RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 25 Dikerjain


__ADS_3

Lalu mereka pun berjalan menuju ke meja mereka. Mereka melihat Yoga dan Tya sedang mengobrol sambil bercanda bahagia.


🌹🌹🌹


Sempat mereka enggan mendekat ketika melihat Tya tertawa bahagia disana. Namun mata Tya terlanjur menangkap kehadiran mereka.


"Ih lama banget sih...katanya cuma sebentar" Tya mulai dengan rajukannya yang khas...sambil memasang muka cemberut.


"Antri neng..." Yuli mencubit pipi Tya.


"Lagian kamu kayanya juga asik-asik aja waktu kami tinggal" timpal Indri.


"Iya...kayanya juga malah enakan kalo nggak ada kita ..." goda Yuli.


"Ih apaan sih kalian...nggak lucu tau..." Tya kembali memonyongkan bibirnya. Tangannya mulai mencoba meraih lengan Yuli untuk dicubitnya tapi Yuli sanggup menghindar.


"Heh sudah...sudah...waktunya makan...tuh makanannya sudah dateng" ucap Tami yang selalu jadi penengah jika teman-temannya berselisih.


"Andri mana???" tanya Yoga pada temen-temannya.


Mereka saling berpandangan dan menggelengkan kepala tanda tidak tau. Tapi kemudian pandangan Indri menangkap sosok Andri yang sedang berada diatas panggung.


"Tuh...kayanya dia mau unjuk kebolehannya di atas panggung dech..." tunjuk Indri


Semua mata melihat ke panggung live music malam itu.


Andri duduk sambil mulai memainkan gitarnya...satu lagu mengalun dengan indahnya. Teman-temanya menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Andri sambil menikmati hidangan yang mereka pesan.


Tepuk tangan para pengunjung kafe menggelegar begitu Andri menyelesaikan penampilannya.


"Terimakasih..." Andri membungkukan badannya


"Sebelum saya turun dari panggung ini,ijinkan saya memanggil salah seorang teman saya yang cantik dan pastinya punya suara yang sangat merdu...kita sambut dia...Tyandra Safira Anissa..."


Tepuk tangan pun kembali menggema. Tya melotot ke arah Andri.


"Kok aku..."

__ADS_1


"Ayo Tya...semua pengunjung kafe ingin mendengarkan suara emasmu..." ucap Andri semakin memojokkan posisi Tya.


Semua pengunjung pun melihat kearah Tya berada. Tya semakin salah tingkah dibuatnya.


"Ayo maju sana...semua orang sudah melihat kearahmu,kamu nggak malu apa diliatin terus...???" ucap Tami


Tya menatap teman-temannya dan ketika matanya bertemu dengan mata Yoga...


Yoga menatap Tya seolah memohon Tya segera naik ke panggung. Sesaat kemudian akhirnya Tya pun berdiri dan mulai melangkah menuju panggung,tempat dimana Andri berada.


Andri tersenyum melihat Tya memanyunkan bibirnya. Microfon pun diserahkan pada Tya dan Andri pun segera turun panggung untuk menikmati pesanannya.


"Bismillahirrohmanirrohim..." gumam Tya


"Selamat malam semua...saya merasa sedang dikerjain ni sama sahabat saya" Tya mencoba mengurangi rasa groginya.


"Saya akan coba menyanyikan sebuah lagu...maap jika tidak sebagus para singer yang ada disini tapi semoga bisa menghibur anda semua"


Lalu sebuah lagu dari Rossa 'Tegar' pun mulus dinyanyikan oleh Tya. Gemuruh tepuk tangan pun menggema diseluruh kafe,bahkan banyak pengunjung yang berdiri memberikan penghormatan atas rasa kagum mereka.


"Lagi...lagi...lagi..." suara pengunjung kafe meminta Tya menyanyi lagi.


"Terimakasih untuk semuanya...satu lagi lagu untuk anda semua...'Cinta Pertama' dari BCL Bunga Citra Lestari..."


Tya kembali menunjukkan kebolehannya,suaranya terdengar merdu sekali. Para pengunjung begitu sangat terhibur. Tiba-tiba seorang laki-laki tampan naik ke panggung dan memberikan setangkai bunga mawar merah. Tya pun menerimanya sebagai tanda terimakasih dari pengunjung,tapi begitu bunga diterima tiba-tiba laki-laki itu mencoba menarik tangan Tya agar jatuh dipelukannya.


Tya pun memberontak tapi laki-laki itu mempererat pegangannya bahkan dia tampak mencoba mencium Tya sampai..."Bugh" sebuah pukulan keras tepat mengenai pipi laki-laki itu hingga laki-laki itu jatuh tersungkur. Pingsan...


"Astaghfirullah..." teriak Tya sambil menangis ketakutan.


Tami,Yuli dan Indri segera memapah Tya yang terlihat syock dengan kejadian itu.


"Bangun kau...jangan coba-coba kau sentuh wanitaku" teriak Yoga pada laki-laki itu,napasnya terlihat naik turun karna menahan emosi.


Andri memegang kuat tangan Yoga agar dia tidak memukul laki-laki itu lagi. Suasana jadi gaduh,Tya duduk sambil memegang botol air mineral yang diberikan Tami padanya.


Petugas keamanan kafe pun segera memapah laki-laki yang tergeletak di lantai itu yang ternyata dia sedang mabuk. Andri yang dari tadi mendampingi Yoga berjalan mengikuti petugas keamanan yang membawa laki-laki tadi diikuti oleh Tami,Yuli dan Indri. Selain karna penasaran dengan motip dan identitas laki-laki itu,mereka juga ingin memberi kesempatan pada Yoga dan Tya berdua.

__ADS_1


Yoga pun segera menghampiri Tya yang ditinggal teman-temannya,dia masih terlihat sangat syock dengan kejadian yang menimpanya. Yoga berjongkok dihadapan Tya yang pandangannya masih kosong...


"Kamu nggak apa-apa kan...?" tanya Yoga khawatir.


Tya menggelengkan kepalanya,dia masih belum bisa berkata-kata. Matanya masih berkaca-kaca menahan tangis.


"Jangan takut lagi...aku ada disini..."


Yoga memberanikan diri memegang kedua tangan Tya. Tya yang biasanya tak mau dipegang tangannya oleh sembarang laki-laki selain Zaki,hanya diam saja waktu Yoga memegang kedua tangannya.


"Kita pulang sekarang...??? Aku antar kau pulang ke rumahmu ya..." ucapnya dengan lembut.


"Aku pulang kerumah Tami...aku sudah ijin ibu untuk menginap disana" jawab Tya sambil menarik kedua tangannya yang sedari tadi dipegang Yoga dengan perlahan.


"Eh,maap..."


Yoga gugup bercampur kaget waktu Tya menarik tangannya dari genggaman Yoga.


Lalu Yoga berdiri,menoleh ke kanan dan ke kiri mencari teman-temannya tadi.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut...


Jangan lupa like dan komennya ya...

__ADS_1


Terimakasih...🙏🙏🙏


__ADS_2