RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 42 Amarah Ibu


__ADS_3

Tya melihat sekilas karna malas tapi seketika matanya terbelalak melihat photo siapa yang dijadikan walpaper oleh Yoga.


🌹🌹🌹


Tya merebut ponsel milik Yoga,matanya intens melihat walpaper di ponsel itu.


"Ini kan photo Tya waktu jadi paskibraka di SMA dulu,darimana Aak dapet photo ini??? Tya aja nggak punya..." ucap Tya


"Ih rahasia dong... Emmm...sekarang gimana rasanya setelah tau siapa seseorang dimasa laluku itu???"


"Tadi yang kamu pikirin photo siapa??? Takut kalo ada wanita lain ya??? Segitu sedihnya...sampe nangis segala" goda Yoga


"Habisnya Aak gitu..." jawab Tya tertunduk malu.


Yoga menarik Tya dalam pelukannya,puas rasanya dia bisa menggoda kekasihnya.


"Kalo begini,jadi males balik ke London,pengen disini aja akh biar bisa meluk dan dipeluk kamu terus" ucap Yoga.


Mendengar ucapan Yoga,Tya langsung melepaskan diri dari pelukan Yoga.


"Lho kok dilepas pelukannya"


"Udah cukup...nanti ndak jadi males nyelesein kuliahnya" ucap Tya menghindari Yoga yang mencoba meraih tangannya.


"Duh salah ngomong dech" Yoga menepuk jidatnya.


"Tya...Yoga...ayo sholat dzuhur dulu terus makan siang" teriak sang mama.


"Iya maaa..." jawab Tya sambil tersenyum mengejek dan berjalan menjauh.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. Selesai sholat mereka pun kemudian makan siang bersama. Ditengah makan siang terdengar pintu diketuk.


"Assalamu'alaikum..."

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam...mbak tolong bukain pintu terus persilahkan tamunya untuk makan siang sekalian" titah mama


"Siapa sih tamunya mah..." tanya Yoga


"Nanti kamu juga tau'


Mbak Irah mengangguk patuh dan segera mempersilahkan tamunya masuk langsung keruang makan.


"Selamat siang pak...bu..." ucap pria itu sopan


"Pak Reza..." ucap Yoga dan Tya bersamaan


"Mari pak,silahkan duduk...kita makan siang sekalian"


"Terimakasih bu..."


Pak Reza mengangguk lalu segera duduk disebelah Tya. Melihat hal itu,Yoga segera berdiri dan menyuruh Tya bertukar tempat duduk dengannya. Papa dan mamanya hanya bisa menggelengkan kepala.


Selesai makan siang,mereka pun berpindah tempat ke ruang tamu. Yoga terus memegang tangan Tya posesip,dia ikut duduk disana karna pengen tau apa maksud kedatangan Pak Reza.


"Kemarin karna kejadian dikantor itu,Yoga sudah memecat bapak secara tidak hormat. Tapi menilik kinerja bapak selama ini sangat memuaskan dan atas permintaan Tya calon mantu saya,saya meminta bapak mulai besok kembali bekerja seperti biasanya"


Pak Reza terdiam menunduk,dia merasa sangat malu berada ditengah-tengah keluarga itu,terlebih lagi dia merasa malu terhadap Tya. Apalagi Tya yang telah dipermalukannya,justru menolongnya.


"Perlu bapak tau,mulai hari ini,Tya adalah calon mantu saya. Saya harap bapak bisa menerima dan menghormati semua keputusan ini" lanjut sang mama.


"Iya bu...saya sangat berterimakasih sekali atas kemurahan hati ibu sekeluarga. Saya juga mohon maap atas semua kekacauan yang telah saya buat tempo hari. Untuk Tya...saya minta maap sebesar-besarnya atas perlakuan saya kemarin,saya sangat menyesal sekali. Saya juga berterimakasih atas kebaikanmu,karna berkat kamu,saya masih bisa menghidupi anak saya dan membiayai pengobatan ibu saya. Sekali lagi terimakasih atas kebaikan anda semua" ucap Pak Reza panjang lebar.


Mama Ranti menatap Tya dan menganggukan kepalanya pertanda mengijinkan Tya untuk bicara.


"Iya pak,sama-sama... Saya harap setelah ini kita bisa saling menghargai,menghormati dan bekerja sama lebih baik lagi. Saya juga berharap,tidak ada dendam diantara kita" ucap Tya


Pak Reza semakin tertunduk malu,dia tidak menyangka Tya mempunyai hati yang sangat baik. Sekilas Pak Reza melihat tangan Tya yang tidak pernah lepas dari genggaman tangan Yoga,membuat Pak Reza merasa sangat cemburu,hanya saja dia tak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


"Oke,berarti masalah ini saya anggap selesai dan bapak bisa bekerja mulai besok pagi"


"Iya bu...terimakasih...Karna semuanya sudah selesai,saya pamit undur diri bu..."


Mama Ranti mengangguk dan bangkit mengantar Pak Reza sampai ke pintu depan.


Di Rumah Tya


Bu Laras langsung pulang setelah mendapat kabar dari Anin bahwa Tya telah memutuskan pertunangannya dengan Zaki.


"Jadi ini benar-benar serius jika mbakyumu itu telah memutuskan pertunangannya dengan Zaki???" ucap Bu Laras penuh amarah


"Dasar anak tak tau di untung,sudah bagus Zaki tidak meninggalkan dia setelah kita jatuh miskin...e...kok malah dia yang banyak tingkah. Ibu heran dengan jalan pikiran mbakmu itu. Benar-benar nggak punya otak,disuruh mengangkat derajat orang tuanya saja tidak mau" lanjutnya.


Anin dan Karin hanya diam saja mendengar semua amarah ibunya yang tak mampu dibendungnya lagi.


"Bener-bener keterlaluan mbakyumu itu,dia malah memilih teman SMA nya??? Ya ampun Tya...Tya... Sekarang mbakyumu itu kemana???"


"Ya kerjalah bu..." jawab Karin


Karin sengaja cepat-cepat menjawab,karna takut keduluan Anin yang sudah dapat dipastikan jawabanya akan memojokkan kakaknya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut....


__ADS_2