RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 49 Bersamamu Lagi


__ADS_3

Tya tak peduli mau dikatakan manja atau lebay,dia hanya ingin mengeluarkan semua air mata yang selama ini ditahannya. Tya ingin mengadukan semua masalahnya pada kekasihnya dengan caranya sendiri.


🌹🌹🌹


Suara tangisan Tya mulai menghilang,sepertinya dia sudah puas menangis di dada kekasihnya. Tya mengangkat kepalanya dan menggeser tubuhnya,melepaskan diri dari pelukan Yoga. Matanya terlihat sembam karna terlalu banyak menangis.


"Sudah puas???" tanya Yoga dengan lembut yang dijawab dengan anggukan oleh Tya.


"Pergilah sholat,kau belum sholat dzuhur kan???"


"Iya..."


"Selesai sholat kita makan,kamu juga belum makan kan???"


"Iya..."


Selesai sholat,mereka segera menuju kafe disebrang jalan. Yoga menggenggam erat tangan Tya seolah takut kehilangan. Sepanjang jalan dari kantor Tya sampai mereka keluar swalayan,para karyawan mengangguk hormat.


"Kamu mau makan apa???" tanya Yoga


"Tya mau minum jus mangga aja,Aak aja yang makan" ucap Tya


"Kok gitu..."


"Tya nggak napsu makan..." ucapnya manja


Yoga memanggil pelayan dan memesan beberapa macam makanan.


"Banyak amat pesannya"


"Biarin... aku lagi pengen makan banyak,daripada makan kamu kan belum waktunya...hehehe..." jawab Yoga sekenanya


Tya hanya cemberut sambil melotot,sementara Yoga tertawa puas karna berhasil ngerjain Tya.


Tak lama pesanan mereka pun datang. Yoga pun segera mengambil beef steak.


"Ayo buka mulutnya...aaaa..." kata Yoga sambil mengarahkan garpu ke mulut Tya.


"Nggak mau..." Tya menggeleng sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Please sayang...badanmu terlihat kurus lho..."


"Ya udah,kalo kamu nggak makan brarti aku juga nggak akan makan. Kamu tau nggak,padahal aku sekarang laper banget lho tapi karna kamu nggak mau makan jadi aku juga nggak akan makan..."


"Iya...iya...Tya nggak mau Aak sakit..."


"Nah gitu dong...good girl...Aaaa..." ucap Yoga dengan senyum kemenangan


"Aak,boleh nanya???"


"Hmmm..."

__ADS_1


"Kok hmmm... sih"


"Iya...tapi sambil makan ya...aaaa..."


"Nanti dulu...mo ngomong dulu..." ucap Tya cemberut.


"Iya...iya...mo tanya apa..." tanya Yoga dengan lembut...


"Emmm...selama sebulan ini Aak dimana???" tanya Tya hati-hati...


Yoga tersenyum,dia tau ada rasa ragu-ragu dan curiga disana. Digenggamnya tangan Tya,lalu...


"Katanya cinta tapi kok nggak sadar kalo setiap hari diikutin"


"Maksudnya...???"


"Aku selalu mengikutimu lho,semua kegiatanmu dari mulai meninggalkan rumah sampai kamu pulang kerumah lagi,aku tau"


"Selama sebulan ini aku juga sudah sering datang mengunjungi ibu dan adik-adikmu"


"Aku juga sudah memperkenalkan diri sebagai calon suamimu dan aku juga sudah berjanji akan segera meminangmu nanti jika papa dan mama pulang dari Surabaya. Jadi nggak usah khawatir...nggak usah curiga,tidak ada wanita manapun yang bisa menggeser Tyandra Safira Anissa dari sini...ni..." Yoga tersenyum lalu menarik tangan Tya dan menempelkan di dadanya.


”Aak kok nggak pernah bilang apa-apa sama Tya..."


"Tadinya mo bikin surprise dan ngilangnya juga maunya 3 bulanan,nggak cuma sebulan tapi kayaknya ada yang galau sampe nanya-nanya ke Andri segala. Kesian liatnya jadi dibatalin dech...hehehe..." ucap Yoga yang dihadiahi cubitan dilengannya oleh Tya


"Aduh...Wah kena pasal penganiayaan nich..tadi dipukul,belum juga sembuh sekarang udah dicubit..."


"Tapi ngangenin kaaaannn..."


"Banget...hehehe..."


"Idih...belajar ngrayu nich...Dah yok habisin makannya terus jalan-jalan..."


"Ih enak aja jalan-jalan...masih jam kerja ni..."


"O iya...kalo gitu,aku temenin kamu sampe selesai kerja ya..."


Tya mengangguk cepat. Selasai makan akhirnya mereka pun langsung ke kantor Tya lagi.


Di Ruang Kerja Tya


Yoga tiduran disofa sambil memandang Tya yang sedang serius bekerja.


"Aak tidur aja kalo cape,Tya sebentar lagi dah kelar kok kerjaannya" ucap Tya tanpa menoleh karna terlalu fokus dengan laptopnya.


"Nggak ah...mo liat putri cantikku ajah..."


"Apaan sih...ngrayu mlulu"


Tya tersipu malu membuat Yoga tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Satu jam berlalu,Tya sudah menyelesaikan tugasnya,dia pun menghampiri Yoga yang sedang asik ngegame sambil tiduran.


"Aak..."


"Hmmm..."


"Nyebelin..."


"Hehehe...Iya ada apa sayangku..."


"Apa Aak sudah yakin mau meminang Tya???"


"InsyaAlloh...Memangnya kenapa??? Kamu nggak yakin sama aku???" Yoga duduk dan meletakkan ponselnya dimeja.


"Tya takut Aak kecewa"


"Kenapa harus kecewa???"


"Tya takut belum bisa sepenuhnya memberikan cinta pada Aak" Tya menundukkan wajahnya


"Kamu masih mencintai Zaki???" Tya menggeleng cepat.


"Lalu..."


"Cinta mungkin sudah hilang tapi...kenangan bersamanya yang hingga kini masih tersisa. Apalagi biarpun kita sudah jadian 3 tahun yang lalu tapi kita berjauhan tak bisa mengukir kenangan bersama yang mampu menggeser kenangan Tya dimasa lalu"


"Tya sayang sama Aak,Tya nyaman sama Aak makanya Tya takut Aak kecewa dan akhirnya pergi meninggalkan Tya"


Tya menunduk tak mampu menatap wajah Yoga,buliran air mata kembali menetes jatuh di pangkuannya. Yoga berjongkok didepan Tya,tangannya sebelah memegang tangan Tya dan sebelah lagi menghapus air mata Tya.


"Maapkan aku ya...dari awal aku yang minta kesempatan padamu tapi justru aku malah meninggalkanmu tanpa memberi waktu untuk bersama"


"Tya...aku sudah mantap meminang mu dan aku tidak akan pernah kecewa karna kau masih menyimpan kenangan-kenanganmu. Mulai hari ini akan kugeser semua kenangan itu dengan kenangan-kenangan kita,karna aku tidak akan meninggalkanmu dan takkan ku biarkan kau menangis lagi karna ku"


Yoga mencium kedua tangan Tya bergantian,membuat Tya tersenyum bahagia.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2