RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 58 Dicuekin


__ADS_3

Yoga segera pergi tanpa permisi dengan yang lain. Tya tau suaminya kecewa dengan sikapnya,dan akhirnya Tya segera pamit menyusul suaminya dikamar.


🌹🌹🌹


Tya masuk kamar tapi tak didapatinya Yoga disana. Diliriknya pintu balkon yang terbuka,berarti sudah bisa dipastikan Yoga sedang berada disana.


Benar saja,Yoga sedang berdiri memandang taman bunga mawar yang tampak begitu indah.


"Aak.."


"Hmm...”


"Kok hmm...Tya bawa coklat hangat buat Aak"


"Taruh saja disitu" ucapnya tanpa melihat kearah Tya


Tya menaruh cangkir berisi coklat hangat diatas meja lalu dia berjalan dan memeluk Yoga dari belakang. Kepalanya disandarkan dipunggung suaminya yang sedari tadi memandang taman bunga tanpa menoleh padanya.


"Katanya sayang,tapi belum juga sehari jadi istri udah dicuekin...terus dimana sayangnya" keluh Tya mencoba membujuk suaminya.


Yoga masih diam saja,tak bicara juga tak bergerak. Tapi Tya tak kehabisan akal,dia tiba-tiba mengendorkan pelukannya dan pura-pura lemas,Yoga terkejut dan segera balik badan untuk memeluk Tya yang hampir jatuh.


"Astaghfirulloh...Tya kamu kenapa??? Kamu nggak papa kan???" tanyanya panik


"Nggak tau nih badan Tya tiba-tiba lemas"


Yoga segera mengangkat tubuh istrinya dan dibawanya masuk ke dalam kamar,dibaringkannya Tya di ranjang dengan perlahan.


"Tunggu sebentar,aku akan telpon dokter Hendra" ucapnya panik sambil memegang ponselnya.


Tya merebut ponsel Yoga.


"Aku nggak mau dokter...karna dokterku sudah ada disini" ucap Tya sambil menarik tangan Yoga yang hendak merebut ponselnya dari tangan Tya.


"Hmm...dasar penipu..." ucap Yoga terlihat masih kesal

__ADS_1


”Siapa penipu???"


"Siapa lagi...ya kamu. Katanya udah nggak cinta tapi masih dibelain. Kamu nggak tau kan,betapa cemasnya aku melihat kamu tergeletak dilantai kamar mandi tak sadarkan diri. Badanmu dingin sekali dan bibirmu biru karna terus terguyur air dari shower"


"Mau mati aku rasanya melihatmu waktu itu Tya...Semuanya gara-gara dia.


Tapi sekarang ketika kamu bertemu sama kakaknya si br*******k itu,dengan mudahnya kamu memaapkannya dan bilang tidak apa-apa karna semuanya sudah berlalu. Kejadian itu baru kemarin malam Tya... Dan kamu tau Tya,hingga detik ini rasanya aku masih ingin membunuh laki-laki itu jika mengingat kejadian waktu kita berada di hotel" ucap Yoga berapi-api karna emosi


"Astaghfirullah.. Maapin Tya Aak...Tya hanya tidak mau membahas hal itu lagi...Tya juga hanya menjaga persahabatan antara Mbak Nia dan Teh Tiwi jangan sampai rusak hanya karna masalah Tya...Maap kalo menurut Aak itu salah...Tya nggak bermaksud membela siapapun...hikz hikz hikz..." ucap Tya yang mulai tak bisa menahan tangisnya


"Lho kok jadi nangis...Tya aku nggak bermaksud begitu..." ucap Yoga yang mulai panik


"Terus maksudnya apa??? Katanya sayang katanya cinta,tapi dari tadi Tya dicuekin...dimarahin...dibikinin minum aja cuma dibiarin nggak diminum..." kata Tya cemberut merajuk ke suaminya.


Yoga tersenyum gemas melihatnya.


"Dia bener-bener ngegemesin...sebentar nangis...sebentar galak...sebentar merajuk..Tya...Tya..." bathin Yoga.


"Apa senyum-senyum..."


Yoga diam tak menjawab tapi dia pelan-pelan mulai mendekati Tya,ditariknya tengkuk istrinya dan dilumatnya bibir tipis Tya yang cemberut dengan lembut.


Tok tok tok


"Siapa???" teriak Yoga sedikit kesal


"Teteh..."


Yoga pun turun dari ranjangnya dan membukakan pintu untuk kakaknya.


"Hmmm...ada apa???"


"Tya mana...??? Boleh teteh masuk???"


Yoga menggeser badannya agar kakaknya bisa masuk kamar. Tya baru saja dari balkon mengambil coklat hangat yang sudah mulai dingin,lalu diberikannya pada Yoga.

__ADS_1


"Ada apa teh...???" tanya Tya


"Duduk sini..." jawabnya lembut lalu Tiwi mengeluarkan kotak dari paper bag yang dibawanya.


"Teteh hanya mau memberikan ini...Ini kado pernikahan dari Nia untuk kalian. Nia juga ingin teteh menyampaikan permintaan maapnya pada kalian atas kelakuan adiknya,dia berharap kalian tidak menyimpan dendam pada keluarga mereka"


Tya melihat kearah Yoga dan Yoga pun angkat bicara.


"Yoga terima kado ini demi persahabatan teteh sama Mbak Nia dan perlu diingat,Yoga tidak pernah dendam dengan keluarga Mbak Nia. Karna kemaren pas kejadian itu,orang tua Mbak Nia juga ikut menghawatirkan Tya. Dengan adiknya Mbak Nia pun Yoga mencoba untuk berdamai,asal dia tidak mengganggu Tya lagi. Tapi kalau dia berani mengusik Tya lagi...nyawa Yoga taruhannya" ucap Yoga


"Iya teteh tau,teteh yakin kamu laki-laki yang baik dan teteh juga percaya kalau Tya juga wanita yang baik. Terbukti hingga kini keluarga Nia saja masih sangat menyayangi Tya" ucap Tiwi sambil memegang kedua tangan Tya.


"Trimakasih sudah mau menjadi bagian dari keluarga kami. Sekarang teteh jadi tambah yakin kalau adik teteh tidak pernah salah memilih istri"


Tiwi pun memeluk Tya...


"Oya,besok teteh sudah mau pulang ke Surabaya jadi sekarang mau nyicil siap-siap dulu"


"Pesan teteh yang rukun dan selalu saling sayang...jangan berantem-berantem,selesaikan semua masalah dengan dilandasi rasa cinta dan rasa saling percaya" ucap Tiwi


"Iya teh...terimakasih"


Tiwi tersenyum lalu keluar dari kamar Yoga.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut ..


__ADS_2