RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 56 Hari Pernikahan


__ADS_3

Tepat pukul 9 malam acara selesai,semua tamu pun berpamitan pulang,kecuali ketiga teman Tya yang menemani Tya dirumahnya untuk terakhir kalinya sekalian melepas masa kegadisan Tya.


🌹🌹🌹


Semalaman mereka berempat bercerita dan bercanda,mengenang masa-masa yang pernah mereka lalui bersama. Hingga tanpa terasa,waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Bu laras menyuruh mereka tidur,supaya tidak mengantuk saat acara pagi hari nanti.


Yuli dan Indri pun langsung terlelap,sementara Tami dan Tya menjalankan sholat malam bersama,baru mereka beranjak tidur.


Suara adzan subuh berkumandang dengan indahnya,Tya mengerjapkan matanya sementara ibu dan beberapa tetangga sudah mulai beraktipitas di dapur.


"Tya...sudah bangun???" tanya ibu dari luar


"Sudah bu...Tya sudah mandi dan baru selesai sholat..." jawab Tya yang keluar menghampiri ibunya


"Teman-temanmu sudah bangun juga???"


"Sudah bu,baru gantian mandi..."


"Ya sudah...sebentar lagi penata riasnya datang,sebelum dirias kamu makan dulu...ajak teman-temanmu sekalian"


"Iya bu..."


"Bu...boleh Tya bicara sebentar???"


"Tentu...duduklah disini..." ucap ibu sambil menunjuk kursi kosong disampingnya.


"Bu...selesai acara nanti Tya akan langsung diboyong Yoga kerumah keluarganya,walaupun nanti kita masih bisa bertemu tapi secara adat Tya sudah keluar dari rumah ini.


Bu...Tya minta maap jika selama ini Tya belum bisa membahagiakan ibu,Tya justru sering suka membuat ibu marah. Maapin semua kesalahan Tya ya bu..."


"Ibu tidak perlu kuatir,biaya hidup ibu dan biaya sekolah adik-adik sampai selesai,akan ditanggung Yoga. Sekali lagi maapin Tya ya bu..." ucap Tya sambil mencium kedua tangan ibunya


Bu Laras menangis...antara sedih,gembira dan haru bercampur menjadi satu. Dia juga merasa bersalah karna selama ini selalu menuntut terlalu banyak pada Tya. Bu Laras memeluk Tya erat sambil menangis tersedu.


"Tya,maapin ibu...sebagai ibu,ibu terlalu egois dan jahat padamu...hikz hikz hikz..."


"Ibu,Tya yakin apapun dan bagaimanapun ibu memperlakukan Tya,itu semua ibu lakukan karna ibu sayang sama Tya...hikz hikz hikz..."


Mendengar Tya yang ikut menangis,sang ibu pun mulai menguasai dirinya agar tidak larut dalam kesedihan.

__ADS_1


"Trimakasih atas pengertianmu nak..,maapin ibu yang terlambat mengucap syukur karna memilikimu"


"Hikz...sudahlah Tya...jangan nangis lagi ach...ini hari bahagiamu...Ayo cepat ajak teman-temanmu sarapan..."


Tya mengangguk dan segera berlalu memanggil teman-temannya untuk sarapan bersama.


💕💕💕


Tya sudah selesai dirias,kebaya muslimah warna silver jadi pilihannya.


"MasyaAlloh...kamu cantik banget..." ucap Yuli


"Yoga pasti tak bisa berkedip melihatmu..." kata Indri


"Sttt...,duduklah disini...jangan berisik. Tuh Yoga sudah mulai mengucapkan ijab kabul" ucap Tami


Terdengar dari dalam kamar Yoga menfucap ijab kabul dengan lantang dan dalam satu napas tanpa ada kesalahan.


"Saaahhhh...Alhamdulillah...Barakallah.." teriak semua orang.


"Mempelai wanita dimohon keluar untuk menemui mempelai pria" teriak pembawa acara.


Satu persatu tamu mulai bersalaman mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Tak banyak memang tamu yang hadir,karna memang mereka pun tak mengundang banyak tamu...semua nya serba dadakan.


Namun semua itu tidak mengurangi kehikmatan dan kebahagiaan kedua keluarga tersebut.


Diantara para tamu undangan tampak seorang pria tampan sedang mengukir senyum dari kejauhan,dialah Andri. Perhatian Andri dari tadi tidak pernah lepas dari sosok Anin yang memang sedari kemarin diam-diam telah mengisi hatinya. Seperti sadar kalau sedang diperhatikan,Anin berjalan menghampiri Andri dengan membawa dua gelas minuman.


"Kakak kok nggak makan..."


Andri terdiam sejenak. Pertanyaan sederhana Anin itu teryata sanggup membuat Andri gelagapan dan salah tingkah. Seketika detak jantungnya pun mulai tak beraturan,antara senang dan takut ketauan karna dari tadi dia memperhatikan Anin dari jauh. Anin memberikan gelas minuman ditangannya kepada Andri.


"Terimakasih..." ucap Andri yang masih berusaha mengendalikan gejolak hatinya,dia pun lalu menerima gelas minuman tersebut.


"Aku makan nanti saja...lah kamu sendiri kok belum makan" ucapnya lagi


"Aku mah gampang...kan aku tuan rumahnya"


"Hehehe...iya juga ya..."

__ADS_1


"Anin...hari ini kamu tampak cantik sekali..."


Entah keberanian dari mana,tiba-tiba Andri berani mengucapkan kata-kata itu. Wajah Anin tampak merona oleh pujian Andri,hatinya berbunga-bunga dan seketika jantungnya pun terasa dag dig dug dibuatnya.


Tapi bukan Anin kalo nggak bisa cepat menguasai perasaannya.


"Kalo hari ini cantik brarti hari-hari biasa jelek gitu..." celetuk Anin sambil manyun


"Eeh nggak gitu juga...cuma hari ini kamu tampak jauh lebih cantik...gitu...hehehe"


"Idiih...kakak nggombalin Anin ya...???"


"Hehehe.. Enggaklah...emang kenyataannya gitu kok"


"Jadi tulus ni mujinya...hehehe" goda Anin


"Tuluslah..."


"Oke...kalo gitu makasih...hehehe" ucap Anin sambil nyengir kuda


Waktu berjalan begitu cepatnya,acara demi


acara telah selesai. Tamu pun satu persatu telah berpamitan pulang.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2