...Kutunggu kamu walau dulu ada orang yang memilikimu..."
"Sekarang ketika kau sudah sendiri,bolehkah aku memiliki hatimu...???" ucap Yoga
Tya terdiam...matanya berkaca-kaca...Dia tak pernah menyangka selama ini ada lelaki yang sangat baik,sangat sabar dan sangat setia menantinya. Padahal seorang Prayoga Putra Dewangga tidak mungkin tidak ada wanita yang mendekatinya. Ratusan bahkan mungkin ribuan wanita diluar sana akan mendambakan pasangan seperti Yoga.
"Tya,kau tak perlu menjawab sekarang jika kau tak ingin menjawabnya sekarang...4 tahun saja telah terbukti aku sanggup menunggumu,jika kau memintaku menunggu lagi,InsyaAlloh aku masih sanggup"
"Tapi jangan lama-lama juga...tar aku keburu tua menunggu jawabanmu"
Candaan Yoga ternyata mampu mencairkan suasana tegang diantara mereka,bahkan Tya yang hampir menangis karna haru menjadi terseyum manis untuknya.
"Yoga...seperti kamu tau,aku baru saja memutuskan sebuah hubungan serius yang telah kami bina selama 3 tahun lamanya"
"Rasa sakit karna kehilangan tentu masih ku rasa,rasa cintaku pun belum bisa semua sirna tapi untuk kembali padanya memang aku sudah tidak menginginkannya"
"Bersamamu aku merasa nyaman,bersamamu aku merasa tentram tapi untuk mencintaimu seutuhnya aku masih butuh waktu,karna mencintai seseorang bagiku tak semudah membalikkan telapak tangan"
"Namun jika kau memang benar-benar mencintaiku dan sanggup menerimaku serta keluargaku apa adanya,InsyaAlloh aku akan menjaga hatiku untukmu dan akan selalu berusaha mencintaimu" ucap Tya
"Sungguh???"
Tya menganggukkan kepalanya dan Yoga pun segera memeluk Tya erat sekali.
"Uhuk...uhuk...uhuk...Yoga lepaskan...Kenapa pelukanmu selalu membuatku tak bisa bernapas...kau tidak sedang ingin membunuhku kan" ucap Tya sambil memegang dadanya.
"Maap...maap..." Yoga pun nyengir kuda...
"Mana mungkin aku ingin membunuhmu,yang ada aku akan ikut mati jika kau mati meninggalkanku. Aku hanya terlalu bahagia sayang"
Pipi Tya memerah mendengar kata 'sayang' yang diucapkan Yoga untuknya. Yoga pun bahagia dan gemas melihat Tya yang tersipu malu karna ucapannya.
"Kita sudah lama berhenti dipinggir jalan Yoga,ayo anter aku pulang" ucap Tya mengalihkan pembicaraan.
"Tunggu...jadi kita sekarang jadian kan???" tanya Yoga penuh semangat.
__ADS_1
"Iyaaaa..." jawab Tya dengan lembut.
"Brarti aku berhak minta kamu mengubah panggilanmu kepadaku kan???"
"Kamu minta dipanggil apa???"
"Mas...???"
"Ogah...aku nggak mau kau memanggilku seperti kau memanggil Zaki"
"Abang...???"
"Ogah kaya tukang baso"
"Kakak...???"
"Emang kamu adikku...aku kan calon suamimu"
"Hadeeehhh...lalu apa dong...Aak...???
"Nah yang itu baru betul...Aku kan orang sunda,jadi panggil aku Aak" jawab Yoga tersenyum bangga.
"Sekarang aku ingin kau memanggilku seperti itu,aku pingin dengar" pinta Yoga,Tya tersenyum mendengar permintaan Yoga yang seperti anak kecil.
"Iya Aak sayang..."
"Iya Aak sayangku..."
Ucapan Tya mampu membuat Yoga tersenyum bahagia,diusapnya pucuk kepala Tya lalu Yoga pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sampai Di Rumah Tya
Dari jauh terlihat ada mobil Honda Jazz terparkir di halaman rumah Tya. Itu berarti ada Zaki disana,mungkin mereka baru pulang dari jalan-jalan tadi. Tya menyuruh Yoga memarkir mobilnya dipinggir jalan saja. Yoga tau ada mobil Zaki disana,dia tidak tau apa maksud Tya menyuruhnya untuk memarkirkan mobilnya dipinggir jalan saja.
Setelah parkir,Yoga dan Tya turun dari mobil. Tya meraih tangan Yoga untuk menggandengnya. Yoga tersenyum dan mempererat gandengan tangannya.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..." jawab Zaki dari dalam dan melangkah keluar.
Mata Zaki nanar melihat Tya yang masih bergandengan dengan Yoga.
"Eh ada mas Zaki...sudah lama mas???" tanya Tya basa-basi.
"Kamu nggak kerja??? Kok jam segini dah pulang..."
__ADS_1
"Kerja dong...tapi cuma setengah jam kerja"
"Oya mas...kok Mbak Lia nya nggak diajak..."
"Apa maksudmu???" Zaki mulai terpancing emosi tapi Tya tak menghiraukan itu.
"Oya mas,kenalin...ini Yoga pacar Tya...Aak kenalin ini Mas Zaki" ucap Tya tanpa rasa bersalah.
Yoga mengulurkan tangannya tapi Zaki tidak menerimanya. Zaki justru menarik kasar tangan Tya dari genggaman Yoga.
"Hei...jangan kasar sama perempuan bung" ucap Yoga
"Diam kamu...dia adalah tunanganku" bentak Zaki.
Yoga geram sekali tapi ketika dia ingin membalasnya,Tya memberi isyarat untuk diam.
"Apa maksud semua ini Tya...kau masih tunangan mas...mas tidak mau putus darimu..." ucap Zaki.
"Apa??? Tunangan??? Mas lihat jari Tya ini,masih adakah cincin dari mas??? Bukankah Tya sudah mengembalikannya pada mas??? Apa mas lupa bahwa mas telah menghianati Tya???" ucap Tya panjang lebar.
"Tapi mas sudah meminta maap padamu dan kau pun berkata bahwa kau sudah memaapkan mas kan??? Apa kau juga lupa itu"
"Tya tidak lupa dan Tya memang telah memaapkan mas tapi itu bukan berati Tya kembali menerima mas"
"Tadi pagi bunda dan Mbak Nia kesini dan Tya pun sudah menjelaskan semuanya pada bunda dan Mbak Nia. Semua...tanpa terkecuali termasuk kejadian yang mas sembunyikan dari bunda dan Mbak Nia" ucap Tya berapi-api
"Terimalah kenyataan bahwa kita sudah tidak bisa bersama lagi mas...dan belajarlah untuk berani bicara jujur mengakui kesalahan yang telah mas perbuat"
Zaki terdiam,kata-kata Tya benar-benar menusuk jantungnya.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya...
Trimakasih...🙏🙏🙏...