
Yoga berjalan mendekati istrinya,membaringkan dan memiringkan tubuhnya memeluk Tya dari belakang.
🌹🌹🌹
Yoga menciumi pucuk kepala Tya berulang-ulang. Dia merasa sangat menyesal telah membuat istrinya menangis lagi.
TYA POV on
"Aku tak tau,apa sikapku saat ini terasa berlebihan,tapi terus terang aku sangat kecewa dengan sikapnya.
Aku memang menyukai semua surprise yang dia berikan padaku selama ini,tapi bukan berarti dia bisa selalu memutuskan semuanya sendiri tanpa berdiskusi denganku. Aku merasa seperti orang bodoh yang tak pernah dianggap ada olehnya"
"Jujur aku memang belum sepenuhnya bisa mencintainya,walaupun aku tau dia sangat tulus mencintaiku. Tapi aku tak bisa memungkiri,perhatiannya yang sangat besar padaku membuat aku menyayanginya dan takut kehilangan dia"
"Mungkin kami memang butuh penyesuaian karna selama pacaran kami jarang bersama. Apalagi sejak awal cinta kami hanya sepihak,lebih tepatnya hanya dia yang mencintaiku,sementara aku masih belajar mencintainya. Dan setelah menikah ini kami seolah baru memulai masa pacaran lagi"
"Mungkin akan terasa egois jika aku terus marah padanya. Aku yakin dia pasti punya alasan yang tepat kenapa aku tidak boleh lagi bekerja dan aku juga yakin semua itu demi kebaikan rumah tangga kami"
POV off
Tya sengaja menarik tangan Yoga yang melingkar diperutnya. Awalnya Yoga terkejut, namun akhirnya senyuman manis pun tersungging dibibirnya. Yoga lalu mulai mengeratkan pelukannya kepada Tya dan mulai menciumi pucuk kepala Tya lagi.
"Kamu sudah bangun ya..." bisiknya
Tya diam tak berkeming tapi tangannya memegang erat tangan suaminya.
"Maapkan aku ya...aku sudah membuatmu kecewa. Aku sangat egois,hanya memikirkan diriku sendiri. Memutuskan sesuatu tanpa bertanya dulu padamu...Tapi percayalah,semua ini aku lakukan karna aku sangat mencintaimu. Maapkan aku..."
Tya masih diam saja,tak merespon perkataan Yoga. Kemudian dengan usilnya Yoga menciumi leher Tya,membuat Tya menggeliat geli dan pelan-pelan membalikkan badannya.
"Kamu tidak tidur ya..." Tya menggeleng
"Dasar pembohong cantik..." ucapnya sambil mengecup bibir Tya sekilas.
"Jelaskan apa alasannya aku tidak boleh bekerja lagi..." tanya Tya
"Cemburu..."
"Maksudnya..."
Yoga mengeratkan pelukannya dan kembali mengecup bibir istrinya...membuat Tya merasa risih..
"Ayolah Ak...jelasin dulu...keburu maghrib...Tya nggak mau penjelasan yang menggantung"
"Tapi nanti habis sholat maghrib boleh ya..." goda Yoga
"Boleh apa...serius dooonnnnggg..." ucap Tya mulai kesal
"Boleh minta itu..." goda Yoga lagi
__ADS_1
"Minta itu apa...???" tanya Tya semakin kesal
"Ya itu...hukuman atas kebohonganmu tadi..."
"Hmmm...Iyah tapi jelasin dulu apa alasannya..." jawab Tya ngasal.
"Alhamdulillah...trimakasih tuan putri cantikku..." ucapnya sambil kembali mencium bibir istrinya.
"Aaaaakkkk...." mata indah Tya melotot sempurna.
"Iya...iya...." ucap Yoga sambil nyengir kuda
"Kalau kamu bekerja...yang pertama,aku cemburu dengan pekerjaanmu,karna waktu kamu pasti akan banyak tersita pada pekerjaan dan pastinya aku akan sering dinomor duakan. Dan yang kedua,aku cemburu sama si Reza jelek itu..."
