RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 83 Terkuak


__ADS_3

Tya manggut-manggut,dia kini semakin yakin kalau Luna bukan adik sepupu Yoga.


🌹🌹🌹


Lagi asik-asik ngobrol sebuah panggilan video call masuk. Teryata Mama Ranti,Tya pun buru-buru mengangkatnya.


"Halo Assalamu'alaikum ma..." Tya melambaikan tangannya


"Wa'alaikumsalam..." sang mama pun membalas lambaian tangan anak menantunya.


"Sayang kamu dimana...kok kayak diluar rumah???"


"Iya ma...di taman halaman belakang"


"Sayang...malam-malam kok diluar rumah,angin malam nggak bagus lho buat kandunganmu.."


"Iya ma...cuma sebentar kok,habis suntuk di dalam terus"


"Kamu sama siapa,kok kayaknya sendiri...Aak mu mana???"


"Ini sama Bi Sumi juga Mbak Sari ma...Aak lagi keluar jalan-jalan sama Luna..."


"Keluar jalan-jalan???" Tya mengangguk


"Sama siapa tadi??? Luna???" tanya mama


"Iya ma...sama Luna,adik sepuesqpu Aak yang tinggal di Jepan dan kemarin ikut pulang ke Indonesia" terang Tya


"Kamu yakin nggak salah sebut nama sayang???"


"Enggak ma...Aak punya adik sepupu bernama Luna kan???"


"Iya ada,tapi masalahnya adik Yoga yang namanya Luna itu cuma satu dan sekarang ada disini...di Bandung..."


"Luna...Lun..sini neng...kenalin ni kakak ipar kamu..." panggil mama ke Luna


"Hai Teh Tya...salam kenal...iihhh Teh Tya cantik,pantes asep tergila-gila ya wa..." ucap Luna ramah sambil melambaikan tangannya

__ADS_1


"Hai juga...Luna juga cantik...tapi asep itu siapa???"tanya Tya heran,sementara Luna tertawa terbahak-bahak...


"Asep itu ya Aakmu...dari kecil Luna suka panggil Asep...katanya singkatan dari Aak Kasep atau kakak ganteng gitu..."


"Ooo gitu ya ma...Tapi ma...kalo yang disitu Luna terus yang selama seminggu ini jalan sama Aak siapa dong???"


"Maksudmu jalan itu gimana sayang..."


"Iya ma...udah seminggu ini,semenjak pulang dari Jepang,Aak selalu jalan sama Luna. Yach bisa dibilang waktunya habis untuk Luna,pulang kerja aja Aak malem masih nemenin Luna pergi. Ini tadi dari habis maghrib sudah pergi sama Luna,entah mau pulang jam berapa..."


"Terus kamu makan malam sendiri???"


"Tya kan masih ada Bi Sumi dan Mbak Sari ma..."


"Tapi kamu tetap kesepian kan...mama liat dari matamu...kamu pasti sedih ya sayang..."


"Tya nggak papa kok ma" kata Tya tapi tanpa sengaja air matanya menetes tanpa permisi.


Tya buru-buru memalingkan mukanya dari layar ponselnya agar mama nya tak dapat melihat tangisannya.Tapi terlambat,naluri keibuan mertuanya sudah menangkap kegundahan hatinya.


"Kamu menangis sayang???" tanya nya


"Sejak kapan kamu pintar berbohong??? Maapin Aakmu ya sayang??? Malam ini juga,mama akan pulang ke Jogja..Ini Luna juga mau ikut,dia pingin tau siapa yang mengaku-ngaku menjadi dirinya"


"Jangan sedih ya...sekarang kamu masuk ke kamar ya...kasian kandunganmu nak..."


"Iya ma..." air mata Tya semakin deras mengalir,bahagianya dia mempunyai mertua yang selalu mendukungnya.


"Jangan menangis...kasian anak-anak kamu...Mama yakin Aakmu masih setia padamu"


"Iya ma..."


"Cepat masuk ya...mama tutup telponnya karna mama mau siap-siap dulu...Assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikumsalam ma..."


Selesai telepon Tya minta Bi Sumi mengantarnya masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Tya sudah memejamkan mata ketika Yoga pulang,Yoga melirik jam tangannya sudah menunjukkan pukul 11 malam. Yoga duduk dipinggir ranjang mengamati setiap inci wajah istrinya. Dia terkejut ketika melihat ada sisa air mata Tya,diusapnya pelan pipi agar Tya tak terbangun.


"Maapkan aku sayang,akhir-akhir ini sering mengabaikanmu,aku yakin kau tadi menangisiku" gumamnya


Yoga hendak mencium kening istrinya namun,tiba-tiba Tya mengigau...


"Bapak...bapak...tunggu Tya,Tya mau ikut bapak...Bapak jangan tinggalin Tya...hikz hikz hikz..."


Yoga mau membangunkan Tya tapi tidurnya mulai nyenyak kembali. Yoga mencium kening istrinya,lalu berjalan menuju kamar mandi. Baru saja hendak mengganti baju,Yoga sudah dikejutkan oleh istrinya yang kembali mengigau...


"Bapak...bapak kenapa ninggalin Tya...semua ninggalin Tya...bapak juga benci Tya...nggak ada lagi yang sayang Tya..."


Yoga melihat Tya tidur sangat gelisah,kini keringat dingin keluar dari dahinya dan ketika Yoga mencoba mengusapnya,dahi Tya terasa panas...Tya demam.


"Bi...Bi Sumi...tolong ambil sapu tangan dan air hangat buat ngompres nyonya...nyonya demam..." titah Yoga cemas


"Baik tuan..."


Bi Sumi segera mengambil apa yang dititahkan tuannya,lalu meletakkan sapu tangan handuk ke kening nyonya nya. Sedangkan Yoga berusaha menelpon Yuli sahabatnya.


Begitu telpon diangkat,Yoga segera meminta Yuli untuk datang kerumahnya.


Karna hari sudah larut malam,Yoga menyuruh Pak Diman menjemput Yuli dirumahnya.


Malam itu,semua penghuni rumah Yoga terlihat sibuk,hanya Luna palsu yang tertidur dengan handset di telinganya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut...


__ADS_2