RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 85 Jebakan Dimulai


__ADS_3

Yoga mengangguk dan menerima bayi cowoknya lalu dengan segera mengadzani jagoannya yang tampan itu,setelah itu dia juga mengadzani putrinya yang cantik.


🌹🌹🌹


Semua teman-temannya sudah pulang,Andri mengantar pulang Yuli,Indri dan Tami. Semalaman Yoga tak tidur,matanya tak pernah lepas dari wajah istrinya...


"Sayang,sebegitu bencikah kau padaku hingga kau tak mau lagi melihat wajahku"


"Tya maapin aku...ampuni aku...hikz hikz hikz..."


Adzan subuh berkumandang,Yoga melirik jam ditangannya,setengah lima,Yoga melangkah menuju kamar mandi untuk bersih-bersih sekalian berwudlu.


Selesai sholat subuh,Yoga kembali duduk disamping istrinya. Dia merebahkan kepalanya disisi kepala Tya,sampai akhirnya dia tertidur karna kecapean.


Mama,papa dan Luna yang asli sampai kerumah sakit,setelah bernegosiasi dengan satpam akhirnya mereka diperbolehkan masuk.


"Kenapa kita harus selalu melihat pemandangan seperti ini pa??? Kasian mereka pa" ucap mama menahan tangisnya sambil membelai kepala Tya.


"Sabar ma....ini cobaan buat mereka...juga buat kita sebagai orang tuanya" ucap sang papa yang mencoba menenangkan istrinya.


Luna mendekati kakaknya yang tengah tertidur lalu dia melihat Tya yang seperti seorang putri tidur...damai sekali. Yoga mengejapkan matanya...dia melihat sekelilingnya,terlihat papa,mama dan seorang gadis disana.


"Papa...mama...iiiniii..." kata Yoga menggantung...


"Hai Asep...Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumsalam....asep??? Brarti kamuuu..."


"Iya asep...ini aku Luna...si eneng adikmu..." ucapnya


"Pa...ma...???"


Yoga mencoba mencari kebenaran pada orang tuanya,mereka pun mengangguk.


"Lalu siapa yang ada dirumah???"

__ADS_1


"Pastinya Luna palsu..."


"Astaghfirulloh...bodohnya aku...Aku meragukan feelling Tya,aku tak pernah percaya dengan perkataann Tya,bahkan aku memarahinya hingga membuat dia sakit hati padaku"


"Gara-gara dia,Tya membenci aku ma...gara-gara dia juga Tya nggak mau lagi liat aku lagi ma,saking bencinya sampai dia nggak mau bangun lagi ma...Tya mau ninggalin aku ma...hikz hikz hikz..."


"Sabar...sabar Ga...sekarang ceritakan kejadian awal hingga semuanya menjadi begini" titah sang papa


Yoga meceritakan awal dia ketemu dengan si Luna palsu,hingga dia membawanya pulang. Yoga juga bercerita bahwa dia pernah mendengar Tya berteriak marah pada Luna tapi Tya tidak pernah menjawab ketika Yoga menanyakan ada apa. Yoga juga mengakui sering memarahi Tya karna hasutan wanita itu dan teryata tanpa disadari itu telah melukai hati Tya. Gara-gara ajakan wanita itu juga,Yoga jadi mengabaikan istrinya. Yoga juga mengaku kalau dia pernah digoda oleh wanita itu di ruang kerjanya dan dipergoki Tya,saat itu bukannya dia menjelaskan tapi dia malah membela diri dan mengatai Tya berlebihan.


"Astaghfirulloh...jahatnya aku ma...aku telah mendzolimi istriku sendiri" ucap Yoga mengutuki dirinya sendiri.


"Dari cerita asep tadi,aku yakin wanita yang mengaku menjadi aku itu adalah Lucy temanku yang aku titipin kunci dan dokumen saat aku butu-buru pulang ke Indonesia"


"Bagaimana kalo kita bikin jebakan saja,biar dis ngaku sendiri" ucap Luna lagi,lalu dia menceritakan strategi untuk menjebak Lucy.


"Mama setuju tapi sebelum kita mulai,mama ingin liat cucu mama dulu...ayo pa..." ucap Mama Ranti semangat,sementara Papa Bachtiar dan Luna hanya mengekor saja.


Sampai di ruang bayi


"Subhanallah...lucu-lucu sekali cucu oma..."



"Lihat pa...yang perempuan mirip Tya dan yang laki-kali mirip kamu Ga...jadi ingat waktu pras dan tiwi lahir ya pa..." mama menggendong cucu-cucunya bergantian,sudut mata wanita itu menitikan kristal bening karna haru.Papa Bachtiar tersenyum dan mengangguk.


Di Rumah Yoga...


"Kok sepi...pada kemana ya,hmm sarapan juga belum ada lagi...Biii...bibi....Mbak Sari..."teriak Luna alias Lucy


"Ada apa sih kok teriak-teriak???"


"Eh kakak...ini,bibi sama Mbak Sari kemana ya...???


"Mau apa??? Mereka sedang menjaga Tya di rumah sakit...Tya sudah melahirkan tadi malam"

__ADS_1


"Kok bukan kakak yang nungguin...???"


"Dia nggak mau kok...ya udah...aku disini aja sama kamu...mang kamu nggak suka" ucap Yoga memulai sandiwaranya.


"Hmm...sepertinya Kak Yoga sudah masuk perangkapku,sampai-sampai istrinya melahirkan saja dia nggak mau nungguin...hahaha" ucap Luna palsu dalam hati


"Eh malah bengong,suka nggak kalau kita berdua aja didalam rumah???"


"Ih pake nanya...seneng doooong" ucap Luna palsu


Dia pun mulai berani mendekat dan melingkarkan tangannya ke pinggang Yoga. Sebenarnya Yoga sangat risih,karna selama ini hanya Tya yang dia perbolehkan menyentuhnya.Tapi demi suksesnya sebuah sandiwara...apa boleh buat...


"Kita masak bersama seperti pasangan kekasih ya kak???"


"Hmmm...tapi sayangnya kita kakak adik kan,jadi ya nggak mungkinlah kita jadi pasangan kekasih..."


"Emmm...seandainya kita bukan kakak adik,apa Kak Yoga mau jadi kekasihku???"


"Luna...Luna...laki-laki mana yang bakal menolakmu??? Kamu cantik,menarik,pintar...apa lagi???"


Luna merasa mendapat lampu hijau dari Yoga,dia mulai tambah berani memeluk-meluk Yoga.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2