RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 48 Dilema


__ADS_3

Sementara itu senyum manis terlihat dari seseorang yang sejak tadi memperhatikan obrolan mereka berdua.


🌹🌹🌹


"Lalu dengan cara apa kamu berkomunikasi dengan ibunda Zaki kalau tidak bertemu langsung dengan beliau" desak Lia


"Saya punya cara sendiri...saya bisa telpon atau mengirim pesan mungkin,yang pasti saya tidak mau bertemu langsung"


"Apakah dengan cara itu tidak malah memperburuk keadaan..."


"Maksudnya...???"


"Maksudku...apa ibunda Zaki tidak tersinggung dan malah tambah membenciku"


"Itu bukan urusan saya,yang penting saya sudah bersedia membujuk bunda,perkara hasilnya bagaimana itu tergantung kalian berdua"


"Saya tidak mau mengorbankan perasaan calon imam saya dan keluarganya hanya demi menolong seseorang yang pernah menyakiti hati saya" tegas Tya


"Kalo begitu berarti kamu masih dendam dengan kami???" Lia terpancing emosi.


Tya tersenyum kecut mendengar ucapan Lia yang dia rasa sangat tidak masuk akal.


"Kalo saya masih dendam,buat apa saya menyanggupinya??? Saya hanya tidak memprioritaskan karna yang saya prioritaskan adalah masa depan saya...bukan masa lalu saya,jadi maap jika mbak tidak puas dengan cara saya,silahkan mbak pake cara mbak sendiri"


"Maap,jam istirahat saya sudah habis...Assalamu'alaikum...Selamat siang..." ucap Tya sambil berdiri


"Tya tunggu...Emmm baiklah,aku ikuti caramu dan aku tunggu kabar darimu. Nomermu masih yang dulu kan???" ucap Lia mengalah.


Tya mengangguk lalu berjalan meninggalkan Lia yang masih terduduk lemas di kursi kantin.


Tya menghepaskan tubuhnya disofa kantornya,matanya terpejam dan tangannya memijit-mijit keningnya. Pikirannya begitu kacau hari ini.


"Ya Alloh,masalahku sendiri saja belum terselesaikan,kenapa datang masalah baru yang bukan masalahku tapi memaksa aku bisa menyelesaikannya" gumam Tya


"Astaghfirullah hal adzim..." gumamnya lagi


Karna Tya merasa penat dan lelah,akhirnya dia pun tertidur.


Tak sadar ada titik bening menetes di pipi mulusnya,Tya menangis dalam tidurnya.

__ADS_1


Yoga menatap wajah kekasih yang sangat dirindukannya. Yang selama sebulan ini telah di permainkannya.


"Ya Alloh...jahat sekali aku,mempermainkan kekasihku yang selalu menjaga hatinya untukku. Bahkan ketika dia tidak tau keberadaan ku saja,dia masih menjaga perasaanku dan perasaan keluargaku" bathinnya


Yoga ingin membelai kepala Tya tapi diurungkannya ketika dia mendengar Tya mengigau.


"Aak...Aak dimana...Aak jangan tinggalin Tya...hikz hikz hikz..."


Tya terisak dalam tidurnya.


Yoga tak tega melihatnya lalu di belailah kepala Tya yang akhirnya membuat Tya terkejut dan terbangun dari tidurnya.


"Astaghfirullah..." ucapnya,tangannya menepis tangan Yoga lalu segera menghapus jejak tetesan air matanya.


Yoga tersenyum melihat gerakan reflex Tya yang menepis tangannya.


Tya mengerjap-ngerjapkan matanya,dia mencoba meyakinkan diri bahwa bayangan orang yang didepannya adalah kekasih yang dirindukannya.


Yoga masih tersenyum melihat tingkah Tya yang menggemaskan. Begitu manik matanya yakin menangkap sosok Yoga,Tya berdiri dan menghambur ke pelukan Yoga sambil kembali terisak dan memukul-mukul badan Yoga.


"Aak jahat sekali sih...Aak tega mainin perasaan Tya...Aak nggak sayang lagi sama Tya...hikz hikz hikz..." ucap Tya merajuk.


"Masih marah???"


"Menurut Aak???"


"Enggak..." goda Yoga,Tya hendak melempar Yoga dengan buket bunga didepannya.


"E...e...itu bunga mawar kesukaanmu lho..." ucap Yoga,Tya melirik buket bunga yang dipegangnya lalu dia memeluk bunga itu dan tangannya mengambil bantal sofa dan melempar ke arah Yoga.


"Jahat..." ucapnya,Yoga menangkap bantal itu sambil tertawa terbahak-bahak.


"Dah kangen banget ya..."


"Nggak"


"Serius...???"


"Sejuta rius malah"

__ADS_1


"Yakin...???"


"Ainul Yakin"


"Oke kalo gitu,aku pergi lagi..."


"Pergi sana yang jauh...pergi sama wanita lain...buat apa kangen kalo yang dikangenin aja ngga kangen sama Tya...hikz hikz hikz..."


Tya kembali menangis,hatinya sangat jengkel karna merasa dipermainkan oleh Yoga. Kedua telapak tangannya menutupi wajahnya,Tya terisak sampai tubuhnya bergetar. Yoga jadi panik,dia ngga menyangka Tya begitu serius menanggapi candaannya. Yoga segera mendekati Tya dan memeluknya.


"Maap...maapin aku Tya...maapin aku..." ucapnya berulang-ulang.


"Tya butuh Aak tapi kenapa Aak seolah nggak peduli sama Tya"


"Aak malah mempermainkan Tya...ini semua nggak lucu...hikz hikz hikz..."


"Iya...aku minta maap...jangan nangis dong"


"Tapi aku masih pingin nangis...hikz hikz hikz..." ucap Tya yang masih menangis sesunggukan.


"Oke...oke...menangis lah kalo gitu karna aku akan slalu di sampingmu"


Tya tidak perduli mau dikatain manja atau lebay,dia hanya ingin mengeluarkan semua air mata yang selama ini ditahannya. Dia ingin mengadukan semua masalahnya pada kekasihnya dengan caranya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut....

__ADS_1


__ADS_2