RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 50 Ditelpon Bunda


__ADS_3

Yoga mencium kedua tangan Tya bergantian,membuat Tya tersenyum bahagia.


🌹🌹🌹


"Aak trimakasih dah selalu ngertiin Tya..."


"Aku sangat menyayangimu Tya..." ucap Yoga yang langsung duduk disamping Tya lalu memeluknya erat.


Tok...tok...


"Tya..." panggil Andri langsung membuka pintu.


"Waduh...ganggu nich..." ucap Andri lagi melihat Yoga tengah memeluk Tya


"Iyalah..." jawab Yoga sekenanya


"Enggak kok Ndri...ada apa ya...???" tanya Tya


"Laporan pembayaran buat PT.Benri Sejahtera sudah selesai???"


Tya berjalan menuju mejanya.


"Udah...yang buat PT.Soprano sama PT.Mekar Jaya juga udah"


"Itu kan tagihannya besok...kamu ni terlalu rajin Tya...nggak kaya cowok cakep yang katanya lulusan London itu...males"


"Permisi pak,maksudnya apa ya..." ucap Yoga tersindir.


"Hahaha...ada yang sensi nich...


Oya Tya,kalo laporanmu sudah selesai kamu bisa pulang,soalnya tadi sudah ada yang kirim pesan padaku,meminta agar kamu diijinkan pulang cepat" Andri melirik Yoga dan Yoga pun langsung melempar bantal sofa ke arah Andri.


"Nggak kena week...Tya makasih cantik...kamu boleh pulang...hahaha..." teriak Andri yang sudah ada diluar ruangan


"Dasar gelo siaahhh...awas ke mun geus nepi di imah...(Dasar gila kamu...awas nanti kalo sudah sampe rumah)" teriak Yoga


"Aak...ini kantor loh...kok teriak-teriak sih"


Yoga hanya nyengir dapat teguran dari Tya.


Drrrttt...drrrttt...drrrttt...


Tya melihat ponselnya,dilihatnya dilayar tertera 'Bunda'...Tya ragu menerima,dia akhirnya justru mendiamkan tak mengangkatnya sampai bunyi ponselnya berhenti.


"Kenapa nggak diangkat telponnya...dari siapa???"


"Bunda"


"Siapa bunda???"

__ADS_1


"Ibunya Mas Zaki...Eh maap" ucap Tya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Kenapa maap...???"


"Masih panggil bunda..."


Yoga tersenyum dan membelai kepala Tya.


"Memang kenapa..."


"Aak nggak marah Tya masih panggil bunda???”


"Enggaklah...kecuali kalo kamu panggil Zaki sayang baru marah...ngamuk malah"


"Iiihh...enggaklah...


Makasih Aak...jadi tambah sayang dech" Tya menggelayut manja ke Yoga


Drrrttt...drrrttt...drrrttt...


Dilihatnya nama Bunda kembali menelponnya. Tya memandang Yoga dan Yoga pun mengangguk tanda mengijinkan Tya menerima telpon itu. Tya pun memencet tombol terima lalu memencet tombol loudspeaker.


"Hallo Assalamu'alaikum bunda..."


"Wa'alaikumsalam sayang...Sayang apa kabar...bunda kangen..."


"Alhamdulillah baik bund...Ayah dan bunda gimana kabar???'


Sayang lagi sibuk ya...dari tadi bunda telpon kok nggak diangkat-angkat..."


"Oh iya bunda,Tya kan lagi kerja jadi nggak pegang handphone"


"Duh maap ya sayang...bunda ngganggu donk ini..."


"Sekarang udah beres kok bund...Oya ada kabar apa bund...???"


"Ini sayang,cuma mo ngabarin kalo ayah dan bunda sekarang ada di Jogja nich...selain lagi ada acara,ayah dan bunda juga kangen nich sama kamu...Kami menginap di hotel deket rumah Tya lho...Habis maghrib kamu kesini ya sayang,kita makan malam bareng..."


Tya kembali memandang Yoga dan Yoga pun kembali mengangguk tanda mengijinkan


"Hallo...Tya sayang..Tya masih dengerin bunda kan???"


"Iya bund..."


"Bisa nggak sayang dateng kesini...???"


"InsyaAlloh bund...tapi...kalo Tya bawa calon suami Tya boleh bund???"


"Emmm...boleh dong,malah sekalian bunda bisa kenal sama arjunamu itu. Pasti dia tampan dan baik,karna kamu anak yang baik,selayaknya kamu mendapatkan yang terbaik. Dan sayangnya yang terbaik itu bukan anak bunda...hikzhikzhikz..." terdengar isakan dari seberang sana.

__ADS_1


"Bunda,ini semua sudah takdir bunda...Bunda jangan bersedih lagi...Rahasia jodoh siapa yang bisa mengatur,karna takdir Alloh lah yang berkuasa..."


"Iya sayang,meski bunda belum ikhlas tapi bunda mencoba menerimanya. Kalo gitu udah dulu ya sayang,pokoknya bunda tunggu jam 7 yaa...Assalamu'alaikum..."


"Iya bunda...Wa'alaikumsalam"


Tya menyudahi telponnya. Dia memandang Yoga terheran-heran tak percaya.


"Mereka sayang sekali padamu"


"Alhamdulillah...Aak seriusan ngijini Tya ketemu bunda???"


"Serius..yang penting datangnya kan sama aku"


Tya memegang kedua pipi Yoga.


"Aduuuhhh baik banget sih Aak ku ini...Udah baik,ganteng,perhatian,pengertian lagi...jadi tambah sayang dech..."


"Pinter ngrayu ya sekarang...kok cuma dipegangi pipinya,kok nggak sambil dicium bibirnya sekalian..."


"Iiihhh ogah...tar kalo udah ada kata 'sah' baru boleh...Tar Tya ciumin tiap hari...hehehe"


"Kalo sama Zaki gimana???"


"Iiihhh sumpah demi Alloh demi Rasulullah Aak,Tya mah belum pernah ciuman sama dia. Itulah makanya dia terus cari perempuan yang bisa ngasih lebih,Tya mah nggak bisa..." suara Tya pun melemah


"Kalo Aak pengen cari wanita yang bisa ngasih lebih kaya dia,Aak salah kalo pilih Tya. Aak bisa tinggalin Tya dari sekarang dan cari wanita diluar sana karna kalo Tya,Tya ngga bisa ngelakuin semua itu sebelum halal"


"Lho kok jadi ngelantur kaya gitu...Wanita yang aku mau cuma kamu,cuma Tyandra Safira Anissa tidak ada yang lain..." Yoga menarik tangan Tya dan memeluknya dengan erat.


"Boleh peluk aja aku sudah bahagia kok,yang penting secepatnya kamu akan jadi milikku"


"Ya udah,aku antar kamu pulang sekarang ya...Tar habis maghrib kamu aku jemput...dandan yang cantik ya..."


Yoga mencium pucuk kepala Tya...Tya mengangguk patuh dan segera membereskan meja kerjanya.


Sampai dirumah suasana sedikit rame,sepertinya sedang ada tamu. Tya turun dari mobil dan berjalan bergandengan dengan Yoga.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut...


__ADS_2