
Tya nggak menyangka,kejadian pagi itu membuat dia seribet ini.
🌹🌹🌹
"Ga,aku sudah selesai memeriksa kelinci cantikmu...kau bisa urus administrasinya,sekalian tebus obatnya. Jadi kau bisa bawa pulang si bawel ini tapi nanti sore ya..." ucap Yuli sambil bercipika cipiki ria dengan Tya yang cemberut dikatain kelinci
"Kenapa harus nanti sore???" protes Tya
"Karna emang peraturannya begitu...Dasar tukang protes"
"Oke...nanti biar Andri yang urus" jawab Yoga
"Ih kok Andri...emang aku istrinya Andri apa..."
"Aku kan nemenin kamu,lagian Andri kan calon adik kita...ditatar dikitlah...hehehe..."
"Ih perasaan dari dulu Aak emang suka gitu dech kalo sama Andri"
"Suka gitu gimana..???"
"Ya suka nyuruh-nyuruh...kan kesian Andrinya..." ucap Tya agak kesel
"Oya Yul...tar kalo aku sudah dirumah,kamu yang ngontrol kandunganku selama bedrest ya...kan sekalian jenguk aku dan keponakan-keponakanmu..." pinta Tya manja
"Beres...asal kamu nurut...nggak bandel kalau dikasih aturan..." jawab Yuli
"Oke bu dokter"
"Tapi ngomong-ngomong nich ya...kenapa nggak nglanjutin kontrol sama si dokter cakep,dokter Faisal aja...kemarin dia sempet nanyain tentang kamu lho..." goda Yuli sedikit berbisik pada Tya sambil melirik Yoga
"Maksudnya apa ya???" tanya Yoga dengan nada keposesipannya
Yuli tertawa karna berhasil menggoda sahabatnya.
"Peace Ga...hahaha..."
"Tuh kan...dia mah suka gitu,jangan dipancing-pancing dech..."
"Udah ach Yul pergi periksa pasien yang lain sana...udah cipika cipiki kok nggak pergi-pergi..." ucap Yoga kesal dengan candaan Yuli
"Aak...kok gitu sih..."
Yoga cemberut,tapi dasar Yuli...bukannya tersinggung dengan ucapan Yoga,dia malah nggak berhenti tertawa melihat ekspresi Yoga.
"Iya...iya...aku pergi dulu ya...eh tapi bener lho yang kubilang tadi...makanya kamu harus hati-hati dan jaga yang bener kelinci cantikmu ini...masih banyak yang naksir lho..hahaha" ucap Yuli yang kembali bercipika cipiki dengan Tya.
__ADS_1
Tya menepuk tangan Yuli pelan agar menghentikan candaannya ke Yoga. Dan akhirnya Yuli pun pergi meninggalkan mereka untuk memeriksa pasiennya yang lain,setelah puas menggoda sahabatnya.
"Sayang...menurutmu dokter Faisal itu ganteng nggak???"
"Lumayan..." jawab Tya cuek karna sedang asik mainan ponselnya
"Apa...???" tanya Yoga sambil merebut ponsel di tangan Tya
"Apaan sih Ak...???"
"Tadi apanya yang lumayan..???"
"Iya...dia lumayan...kalo Aak ku suuuupppppeeeer guanteng...hehehe..."
"Huh dasar perayu..." ucap Yoga tersenyum sambil memencet hidung mancung istrinya
Lagi asiknya bercanda,tiba-tiba terdengar ada suara ketukan di pintu kamar
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam...Bunda..."
"Apa kabar mu sayang...kamu sakit apa???"
"Lebih tepatnya dicelakai orang bu...Dan akibatnya hampir saja kami kehilangan bayi kembar kami" sahut Yoga
"Astaghfirulloh siapa yang tega mencelakaimu sayang....dan...dan saat ini kamu lagi mengandung bayi kembar???" ucap ibunya Zaki sambil mengelus perut Tya
Tya mengangguk...Baru saja Tya hendak menjawab pertanyaan ibunda Zaki,Yoga sudah lebih dulu menyahut.
"Yang mencelakai Tya pacarnya Zaki bu..." ucap Yoga sedikit emosi
"Lia...???"
Tya mengangguk pelan,dia merasa nggak enak dengan situasi ini.Tapi Tya maklum dengan kemarahan Yoga pada Lia yang telah mencelakainya.
'Drrrttt...drrrttt...'
Ponsel Yoga terdengar berbunyi,Yoga meminta ijin Tya...
"Aku angkat telpon sebentar ya..." Tya mengangguk
"Oya bunda...bunda kok tau Tya sedang dirumah sakit???"
"Ibumu yang bilang...Kemaren bunda mampir kerumahmu karna kebetulan ayah ada acara bersama rekan-rekan bisnis ayah di Jogja,jadi bunda ikut ke Jogja. Karna ayah sedang sibuk,dan bunda kesepian,maka bunda pun berkirim pesan pada ibumu karna bunda ingin mampir kerumah ibumu.Lalu ibumu mengabarkan kalo beliau sudah pindah,setelah diberi alamat yang baru,bunda langsung dianterin supir hotel kesana"
__ADS_1
"Oooo..."
"Sayang,bagaimana bisa Lia mencelakaimu...ceritakan pada bunda"
Tya menarik napas pelan,sebenarnya Tya enggan menceritakan kejadian itu lagi tapi akhirnya dia pun menceritakan semua kejadian yang menimpanya kemarin kepada ibunda Zaki.
"Astaghfirulloh...anak itu memang anak nggak bener,makanya dari dulu bunda menolaknya"
"Dan masalah kehamilannya,itu bukan anak Zaki. Pacarnya tidak mau bertanggung jawab,karna Zaki pernah berhubungan dengannya maka pacarnya justru menyarankan untuk menjebak Zaki.Bunda mendenqgar sendiri percakapan mereka Tya,bahkan bunda pun sempat merekamnya.Sebentar bunda cari dulu" ucap ibunda Zaki sambil mengutak-atik ponselnya
Setelah ketemu,ibunda Zaki memutarkan rekaman percakapan antara Lia dengan seorang laki-laki. Dan suara laki-laki itu memang bukan suara Zaki.
"Astaghfirulloh...kok Mbak Lia begitu ya bun..."
"Itulah...Makanya sejak insiden di resto hotel beberapa waktu lalu,ayah telah mengirim Zaki ke pesantren hingga kini,agar bisa melupakanmu dan menjauh dari Lia"
Lagi asiknya bercerita,Yoga yang berdiri dipintu memanggilnya.
"Sayang,ada yang ingin bertemu denganmu,katanya dia ingin memohon maap padamu"
"Siapa Ak...???" tanya Tya sambil melihat kearah pintu
"Masuk..." ucap Yoga sedikit kasar
"Aku Tya..." ucap wanita itu lirih dan tertunduk
"Mbak Lia..." ucap Tya terkejut
Tya dan ibunda Zaki pun saling berpandangan melihat kedatangan Lia. Mereka tak menyangka,orang yang baru saja mereka bicarakan kini ada didepan mata mereka.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
__ADS_1