
Tya dan ibunda Zaki saling berpandangan,melihat kedatangan Lia. Mereka tak menyangka,orang yang baru saja mereka bicarakan kini ada di depan mata mereka.
🌹🌹🌹
Lia mengangkat kepalanya,betapa terkejutnya dia melihat ada ibunda Zaki disana. Yoga berjalan menghampiri Tya dan Tya pun meraih tangan Yoga untuk menguatkan hatinya menghadapi Lia.
"Mbak Lia,apa yang ingin kau katakan padaku. Kebetulan disini sekarang juga ada bunda,sehingga kau bisa tanyakan sendiri,apakah aku pernah memohon bunda agar merestui hubungan kalian. Tanyalah langsung,agar kau tak menganggapku sebagai seorang pembohong" ucap Tya
Badan Tya gemetar seolah tengah menahan amarah yang begitu besar. Yoga tau apa yang dibutuhkan istrinya,dia pun merapatkan tubuhnya pada Tya dan dengan cepat Tya memeluk suaminya dari samping.
"Perlu kamu tau Mbak Lia,aku selalu berusaha untuk tidak pernah ingkar dalam menolong seseorang,biarpun aku mengucapkan kata 'InsyaAlloh' ataupun 'nggak janji',tapi aku selalu berusaha untuk menepatinya. Kalau pada akhirnya aku gagal,itu bukan karna aku sengaja tapi itu semua sepenuhnya kuasa Alloh,bukan kuasaku"
"Maapkan aku Tya..." ucapnya sambil menunduk
"Dan mumpung kita bertemu disini Lia...Perlu kau tau..."ucap ibunda Zaki terputus.
Beliau melanjutkan lagi setelah beliau menarik napas panjang,sepertinya beliau pun menahan amarah yang begitu hebatnya.
"Kenapa aku tak pernah merestui hubunganmu dengan anakku??? Meski Tya pernah berusaha meyakinkanku hingga dia memohonkan restuku untukmu??? Semua karna ini..."
Ibunda Zaki memutar kembali rekaman perbincangan antara Lia dengan seorang laki-laki. Lia terkejut bukan kapalang,dia tidak pernah menyangka ibunda Zaki mempunyai rekaman percakapannya dengan Roni kekasihnya yang lain.
"Kau terkejut bukan??? Perlu kau tau Tya,Roni itu teman SMA Zaki dan dari sejak dulu mereka selalu bersaing.Dan dalam hal ini,kamu hanya dijadikan alat olehnya untuk menghancurkan Zaki.Makanya dia tidak mau bertanggungjawab.Dan aku sebagai seorang ibu,tidak akan membiarkan anakku jatuh dalam jebakanmu Lia"ucap ibunda Zaki penuh emosi
"Jadi jangan pernah kau melimpahkan kesalahanmu pada orang lain,apalagi sampai mencelakainya"
Untuk sesaat ibunda Zaki terdiam,beliau berusaha menguasai emosinya,Yoga memberikan segelas air mineral untuk ibunda Zaki.Setelah merasa lebih baik,beliau pun mengambil tasnya dan sebuah paper bag besar.
"Sayang,bunda pamit dulu,bunda takut tambah emosi kalau lihat dia. Jaga diri baik-baik dan jaga juga cucu-cucu bunda ya,karna walaupun kau tak jadi menantu bunda...kau tetap anak bunda,Yoga boleh kan bunda menganggapmu dan Tya sebagai anak bunda...Jaga Tya selalu ya nak..." ucap ibunda Zaki sambil menyalami Yoga
__ADS_1
Yoga mengangguk sambil mengeratkan pelukannya pada Tya,seolah takut kehilangan. Bunda yang mengetahui hal itu pun hanya tersenyum,beliau ikut bahagia karna melihat Tya mendapatkan pendamping yang baik dan sayang padanya.
"Oya sayang...bunda hampir lupa...ini ada hadiah pernikahan dari ayah dan bunda buat kalian berdua...Semoga suka ya..."
"Trimakasih bunda..."
"Bunda pulang ya...Assalamu'alaikum" ucapnya sambil mencium kening Tya.
"Wa'alaikumsalam..." jawab Yoga dan Tya bersamaan
Ibunda Zaki keluar tanpa melirik sedikit pun ke arah Lia yang sejak tadi tertunduk.Sementara Lia melihat adegan itu dengan rasa tak karuan...antara marah,malu dan benci jadi satu.
Setelah ibunda Zaki pulang...
"Sayang...sekarang kau ingin memberi hukuman apa untuk dia???" tanya Yoga
"Tidak...aku tidak ingin memberi hukuman apa pun"
"Maapkan aku Tya...aku telah berbuat jahat padamu..."
"Sudahlah mbak,aku sudah memaapkanmu,yang terpenting bagiku kau kini telah mengetahui semua kebenarannya.Dan untuk kedepannya aku ingin kita tidak saling bersentuhan lagi,kita urus saja hidup kita masing-masing"
"Sekarang pulanglah..."
"Kau yakin tidak ingin menuntut dan melaporkan dia ke polisi???" tanya Yoga
Tya menggelengkan kepalanya,Yoga pun mencium pucuk kepala istrinya yang terbalut hijab.
"Lia...kau dengar sendiri kan keinginan istriku???"
__ADS_1
"Sekarang pulanglah...suatu saat jika kau berani menyentuh istriku lagi,jangan salahkan aku jika aku berbuat nekat padamu"
"Trimakasih Tya...sekali lagi maapkan aku Tya...Aku pamit sekarang...Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
Lia pun keluar kamar itu dan segera meninggalkan area rumah sakit itu. Sementara itu...
"Kau terlalu baik sayang...orang yang hampir menghilangkan nyawamu pun kau maapkan begitu saja"
"Aku tidak ingin hidupku terbebani oleh rasa dendam Aak...Dan lagi...aku merasa tak berhak menghukum dia karna ada Alloh yang lebih berkuasa memberikan serta menentukan hukuman apa yang pantas diberikan padanya"
"Akh,benar kata Yuli...aku harus benar-benar menjagamu,karna kalau sampai ada laki-laki lain yang tau kepribadianmu seperti ini,dia pasti ingin memilikimu dan tak segan merebutmu dari sisiku" ucap Yoga
"Iih apaan sih Aak...lebay..." ucap Tya tersipu malu
Tak terasa hari sudah menjelang sore,Yoga pun telah selesai memberesi barang-barang Tya. Karna selepas sholat ashar,meraka akan segera pulang kerumah.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Lanjut...