
Sesaat Zaki terdiam lalu dia menarik napas pelan dan menceritakan poin-poin yang belum sempat dia ceritakan kepada ibundanya.
🌹🌹🌹
"Astaghfirullah hal adziim...setan apa yang telah merasukimu Zakiiii...Zaki"
"Seorang wanita yang sanggup menjaga kesuciannya untuk kamu justru tak kau jaga,tapi perempuan yang menyerahkan tubuhnya untuk memuaskan napsunya justru kau terima.."
"Keblinger kamu...Sekarang gara-gara kamu,bunda telah kehilangan calon mantu yang baik lahir dan bathinnya..."
"Maapin Zaki bun...maapin Zaki yang tak bisa menjaga amanah sehingga membuat Zaki salah jalan...hikz..hikz..hikz"
"Zaki menyesal..."
Zaki menangis sejadinya tanpa ada rasa malu didepan ibu dan kakaknya. Dia ingin melampiaskan semua rasa sakit dan rasa penyesalannya karna kehilangan Tya.
Masih terlintas jelas dalam benak Zaki senyumannya,kemanjaannya,perhatiannya,kepolosannya,keceriaannya dan semua tentangnya. Tya memang istimewa dan Zaki baru menyadari setelah dia kehilangannya.
Zaki menidurkan kepalanya di atas meja belajarnya,lalu bundanya pun menghampiri.
"Sudahlah,sesal kini sudah tak berguna. Belajarlah menerima kenyataan,biarkan Tya mencari kebahagiaannya sendiri. Fokuslah pada skripsi dan ujian akhirmu,setelah wisuda nanti bunda berharap kamu pulang ke Pekalongan saja untuk mengelola pabrik"
"Masalah jodoh...bunda kembalikan padamu. Mencari wanita seperti Tya lagi mungkin akan sangat sulit di jaman seperti saat ini. Tapi minimal carilah yang mirip dengannya jujur,sholehah,sopan,menghormati orang tua dan selalu memegang prinsip yang benar"
"Iya bun..." jawab Zaki lesu
"Sekarang bunda dan Mbak Nia mau pulang ke hotel dulu,mungkin besok pagi bunda akan pulang ke Pekalongan"
"Bun...besok pagi Zaki ikut pulang ke Pekalongan ya...Zaki mau menenangkan pikiran disana"
"Tugas akhirmu gimana???" tanya Nia
"Cuma beberapa hari saja,tidak akan mengganggu tugas akhirku mbak. Aku benar-benar kacau berada disini"
"Salah sendiri bikin ulah"
"Heeeehhh kok malah bertengkar kaya anak kecil. Zaki siap-siap saja...besok bunda jemput habis subuh,menghindari macet"
Di Rumah Yoga
Mobil Pajero sport hitam tampak memasuki halaman rumah mewah,tak lama terlihat seorsng pria tampan keluar dari mobil tersebut. Dia adalah Yoga.
Yoga melangkah menuju pintu rumahnya dengsn bernyanyi-nyanyi kecil,tidak seperti biasanya.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'slaikumsalam..." jawab mama dan papanya bersamaan.
__ADS_1
"Malam mama...malam papa..." sapa Yoga sambil mencium pipi mamanya.
"Malam...papa kok ngga dicium..." protes Papa Bachtiar sambil tersenyum
"Iiihhh...mosok laki-laki minta dicium...ogiach amat..."
Yoga lalu duduk disebelah mamanya
"Kaya-kayanya ada yang lagi hepi ni mah" goda papanya.
Mama Ranti hanya tersenyum sambil melirik Yoga,seolah minta penjelasan atas sikap Yoga.
"Ma...tau ngga ma...sekarang...Yoga dan Tya...sudah resmi pacaran..." kata Yoga berapi-api.
"Oya??? Syukur Alhamdulillah...akhirnya anak mama berhasil meluluhkan hati wanita pujaannya" ucap sang mama
"Good boy" papanya pun turut menimpali
"Tapi...bagaimana akhirnya Tya mau menerimamu??? Apa karna dia sekarang sudah tau latar belakangmu???" lanjut papanya
"Tya nggak kaya gitu pa..." jawab Yoga cemberut,dia merasa tak terima dengan pertanyaan papanya.
"Iyaaa...papa percaya...orang kasmaran mah semua keliatan yang indah-indah aja"
"Papa diem dech kalo belum kanal Tya...ya kan ma???"
Lagi-lagi mamanya hanya bisa tersenyum melihat keisengan suaminya pada anaknya.
"Nah ini ni yang mulai nggak bener..." potong sang papa.
"Apaan sih pa,besok hari terakhir liburan Yoga di Indonesia...Yoga pingin seharian sama Tya...Masak mama ngga kasian,Yoga kan baru sehari jadian terus mo pisah lagi... boleh kan ma???" ucap Yoga sambil memeluk dan menciumi mamanya.
"Heh,jangan kau ciumi terus mamamu...dia itu punya papa tau" ucap papanya sambil menarik Mama Ranti.
"Paaa...udah dech...jangan godain anaknya terus..."
"Emang kamu sudah bilang sama Tya??? Biasanya anak itu nggak mau kalo disuruh bolos,dia itu kalo bekerja kelewat disiplin"
"Kalo begitu aku telpon sekarang ya ma..."
"Hmm..." jawab mamanya sambil senyum melirik papanya.
Yoga lalu mengambil ponselnya dan loudspeaker untuk menghubungi Tya.
"Tuttt...tuttt...tuttt..."
"Hallo Assalamu'alaikum..."
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam...kok lama sih ngangkatnya yang..."
"Maap...baru selesai sholat Isya' terus ngaji sebentar. Ada apa??? Aak udah sholat Isya'???"
"Belum...kan baru sampe rumah"
"Awas lupa..."
"InsyaAlloh engga"
"Oh iya...ada apa Ak???"
"Gini...besok kan hari terakhirku liburan di Indonesia,aku ingin besok kamu libur kerja ya??? Aku pingin seharian sama kamu"
"Kenapa harus gitu??? Terus counter Tya yang jaga siapa??? Temen Tya besok libur"
"Nanti countermu biar dicariin yang jaga sama mama"
"Mana bisa begitu Ak,Tya kerja di situ bukan cuma main,ada tanggungjawabnya...nggak bisa seenaknya dong..."
"Kita kan bisa pergi sehabis Tya kerja..."
"Nanti ketemunya cuma sebentar...kamu ijin dech..."
"Maap Ak...Tya nggak bisa. Jangan marah ya...Soalnya kalo bukan Tya atau Fitri yang jaga nanti bisa kacau counternya,yang nggantiin jaga juga kesian karna kan belum tau seluk beluk counternya" terang Tya.
"Ya udah dech...terserah kamu ajah" Yoga mematikan ponselnya
"Tuh kan...apa mama bilang..."
Yoga cemberut,dilemparnya pelan ponsel itu ke meja.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya...
Trimakasih...🙏🙏🙏...