
Tanpa terasa hari sudah menjelang sore,Yoga pun sudah selesai membereskan barang-barang Tya. Karna selepas sholat ashar mereka akan segera pulang kerumah.
🌹🌹🌹
Mobil Yoga sudah memasuki halaman rumahnya,tampak sang mama dan sang ibu menyambut kedatangan mereka.
"Yakin sudah baikan???" tanya mama
"InsyaAlloh ma..." jawab Tya
"Ingat pesan Yuli kemarin...kamu masih harus bedrest...minimal seminggu karna janin yang ada di rahimmu itu nggak cuma satu" omel Yoga
"Iya papa sayang..." ucap Tya sambil membelai pipi suaminya.
"Jadi tidur di kamar atas atau di kamar bawah??? Semua sudah di beresin sama Sari kok..."ucap ibu
"Kamar atas aja bu...kalo dibawah tar dia ada alasan kemana-mana. Kalau di atas dia kan nggak mungkin berani turun...hehehe..." jawab Yoga sambil nyengir...
"Huuu...curang..." Tya mencubit pinggang suaminya
Namun tiba-tiba Yoga mengangkat Tya dan membawanya ke kamar mereka.
"Tya masih pengen duduk-duduk di bawah Ak...masih pengen ngobrol sama mama dan ibu"
"Baru sebentar di rumah sudah bandel...tau artinya bedrest kan...Lagian nanti kan mama sama ibu juga bisa nemenin kamu di atas"
"Orang tua kok di suruh-suruh" omel Tya
"Ya nggak papa to...selama kami disini tar biar kami yang ke atas,yang penting kamu nurut Tya...biar cepet pulih..." ucap ibu
"Mama sama ibu nginep sini ya...tar boboknya sama Tya..."teriak Tya yang udah sampe depan kamarnya.
Kedua orang tua mereka pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anak mereka.
Di Kamar
"Enak aja nyuruh mama sama ibu tidur sini,katanya orang tua nggak boleh di suruh-suruh...terus aku nanti gimana???"
"Aak bobok di kamar bawahlah...hehehe..."
"Kok gitu...???" protes Yoga
"Ya harus gitu...kan kemaren kata dokter Faisal,Aak harus bisa nahan gituan selama sebulan. Kalo tidur sama Tya,mana bisa Aak nahan...hahaha" goda Tya
"Akh itu mah bisa-bisanya si Faisal aja,pedah (karna) dia naksir kamu...dasar Faisal sialan" gerutu Yoga sambil membaringkan istrinya di tempat tidur
__ADS_1
"Huuush Aak...nggak boleh ngomong gitu,emang udah aturannya gitu kan???"
"Tapi kan nggak harus sebulan juga kali..." omel Yoga sambil mencari-cari ponselnya
"Nich...mo telpon siapa...???" tanya Tya
"Mo telpon Yuli...mo mastiin omongan si Faisal yang sok tau itu..." ucap Yoga kesal
"Aak...malu-maluin ih..."
"Biarin..."
Yoga menjauh,takut ponselnya direbut Tya kemudian Yoga pun memencet nomor Yuli dan Tya pun tak bisa mencegahnya.
Yoga : "Hallo Assalamu'alaikum Yul..."
Yuli : "Wa'alaikumsalam Ga...Ada apa...Tya sampe dirumah nggak papa kan Ga???"
Yoga : "Enggak...aku cuma mau tanya sesuatu..."
Yuli : "Akh syukurlah...mau tanya apa???"
Yoga : "Emmm...itu...Yul...Emmm gimana ya Yul..."
Yoga melirik ke arah Tya yang sedang tertawa terbahak-bahak...menertawakan tingkah suaminya.
Yoga : "Biasa tuh Tya lagi rese...Ini Yul...emmm...aku mo nanya...Tya kan lagi bedrest ni...emmm...teruusss...aku boleh nengokin anakku nya kapan donk...hehehe..."
"Hmmm...lega...akhirnya bisa ngomong juga..." bathin Yoga
Yuli : "Oalah Ga...mo nanya gitu aja kok dari tadi amm emm amm emm doang...hahaha..."
Yoga : "Iya...hehehe...terus gimana Yul???"
Yuli : "Gini Ga...kalo selama Tya bedrest,jelas kamu mau nggak mau harus puasa dulu...tapi kalo udah selesai masa bedrest nya kamu sudah boleh nengokin si kembar,tapi ati-ati ya...yang lembut,soalnya kesian si kembar nanti ndak kaget...hehehe..."
Yoga : "Alhamdulillah...Tuh kan bener...dasar si Faisal sok tau..."
Yuli : "Lho emang kenapa dengan dokter Faisal???"
Yoga : "Hehehe...nggak papa...Ya udah Yul kalo gitu...makasih ya...Assalamu'alaikum..."
Yuli : "Huh dasar Yoga...Yoga...Wa'alaikumsalam..."
Ponsel pun diletakkan di meja,Yoga mendekati istrinya yang sedang duduk ditempat tidur.
__ADS_1
"Tuh kan...kataku juga apa...Faisal itu mah sok tau...huh"
"Ih Aak mah malu-maluin pake nanya gituan segala sama Yuli...Yuli kan belum nikah..."
"Biarin...Itu sudah tugas dia sayang,Yuli kan dokter. Lagian aku kan juga pengen nengokin si kembar...biar mereka kenal sama papanya...hehehe..."
"Huh dasar mesum..."
Yoga tersenyum nakal,lalu dia memeluk dan mencium kening istrinya...
"Tidurlah...kau harus banyak istirahat..."
"Aak..."
"Hmmm..."
"Kebiasaan..."
"Iyaaa...kenapa???"
"Tya pengen tidur sama mama dan ibu..."
"Mereka juga sedang istirahat Tya..."
"Panggilin..."
Tya mulai merajuk,matanya berkaca-kaca,kalau sudah begini Yoga pun jadi tak berdaya melawannya.
"Iya...iya...aku turun panggil mama dan ibu,tapi jangan nangis ya..."
Tya mengangguk patuh...
Yoga pun keluar kamar untuk memanggil mama dan ibunya...
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Lanjut...