
Ingin Zaki memegang tangan Tya untuk menahannya agar dia tidak pergi tapi seluruh tubuhnya seperti lemas tak berdaya.
🌹🌹🌹
Tya kembali ke mejanya melewati tempat duduk Ari,Ulfa dan Lia. Mereka menunduk tak berani melihat ke arah Tya,apalagi untuk menyapanya.
"Maap...apa bisa kita tinggalkan rumah makan ini" pinta Tya pada teman-temannya.
"Kau tidak apa-apa...???" tanya Yoga
Tya mengangguk...
"Aku lapar...tapi seleraku telah hilang disini" jawab Tya polos membuat semua temannya terkekeh.
"Kita cari rumah makan yang lain...kami juga belum makan kok" kata Yoga,Tya membelalakan matanya.
"Kalian belum makan???"
"Ya Alloh...maap,gara-gara aku kalian jadi menahan lapar"
"Nggak papa Tya...Lagian bagaimana bisa kami tega makan kalau kau tidak ada disini" ucap Tami...Tya pun memeluk Tami...
"Trimakasih..." tanpa disadari air matanya menetes haru.
"Minumlah jus mu dulu...baru kita pergi" Tya menerima segelas jus mangga dari Yuli.
"Trimakasih..."
Setelah membayar minuman yang mereka pesan,mereka pun meninggalkan rumah makan itu.
Di Rumah Tya
Dua hari berselang dari kejadian di rumah makan itu. Zaki terus berusaha menemui Tya tapi Tya selalu menghindar. Di rumah ataupun di tempat kerjanya.
__ADS_1
Hari ini pagi-pagi Tya masih ada dirumah,karna hari ini Tya masuk kerja siang hari. Sudah tiga hari ibu mengunjungi nenek yang sedang sakit dan menginap disana,sementara Anin dan Karin sudah berangkat sekolah dari tadi pagi. Tya sedang menyiram bunga ketika terdengar suara mobil masuk ke halaman rumahnya.
"Assalamu'alaikum..."
Suara seorang wanita yang sangat dia kenal,membuat Tya mendongakan kepalanya.
"Wa'alaikumsalam...Bunda...Mbak Nia..."
Tya melompat kegirangan melihat siapa yang datang. Tya segera mencuci tangannya yang kotor dan segera menghampiri tamunya. Tya mencium tangan dan pipi kedua wanita itu,lalu mempersilahkan tamunya masuk.
"Kok sepi sayang...ibu kamu kemana???"tanya wanita itu.
"Ibu sedang menjenguk nenek yang sakit jadi ibu menginap disana...Silahkan duduk Bunda...Mbak Nia..."
"Trimakasih..." jawab mereka bersamaan.
"Bunda dan Mbak Nia kapan datang??? Kok nggak kasih kabar??? Oya...bunda sama Mbak Nia mau minum apa???" tanya Tya.
"Nggak usah repot-repot sayang...bunda tidak akan lama,bunda hanya ingin bertanya sesuatu...duduklah disisi bunda"
Tya menuruti apa kata ibunda Zaki,Tya duduk ditengah,antara ibunda Zaki dan kakak perempuan Zaki. Ibunda Zaki mengelus kepala Tya lalu memegang kedua tangan Tya.
"Tya sayang...Tya tau kan,ayah dan bunda sayaaaannnggg sekali sama Tya...begitupun Mbak Nia..." ucap bunda lembut mengawali obrolan pagi itu.
Kemudian beliau menarik napas pelan sambil mengelus punggung tangan Tya dan jari-jari Tya.
"Kenapa tangan halus ini sudah tak memakai cincin lagi,apa sudah tidak suka dengan bentuknya...kalau Tya mau kita bisa cari yang lebih bagus"
"Akan lebih cantik jari-jari ini jika dihiasi dengan cincin..." ucap Ibunda Zaki dengan lembut dan sangat berhati-hati.
Tya menunduk dan terdiam
"Tya...ayah,bunda dan mbak sangat berharap Tya bisa jadi bagian dari keluarga kami. Ada pertengkaran itu wajar...tapi jangan sampai pertengkaran itu berakhir dengan perpisahan" kini giliran Nia yang berbicara.
__ADS_1
Tua masih belum mau bicara,matanya mulai berkaca-kaca menahan tangisnya. Tya tau,betapa baik dan sayangnya keluarga Zaki kepadanya.
"Tiga tahun bukan waktu yang sebentar,apakah tidak sayang hubungan yang tinggal selangkah lagi harus putus ditengah jalan,hanya karna sebuah kesalahpahaman"
"Mbak tau,Tya cemburu karna Tya sayang dan cinta sama Zaki tapi jangan sampai cemburu Tya cemburu buta yang pada akhirnya membuat kalian saling menyakiti" ucap Nia yang berusaha membujuk Tya,sementara Tya masih setia dengan diamnya.
"Tya sayang,masmu Zaki sudah cerita semuanya sama bunda. Masmu juga meyakinkan bunda bahwa dia tidak punya hubungan apa-apa dengan wanita itu. Dia juga bilang,kalau dia mau pindah dari rumah itu kalau memang Tya merasa tak suka dia tinggal disana,asalkan Tya mau kembali padanya" ucap bunda
"Berdamailah kembali sayang...jangan bertengkar yang akhirnya berujung pada perpisahan...maapkan masmu Tya"
Tya tak mampu lagi membendung air matanya,permintaan kedua orang yang selama ini telah menjadi bagian dari hidupnya,membuat hatinya justru semakin sakit. Tak disangka ternyata Zaki laki-laki yang selama ini dia sayangi,dia cintai dan dia banggakan,tak lebih dari seorang laki-laki pengecut.
Tya masih belum mengangkat kepalanya dan belum mau membuka suara,hanya suara tangisan yang terdengar dari bibirnya.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
Terimakasih atas kesetiaannya...
Jangan lupa like dan komennya ya...🙏🙏🙏
__ADS_1