RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 84 Melahirkan


__ADS_3

Karna hari sudah larut malam,Yoga menyuruh Pak Diman menjemput Yuli dirumahnya.


Malam itu semua penghuni rumah Yoga tampak sibuk,hanya Luna palsu yang tertidur dengan handset di telinganya.


🌹🌹🌹


Sekitar 30 menit,Pak Diman sudah datang bersama Yuli. Yuli tampak berjalan dengan cepat karna mencemaskan keadaan sahabatnya.


"Tya kenapa lagi Ga...???"


"Aku nggak tau...tiba-tiba waktu aku pulang kudengar dia mengigau sambil keluar keringat dingin dan ketika aku mengusap keringatnya keningnya terasa panas"


Ketika Yuli dan Yoga sedang berbicara...


"Akh ada apa sih...berisik sekali...Bi Sumiii...tolong ambilin selimut,saya merasa dingin sekali" ucap Tya memanggil Bi Sumi


"Kau kedinginan sayang...biar aku selimutin ya..."


"Aku mau Bi Sumi...kamu bukan Bi Sumi kan??? Pergi urus adikmu saja sana..."


"Bi Sumi tolong saya Bi..." ucapnya lagi


"Tya...hei...jangan marah-marah...biar aku periksa keadaanmu dulu ya...???"


"Ehh....Yuli...???"


"Iya...ini aku..."


"Yul...tolong usir dia...aku benci dia..."


"Tapi sayang..."


"Kalau dia nggak pergi,aku nggak mau diperiksa...aku mau mati saja..."


"Astaghfirullah Tya...jangan bicara begitu,ingat anak-anakmu"


"Dia jahat Yul...dia tiap hari ninggalin aku pergi dengan wanita lain...waktu aku komplain,dia malah marahin aku...hatiku sakit Yul...hikz hikz hikz...Dia lebih sayang wanita yang mengaku adiknya itu daripada aku dan anak-anakku..."


Tya menangis dan teriak-teriak seperti orang kesetanan,tangannya menunjuk ke arah suaminya. Yuli memberi kode pada Yoga untuk diam.


"Aku benci dia...dia mengkhianatiku Yul...dia membohongiku...dia juga menyakiti hatiku...aku benci dia...aku nggak mau liat dia lagi...aku mau mati saja..."

__ADS_1


"Tya istighfar...jangan marah-marah,nanti tensimu naik...ingat anak-anak Tya"


Yuli memeluk Tya yang semakin tak terkontrol,namun tiba-tiba Tya melemah dan tak sadarkan diri. Yuli sedikit panik melihat kondisi sahabatnya,apalagi ketika melihat darah segar mengalir membasahi selimutnya.


"Astaghfirulloh...Yoga telpon ambulance...!!!" teriak Yuli


Yoga panik tapi dengan cepat dia bisa menguasai diri dan segera menelpon ambulance.


Tak butuh waktu lama,ambulance pun datang...selang infus dan selang alat bantu pernapasan segera dipasang,Yoga masuk ambulance mendampingi istrinya sambil menangis dan memegangi tangan Tya. Dia sangat menyesal,seminggu ini dia sedikit mengabaikan istrinya.


Suara sirine ambulance membelah malam yang terasa dingin itu.


Begitu sampai di rumah sakit,Tya langsung dimasukkan ke ruang operasi untuk menyelamatkan keduanya.


"Tya harus dioperasi sekarang juga Ga...tolong tanda tangan surat persetujuannya dulu"


Yoga segera membubuhkan tanda tangannya.


"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak-anakku Yul..."


"Pasti ga...InsyaAlloh semuanya lancar...Pergilah ke musholla...sholat dan do'akan mereka..."


Selesai menjalankan sholat Yoga kembali di depan ruang operasi. Dia terduduk dilantai sambil menjambaki rambutnya,lirih dia bergumam menyebut asma Alloh dan beristighfar.


Tak lama datang Andri dengan Tami dan Indri.


Andri menarik tangan Yoga pelan,lalu memapahnya dan mendudukannya dikursi. Dia benar-benar tak bertenaga.


"Yang sabar...kamu bagus sudah beristighfar tapi jangan putus asa...berbaik sangkalah pada Alloh,terus memohon padanya" hibur Andri


Yoga diam tak menjawab,pandangan matanya kosong. Sampai Yuli keluar dari pintu ruang operasi.


"Bagaimana istri dan anak-anakku Yul???" tanya Yoga tak sabar.


"Alhamdulillah anak-anakmu selamat dan sehat,semua lengkap dan sempurna. Yang cowok mirip kamu dan yang cewek cantik seperti Tya" jelas Yuli


"Alhamdulillah...lalu Tya??? Bagaimana dengan Tya???"


Yuli terdiam,matanya berkaca-kaca...


"Tya nggak papa kan Yul,Tya juga baik-baik saja kan Yul...jawab Yul...jangan diam saja..."

__ADS_1


Yoga mencengkeram kedua bahu Yuli sampai Yuli meringis kesakitan. Andri dan Tami berusaha melepas cengkraman Yoga.


"Tya belum sadar...tapi kemungkinan dia akan koma,sebab dari awal operasi dia tak sadar dan dari detak jantungnya yang mulai melemah,seolah dia nggak punya semangat untuk hidup...hikz hikz hikz..."


Yuli,Tami dan Indri saling berpelukan,tangis mereka pun tak bisa ditahan lagi. Sementara tubuh Yoga melorot ke lantai...


"Tya..." ucapnya lirih...


"Jangan begini Ga...kasian anak-anakmu...Tya masih hidup Ga...dia hanya istirahat sementara,bukan selama-lamanya. Aku yakin dia kuat..." ucap Andri yang kembali membantu Yoga berdiri lalu mendudukannya di kursi.


"Kalau kamu kuat,pasti Tya juga akan kuat...Sekuat cinta kalian,apalagi ada anak-anak yang harus) bisa menambah kekuatan kalian"


"Yul,bisa kami liat anak-anak...???" tanya Andri


Yuli mengangguk dan mengantar teman-temannya ke ruang bayi.


"Itu yang box biru itu yang cowok dan yang box pink itu yang cewek"


"Yul,aku bisa menggendongnya???"tanya Yoga


"Tentu,kau kan juga harus mengadzani mereka kan???"


Yoga mengangguk dan menerima bayi cowoknya lalu dengan segera mengadzani jagoannya yang tampan itu,setelah itu dia juga mengadzani putinya yang cantik.



.


.


.


.


.


.


.


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2