"Pak Reza...???" tanya Tya memotong penjelasan Yoga...
"Iya si Reza jelek itu...selama dia belum menikah,aku tidak akan tenang jika dia ada disekitarmu"
"Mrmang apa yang akan dilakukan Pak Reza,toh kami nggak satu kantor. Kantorku dilantai atas sedang kantornya dilantai bawah"
"Tapi sesekali kalian pasti berpapasan. Emang kamu nggak pernah merhatiin cara dia melihatmu...Kaya singa mau menerkam mangsanya saja...huuh"
"Mana tau Pak Reza liatin Tya kayak gitu,Tya kan nggak pernah merhatiin...Lagian emang boleh Tya merhatiin cowok lain???" goda Tya.
"Ya enggaklah...awas aja kalo sampe berani" Yoga kembali mengeratkan pelukannya.
"Ya kamu nggak perlu ngapa-ngapain,cukup kamu selalu ada disampingku atau kalo kamu ingin kerja,kamu bisa bantu pekerjaanku,tanpa harus jauh dariku...hehehe"
"Huuh dasar...posesip itu membuat Aak terlihat kekanak-kanakan tauuu"
"Biarin...pokoknya kamu milikku,tak ada yang boleh mengambilmu"
"Lebay...siapa juga yang mau mengambil Tya dari Aak..." ucap Tya sambil memencet hidung suaminya.
"Lalu...Bagaimana dengan kuliah Tya???"
"Tentu saja diselesein...Kamu butuh wawasan luas ketika ingin membantuku. Kita kelola sama-sama semua aset yang ku punya. Karna apa yang ku punya adalah milikmu juga. Tapi tentu saja kau hanya membantu,aku tidak ingin,bekerja menjadi prioritasmu. Sekarang kamu sudah tak punya tanggungjawab menghidupi keluargamu lagi Tya. Ibu,Anin dan Karin semua kini menjadi tanggungjawabku...kini saatnya kamu menikmati hidup bersamaku"
Yoga melepas pelukannya setelah mendengar adzan maghrib.
"Sudah maghrib...kita sholat dulu lalu tepati janjimu ya..." bisik Yoga ditelinga Tya
"Astaghfirullah Aak..." teriak Tya yang kesal dengan keusilan suaminya
Mereka pun segera beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu dan sholat berjamaah.
🌹🌹🌹
Hari masih pagi ketika mereka sampai dirumah keluarga Bachtiar.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam...Tya...akhirnya kamu pulang juga...mama kangen..." sambut Mama Ranti kepada menantu kesayangannya.
"Iiihh...jangan lebay dech ma...baru juga ditinggal seminggu..." ucap Yoga sambil mencium tangan mamanya.
"Kakak-kakak kamu sudah pulang semua sedangkan papa ada tugas ke Jepang,mama kan jadi sendirian"
"Kok mama nggak ngabarin kita,jadinya kita kan bisa pulang lebih awal"
"Udah ngabarin tapi Aakmu itu yang banyak alasan"
Tya melirik suaminya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya,sementara yang dilirik hanya bisa nyengir kuda.
"Kalo gitu Tya kekamar dulu ya ma..."
"Iya sayang..."
"Ma...Andri kemana??? Pagi-pagi kok kamarnya dah kosong???" tanya Yoga
"Sudah dua hari pulang ke Bandung dengan Anin...Harusnya pagi ini sampai...mungkin sebentar lagi..."
"Dengan Anin??? Anin adiknya Tya???"
"Emang Anin yang mana lagi..."
"Kok bisa..."
"Lho emang kamu nggak tau apa kalo mereka pacaran"
"Enggak ma...Andri nggak pernah cerita...Tya kira-kira tau nggak ma???"
Mama hanya mengangkat bahunya. Yoga pun lalu pamit kekamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
__ADS_1