RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 57 Tamu Teh Tiwi


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepatnya,acara demi acara telah selesai. Tamu pun satu persatu sudah berpamitan pulang.


🌹🌹🌹


Kaluarga besar Yoga pun sudah pulang,tinggal Yoga dan Tya yang hendak berpamitan pulang.


"Ibu,Yoga dan Tya pamit mau pulang kerumah Yoga. Terimakasih ibu sudah mengijinkan saya menjaga Tya dan InsyaAlloh saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya" ucap Yoga yang mampu membuat Bu Laras terisak sedih.


"Iya nak...pergilah,ibu titip Tya..." kata Bu Laras yang tak mampu berbicara lebih banyak lagi.


Setelah mencium ibunya dan juga berpamitan dengan adik-adiknya,Yoga pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sampai dirumah,seluruh keluarga Yoga tengah berkumpul diruang keluarga. Begitu Yoga dan Tya masuk tampak pemandangan yang sangat mengejutkan sekaligus membahagiakan bagi Tya.


"Selamat dataaaannnnggg...." ucap mereka bersamaan.


Ruang keluarga itu telah didekorasi dengan cantiknya. Hiasan dengan bunga mawar merah yang segar dan harumnya yang semerbak,juga sambutan hangat keluarga Yoga membuat Tya tak mampu lagi menahan air mata harunya. Yoga segera merangkul istrinya dan mencium pucuk kepala Tya.


"Terimakasih semua...Terimakasih telah menerima Tya dirumah ini..."


"Sama-sama sayang...selamat datang...jangan nangis dong...cengeng benar mantu mama yang satu ini..." goda sang mama yang disusul oleh candaan kakak-kakak Yoga yang lain.


Suasana menjadi riuh dengan gelak tawa mereka.


"Dah...dah...ngobrolnya dilanjut nanti lagi... Kalian ganti baju dan istirahatlah dulu,pasti kalian capek kan..." titah papa


"Iya pa...kami permisi dulu..." pamit Tya sopan.


Yoga dan Tya masuk kekamar pribadi Yoga. Yoga pun langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri dan ingin melihat reaksi Tya melihat kamar mereka. Tya memperhatikan setiap sudut kamar itu,tak ada yang istimewa untuk ukuran kamar pengantin bathinnya,hanya ada beberapa vas bunga yang diisi dengan bunga mawar merah kesukaannya. Meja rias yang penuh make up dengan brand yang biasa dipakai Tya.


Kalo dilihat lebih heboh dekorasi ruang keluarga tadi dari kamar pengantin ini.


Tya tersenyum sendiri...


"Mikir apa aku ini,sudah resmi menikah pun harusnya aku sudah sangat bersyukur" gumamnya.


Tya pun duduk didepan meja rias dan mulai membersihkan make up yang menempel diwajahnya. Setelah sebelumnya melepas satu persatu asesoris yang dikenakannya,termasuk kerudung yang selaku menghiasi kepalanya.

__ADS_1


Yoga keluar dari kamar mandi,sesaat dia tertegun melihat ada perempuan duduk didepan meja rias dengan rambut hitam indah sebahu. Maklum...baru kali ini dia melihat Tya tanpa kerudung,bahkan waktu dia pingsan tempo hari,ibunya pun memakaikan kerudung dikepalanya.


Yoga mulai mendekat ke arah meja rias lalu memeluk Tya dari belakang.


"Teryata dibalik kerudungmu tersimpan rambut yang sangat indah,membuat kamu terlihat tambah cantik" ucap Yoga yang mulai menciumi istrinya.


"Iihh...Aak awas...Tya masih bau...Tya mau mandi dulu"


Tya mencoba melepaskan diri dari pelukan Yoga.


"Nggak mau dipeluk sama dicium nich...suami resmi lho ini,katanya kalo udah halal bebas" ucap Yoga pura-pura ngambek


"Iya...tapi biarin Tya mandi dulu dong..."


Baru selangkah Tya akan menuju kamar mandi,tangan Yoga dengan sigap menarik tangan Tya hingga jatuh dipangkuan Yoga yang tengah duduk di sofa. Secepat kilat Yoga mengunci tubuh Tya menindihnya hingga dia tak bisa bergerak. Yoga mulai mendekatkan wajahnya dan mulai menciumi bibir Tya dengan sangat lembut,sampai terdengar ketukan pintu kamarnya dan suara lucu Diaz.


"Om Yoga...Tante Tya...kata mami disuruh turun...ada yang pengen ketemu"


"Ya kak...tunggu sebentar ya...nanti Om Yoga turun..." teriak Yoga tanpa membuka pintu kamarnya.


"Huh..ngganggu aja..." dengusnya kesal


"Awas kamu nanti..."


Selesai mandi dan berganti baju Tya memoles sedikit wajahnya.


"Udah jangan cantik-cantik dandannya,nanti kalo tamunya cowok bisa-bisa dia nggak mau pulang" ucapnya sambil menciumi pucuk kepala Tya.


"Aak udah dong...Tya mau pake kerudung..." elak Tya yang mulai merasa geli dengan tingkah suaminya.


"Habis rambutmu harum banget..."


Mereka pun akhirnya turun untuk menemui tamu Tiwi.


"Itu dia adikku dan istrinya..." ucap Tiwi


Tamu Tiwi yang sedang mencari sesuatu di tasnya pun mengalihkan pandangannya ke arah Yoga dan Tya dan seketika diapun terkejut bukan kepalang...

__ADS_1


"Tya..."


"Mbak Nia..."


"Lho kalian sudah saling kenal to..." ucap Tiwi


"Iya...dia dulu mo jadi adik iparku tapi nggak jadi..." ucap Nia keceplosan,tangan kanannya menutup mulutnya yang dirasa salah ngomong.


"Maksudnya...adikmu mantan pacar Tya gitu..." cerocos Tiwi.


Tya memundurkan langkahnya,Yoga tau pergerakan istrinya lalu menangkap tangan Tya dan menggenggamnya erat.


"Adiknya Mbak Nia nggak cuma mantan pacarnya Tya tapi mantan tunangannya Tya dan adiknya Mbak Nia juga yang tempo hari hampir menodai Tya teh..." ucap Yoga sedikit emosi.


"Aak..." Tya menarik tangan suaminya pelan agar tidak terpancing emosi.


"Perlu Mbak Nia tau,Tya sangat terpukul dengan adanya kejadian itu hingga dia hampir meninggal dikamar mandi,untung Karin menemukan Tya tergeletak pingsan dikamar mandi,dibawah shower yang mengalir. Kalo mbak tau keadaan Tya waktu itu..."


"Aak sudah..."


"Astaghfirulloh...Tya maapin kami..."


"Sudahlah mbak...semua sudah berlalu. Tya sudah memaapkan semuanya"


Yoga segera pergi tanpa permisi dengan yang lain. Tya tau kalau suaminya kecewa dengan sikapnya,dan akhirnya Tya pun pamit untuk menyusul suaminya ke kamar.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut....


__ADS_2