
Duarr
Bagai disambar petir disiang bolong,Tya tak menyangka kata-kata itu keluar dari ibu kandungnya. Tya hanya bisa menangis dan pasrah menerima keputusan ibunya.
🌹🌹🌹
Tya lalu masuk ke kamarnya,diambilnya travel bag dan memasukan baju-baju kedalamnya sambil masih terisak. Begitu selesai Tya pun mulai beranjak pergi.
"Mbak Tya mau kemana??? Kalo memang mbak harus pergi,perginya besok aja mbak...ini udah malem...hikz...hikz...hikz" ucap Karin disela tangisnya.
"Kamu ngga usah kuatir,mbak bisa jaga diri...mbak juga punya banyak teman,mbak bisa kerumah salah satu dari mereka" ucap Tya sambil mengusap lembut kepala adiknya
"Jaga diri baik-baik,jaga ibu dan jangan membantah apa kata ibu,belajar yang rajin,mbak akan cari uang sebanyak- banyaknya untuk sekolahmu dan mbak Anin"
"Do'ain rejeki mbak lancar,InsyaAlloh mbak bisa mengantarmu sampai menjadi sarjana"
Karin menghambur ke pelukan Tya sambil menangis sesunggukan,sementara Anin memilih menemani ibunya di kamar.
Tya meninggalkan rumah itu tanpa pamit ibunya karna ibunya tak mau keluar dari kamarnya. Hanya Karin yang mengantar Tya sampai pintu depan.
Tepat jam 9 malam Tya sampai dirumah Tami. Tami menyambut Tya dengan pelukan hangatnya.
Tya memang sudah mengirim pesan pada Tami bahwa dia akan menumpang sementara dirumahnya.
"Kau sudah mengabari Yoga???”
"Untuk apa???"
"Bukannya kau janji akan mengabarinya apapun yang terjadi antara kamu dan ibu"
Tya menarik napas pelan...
"Yoga besok pagi akan berangkat ke London,aku tak mau membebani dia dengan masalahku dan aku mohon dengan sangat kepadamu untuk merahasiakan hal ini kepada siapapun"
Tya menggenggam kedua tangan Tami.
"Tolong berjanjilah padaku tentang hal itu Tami"
"InsyaAlloh...
Bersih-bersihlah dulu...lalu kita tidur"
"Aku mau sholat isya dulu,tadi aku sampai melewatkannya"
"Tami...."
__ADS_1
"Ada apa lagi..."
"Apakah orang tuamu tidak apa-apa jika aku sementara tinggal disini???"
"Tentu saja...aku sudah bilang sama mereka kalo kamu mau tinggal disini. Mereka justru senang karna aku ada yang nemenin. Kamu kan tau sendiri,mereka sering ninggalin aku sendiri...kaya sekarang ini"
"Alhamdulillah kalo begitu,tapi nanti kalo aku sudah punya uang,aku akan segera mencari kos an"
"Aku nggak ngijinin kamu kos,tinggalah saja disini nemenin aku,sampai kapan pun"
"Trimakasih ya Tam...kau memang slalu jadi dewi penolongku" ucap Tya,tanpa sadar matanya menitikan air mata haru.
"Eeehh sudah...sudah...buru sholat terus kita tidur...dah malem nich"
Esok harinya Tya bangun pukul 3 pagi,setelah menjalankan sholat sunnah dia mengambil Al Qur'an kecil yang tak pernah lepas darinya. Dia mengaji sampai waktu sholat subuh tiba.
Selesai mengerjakan sholat subuh,Tya kedapur untuk membikin sarapan,hari ini dia juga ingin membuatkan sarapan buat Yoga.
Selesai aktipitas dapurnya Tya mengecek pesan diponselnya karna semalaman dia mematikan ponselnya. Terlihat ada 10 panggilan dari Yoga dan sebuah pesan yang baru saja dikirim...
📨"Assalamu'alaikum tuan putri cantikku..."
📩"Wa'alaikumsalam calon imam Tya yang ganteng..."
📩"Alhamdulillah Tya baik-baik saja..."
📨"Bagaimana dengan ibu???"
📩"Alhamdulillah ibu bisa mengerti"
"Maap Aak aku berbohong padamu" bathin Tya
📨"Syukurlah...aku bisa berangkat dengan tenang. Kamu nggak lupa untuk nganter aku ke bandara pagi ini kan..."
📩"Tentu saja...ini lagi siap-siap"
📨"Aku jemput ya..."
📩"Nggak usah...Tya berangkat sendiri aja ke rumah Aak...ni dah siap. Aak sarapannya nunggu Tya ya...Tya dah bikinin nasi goreng spesial ni..."
📨"Siap...tau aja kalo aku suka nasi goreng...aku tunggu...I luv U...😘😘😘..."
📩"Iyah...luv U too..."
Tya menaruh ponsel dimeja belajar Tami,diliriknya Tami masih sibuk dengan mimpinya.
__ADS_1
"Tam...tami...bangun dong...mentang-mentang lagi ngga sholat terus bangunnya siang" omel Tya
"Iyaaaa..."
"Melek dong matanya...iya iya tapi mata masih merem aja..."
"Bangun,mandi terus sarapan gih...aku sudah bikin nasi goreng buat sarapan noh..."
"Masi goreng??? Asiiikkk...siap mandi sekarang" ucap Tami yang langsung ngiprit ke kamar mandi.
Selesai mandi,Tami langsung menyusul Tya diruang makan. Tami langsung duduk dan menyantap nasi goreng buatan Tya tanpa ampun.
"Kamu kok nggak makan..."
"Aku mau berangkat kerumah Yoga,aku akan menemani dia sarapan lalu ikut mengantar dia ke bandara"
"Oke..."
"Eh kamu naik apa??? Aku antar ya..."
"Nggak usah...aku udah pesan gocar kok...nah tu kayanya dah datang...aku tinggal dulu ya..."
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam...hati-hati dijalan...Salam buat Yoga ya..."
"Iya...InsyaAlloh..."
Tya pun berlalu,berangkat menuju rumah Yoga.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut..
__ADS_1